Buka menu utama

Perubahan

1.901 bita ditambahkan, 1 tahun yang lalu
k
ISBN 978-979-605-453-4 ISBN 979-605-452-3 ISBN 978-979-605-452-7</ref> yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)<ref name="hikayat banjar">{{ms}} {{cite book|title=''[[Hikayat Banjar]]'' diterjemahkan oleh [[Siti Hawa Salleh]]|last=Ras|first=[[Johannes Jacobus Ras|Johannes Jacobus]]|publisher=[[Malaysia]]: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka|year=1990|isbn=9789836212405}}ISBN 983-62-1240-X</ref> sejak itulah mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan. Namun berdasarkan Perjanjian Kesultanan Banjar dengan VOC pada tahun 1635, VOC membantu Banjar mengembalikan negeri-negeri di Kaltim menjadi wilayah pengaruh Kesultanan Banjar. Hal tersebut diwujudkan dalam [[perjanjian Bungaya]], bahwa Kesultanan Makassar dilarang berdagang hingga ke timur dan utara Kalimantan.
 
Sesuai traktat [[1 Januari]] [[1817]], Sultan [[Sulaiman dari Banjar]] menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia Belanda. CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN 4 Mei 1826. / B 29 September 1826 No. 10, Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.<ref name="Bandjermasin (Sultanate)">{{id}} {{cite book
Sesuai traktat [[1 Januari]] [[1817]], Sultan [[Sulaiman dari Banjar]] menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia Belanda. Pada tanggal [[4 Mei]] [[1826]], Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.<ref name="Bandjermasin">{{id}} Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860, Penerbit Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat 1965</ref> Pada tahun 1846, Belanda mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk wilayah Borneo Timur (sekarang provinsi Kalimantan Timur dan bagian timur Kalimantan Selatan) bernama H. Von Dewall.<ref>{{en}} {{cite book|url=http://books.google.co.id/books?id=f9T74ges6DIC&lpg=PT31&dq=sultan%20sulaiman&pg=PT31#v=onepage&q=sultan%20sulaiman&f=true|title=East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy|last=Magenda|first=Burhan Djabier|publisher=Equinox Publishing|year=2010|isbn=602-8397-21-0}}ISBN 978-602-8397-21-6</ref> Kaltim merupakan bagian dari Hindia Belanda.<ref>{{nl}} {{cite journal|url=http://books.google.co.id/books?id=KJFBAAAAYAAJ&dq=Verdeeling%20van%20het%20Eiland%20Borneo%20in%20tteee%20%20afdeelingen%2C%20onder%20de%20benaming%20van%20Wester%20afdeeling%20en%20Zuid%20en%20Ooster%20afdeeling.&pg=PA55-IA22#v=onepage&q=Verdeeling%20van%20het%20Eiland%20Borneo%20in%20tteee%20%20afdeelingen,%20onder%20de%20benaming%20van%20Wester%20afdeeling%20en%20Zuid%20en%20Ooster%20afdeeling.&f=false |author=Nederlandisch Indië|title=Staatsblad van Nederlandisch Indië|publisher= s.n.|year=1849}}</ref> Kaltim 1800-1850.<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneoc19-1.html?zoomview=1|title=Borneo, 1800-1857|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Dalam tahun 1879, Kaltim dan Tawau merupakan Ooster Afdeeling van Borneo bagian dari Residentie Zuider en Oosterafdeeling van Borneo.<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1879.html?zoomview=1|title=Administrative sub-divisions in Dutch Borneo, ca 1879|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Dalam tahun 1900, Kaltim merupakan zelfbesturen ([[wilayah dependensi]])<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneozelfb1900.html?zoomview=1|title=Native states (zelfbesturen) in Dutch Borneo, 1900|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Dalam tahun 1902, Kaltim merupakan Afdeeling Koetei en Noord-oost Kust van Borneo.<ref>{{en}} (2009){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1902.html?zoomview=1|title=Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref><ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneosubdist1902.html?zoomview=1|title=Administrative divisions in Dutch and British Borneo, 1902|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Tahun 1942 Kaltim merupakan Afdeeling Samarinda dan Afdeeling Boeloengan en Beraoe.<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1942.html?zoomview=1|title=Borneo in 1942|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref>
|pages=228
|url=http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20393402-Surat-surat%20perdjandjian%20antara%20kesultanan%20%20bandjarmasin%20dengan%20pemerintah2%20V.O.C.,%20bataafse%20republik,%20Inggris%20dan%20hindia~1.pdf
|title=Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860
|author=Hindia-Belanda
|publisher= Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat
|year=1965}}</ref><ref>Perkara 4. Sri Paduka Sultan Adam salinkan kepada radja dari Nederland segala negeri jang tersebut diban wah ini : Pulau Tatas dan Kuin sampai disubarang kiri Antasan Ketjil dan pulau Burung mulai dari kuala Bandjar subarang kanan sampai di Pantuil dan di Pantuil subarang pulau Tatas lantas ke timur Rantau Kuliling dengan segala sungai2nja Kelajan Ketjil Kelajan Besar dan kampung jang di subarang pulau Tatas sampai di sungai Messa di ulu kampung Tjina lantas ke darat sampai di sungai Baru sampai di sungai Lumbah dan pulau Bakumpai mulai dari kuala Bandjar subarang kiri mudik sampai di kuala Andjaman di kiri milir sampai kuala Lopak dan segala tanah Dusun semuanja desa2 kiri kanan mudik ka ulu mulai Mengkatip sampai terus negeri Siang dan di ilir sampai di kuala Marabahan dan tanah Dajak Besar Ketil dengan semuanja desa2nja kiri kanan mulai di kuala Dajak mudik ka ulu sampai terus ke ilir sungai Dajak dengan segala tanah di daratan jang takluk padanja dan tanah Mendawai Sampit Pembuang semuanja desa2nja dengan segala tanah jang takluk padanja dan tanah Kutaringin Sintang Lawey Djelei semuanja desa2nja dengan segala tanah jang takluk padanja. Dan Taboniou dan segala tanah Laut sampai di Tandjung Silatan dan ke timur sampai watas dengan Pagatan dan ka oetara sampai di kuala Maluka mudik sungai Maluka Selingsing Lijang Anggang Banju Irang lantas ke timur sampai di gunung Pamaton sampai watas dengan tanah Pagatan dan negeri jang di pasisir timur Pagatan Pulau Laut Batu Litjin Pasir Kutai Barau semuanja dengan tanah2 jang takluk padanja.</ref>
 
Sesuai traktat [[1 Januari]] [[1817]], Sultan [[Sulaiman dari Banjar]] menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia Belanda. Pada tanggal [[4 Mei]] [[1826]], Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.<ref name="Bandjermasin">{{id}} Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860, Penerbit Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat 1965</ref> Pada tahun 1846, Belanda mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk wilayah Borneo Timur (sekarang provinsi Kalimantan Timur dan bagian timur Kalimantan Selatan) bernama H. Von Dewall.<ref>{{en}} {{cite book|url=http://books.google.co.id/books?id=f9T74ges6DIC&lpg=PT31&dq=sultan%20sulaiman&pg=PT31#v=onepage&q=sultan%20sulaiman&f=true|title=East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy|last=Magenda|first=Burhan Djabier|publisher=Equinox Publishing|year=2010|isbn=602-8397-21-0}}ISBN 978-602-8397-21-6</ref> Kaltim merupakan bagian dari Hindia Belanda.<ref>{{nl}} {{cite journal|url=http://books.google.co.id/books?id=KJFBAAAAYAAJ&dq=Verdeeling%20van%20het%20Eiland%20Borneo%20in%20tteee%20%20afdeelingen%2C%20onder%20de%20benaming%20van%20Wester%20afdeeling%20en%20Zuid%20en%20Ooster%20afdeeling.&pg=PA55-IA22#v=onepage&q=Verdeeling%20van%20het%20Eiland%20Borneo%20in%20tteee%20%20afdeelingen,%20onder%20de%20benaming%20van%20Wester%20afdeeling%20en%20Zuid%20en%20Ooster%20afdeeling.&f=false |author=Nederlandisch Indië|title=Staatsblad van Nederlandisch Indië|publisher= s.n.|year=1849}}</ref> Kaltim 1800-1850.<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneoc19-1.html?zoomview=1|title=Borneo, 1800-1857|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Dalam tahun 1879, Kaltim dan Tawau merupakan Ooster Afdeeling van Borneo bagian dari Residentie Zuider en Oosterafdeeling van Borneo.<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1879.html?zoomview=1|title=Administrative sub-divisions in Dutch Borneo, ca 1879|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Dalam tahun 1900, Kaltim merupakan zelfbesturen ([[wilayah dependensi]])<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneozelfb1900.html?zoomview=1|title=Native states (zelfbesturen) in Dutch Borneo, 1900|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Dalam tahun 1902, Kaltim merupakan Afdeeling Koetei en Noord-oost Kust van Borneo.<ref>{{en}} (2009){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1902.html?zoomview=1|title=Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref><ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneosubdist1902.html?zoomview=1|title=Administrative divisions in Dutch and British Borneo, 1902|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref> Tahun 1942 Kaltim merupakan Afdeeling Samarinda dan Afdeeling Boeloengan en Beraoe.<ref>{{en}} (2007){{cite web|url=http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1942.html?zoomview=1|title=Borneo in 1942|publisher=Robert Cribb|date= |work= Digital Atlas of Indonesian History|accessdate=9 August 2011}}</ref>
 
[[Berkas:Borneo1945.png|jmpl|kiri|Provinsi Borneo dibentuk 18 Agustus 1945 dengan gubernur pertama [[Pangeran Muhammad Noor]]. Status gubernur Borneo menjadi tidak relevan seteleh [[Perjanjian Linggarjati]].]]
28.186

suntingan