Adipati agung: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
Pangeran-pangeran agung berkuasa di kawasan tengah dan timur Eropa, terutama di kalangan suku bangsa Slav dan Lituania.
 
Gelar "Pangeran Agung" diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia menjadi ''Velikiy Knjaz'' (''Великий князь''). Kata ''knjaz'' dalam bahasa Slav, dan kata ''kunigas'' dalam bahasa Lituania (sekarang ini diterjemahkan menjadi "Pangeran") sebenarnya berpadanan dengan kata ''raja'' (राज)<ref>[http://spokensanskrit.org/index.php?tran_input=rAja&direct=se&script=hk&link=yes&mode=3 arti "Raja" dalam bahasa Sanskerta]</ref> dalam makna aslinya, yakni pemimpin atau penghulu. Oleh karena itu, ''VelikiVelikiy Knjaz'' dan ''Didysis Kunigas'' secara harfiah lebih tepat diterjemahkan menjadi "Pemimpin Besar" daripada "Adipati Agung".<!--
 
With the growing importance and size of their countries, those monarchs claimed a higher title, such as king or [[tsar]] (also spelled "Czar" in English) which was derived from the Latin ''Caesar'' ("Emperor") and based on the claim to be the legitimate successors of the Byzantine-East Roman Emperors. Grand Prince [[Ivan IV of Russia|Ivan IV of Muscovy]] was the last monarch to reign without claiming any higher title, until he finally assumed the style [[Tsar of Russia]] in 1547.
24.134

suntingan