Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 1 tahun yang lalu
k
Dikembalikan ke revisi 13801132 oleh Bagas Chrisara (bicara).
 
=== Ruang lingkup ===
Beberapa ambiguitas dan kontroversi yang terlibat dalam pendefinisian ''ateisme'' terletak pada sulitnya mencapai konsensus dalam mendefinisikan kata-kata seperti ''dewa'' dan ''tuhan''. Pluralitas dalam konsep ketuhanan dan dewa menyebabkan perbedaan pemikiran akan penerapan kata ''ateisme''. Dalam konteks ''teisme'' didefinisikan sebagai kepercayaan pada [[Tuhan]] monoteis, orang-orang yang percaya pada dewa-dewi lainnya akan diklasifikasikan sebagai ateis. Sebaliknya pula, orang-orang Romawi kuno juga menuduh umat Kristen sebagai ateis karena tidak menyembah dewa-dewi [[paganisme]]. Pada abad ke-20, pandangan ini mulai ditinggalkan seiring dengan dianggapnya ''teisme'' meliputi keseluruhan kepercayaan pada dewa/tuhan.<ref menyusahkanname="mmartin">Martin, sahajaMichael. lah''[http://books.google.com/books?vid=ISBN0521842700 The Cambridge Companion to Atheism]''. Cambridge University
Press. 2006. ISBN 0-521-84270-0.</ref>
 
Bergantung pada apa yang para ateis tolak, penolakan ateisme dapat berkisar dari penolakan akan keberadaan tuhan/dewa sampai dengan keberadaan konsep-konsep spiritual dan [[paranormal]] seperti yang ada pada agama Hindu dan Buddha.<ref name="Britannica1992">{{cite journal |author=Britannica |title=Atheism as rejection of religious beliefs |url=http://www.britannica.com/eb/article-38265/atheism |accessdate=2006-10-27 | journal = [[Encyclopædia Britannica]] | edition = 15th Edition | volume = 1 |pages=666 |year=1992 |id=0852294735}}</ref>