Legiun Asing Prancis: Perbedaan revisi

60 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
== Sejarah ==
[[Berkas:Foreign_legion_old1.jpg|thumbnail|right|Foto pasukan Legiun Asing circa tahun 1915.]]
Legiun Asing Perancis didirikan oleh [[Louis Philippe]], Raja [[Perancis]] waktu itu, pada tanggal [[10 Maret]] [[1831]]. Alasan utamanya saat itu adalah pelarangan masuknya warga negara asing untuk menjadi anggota Angkatan Darat Perancis setelah Revolusi Juli tahun 1830.
 
Tujuan dibentuknya legiun ini adalah untuk menghilangkan para pesakitan dalam masyarakat dan menggunakan jasa mereka untuk bertempur melawan musuh-musuh [[Perancis]]. Anggota-anggotanya dulu merupakan bekas pejuang-pejuang revolusi yang gagal di Eropa, tentara-tentara dari resimen asing yang telah dibubarkan (seperti Garda Swiss dan Resimen Hohenlohe), dan para pelaku tindak pidana kriminal pada umumnya, baik yang berasal dari [[Perancis]] maupun dari negara lain.
Dalam hitungan beberapa hari semenjak lahirnya Legiun Asing Perancis, pusat pendaftaran legiun di Langres, timur laut [[Perancis]], dipenuhi oleh para mantan tentara, orang asing yang terlunta-lunta, pelaku kriminal yang sedang melarikan diri dan orang-orang yang berambisi untuk memperoleh tanah koloni di [[Aljazair]]. Ketika pemerintah lokal Perancis mencoba untuk memasukkan para warga negara Perancis yang "tidak diinginkan" ke Legiun Asing, Raja Louis Philippe mengeluarkan peraturan tambahan yang tegas yang melarang warga negara Perancis untuk bergabung di dalamnya.
 
Oleh karenanya, orang-orang Eropa pertama yang pindah secara besar-besaran ke Aljazair adalah kumpulan orang-orang yang beraneka-ragam latar belakangnya; orang-orang yang diturnkan di dermaga pelabuhan [[Aljazair]] tanpa seragam, senjata, sistem organisasi maupun disiplin. Kolonel Christoph Stoffel dari [[Swiss]] (1780-1842) mengeluarkan orang-orang yang tidak pantas menjadi anggota legiun dan mengorganisasikan orang-orang yang tersisa berdasarkan kewarga-negaraan mereka dalam tujuh batalyon. Mantan anggota Garda Swiss dan Resimen Hohenlohe menjadi Batalyon 1; Orang-orang [[Swiss]] dan [[Jerman]] membentuk Batalyon 2 dan 3; Orang [[Spanyol]] membentuk Batalyon 4; Orang [[Italia]] dan [[Sardinia]] membentuk Batalyon 5; Orang [[Belgia]] dan [[Belanda]] masuk ke dalam Batalyon 6; dan orang-orang [[Polandia]] masuk ke dalam Batalyon 7. Di samping itu tiap-tiap batalyon dilengkapi dengan satu kompi pasukan orang [[Polandia]]. Semua batalyon ini disebar dari markas mereka di [[Aljazair]] untuk membentuk pertahanan pertama di pusat-pusat masyarakat, seperti di kota Oran di sebelah barat dan kota Bone di sebelah timur. Kekuatan yang mulanya hanya berjumlah 3.000 pasukan tumbuh menjadi 5.000 pasukan dalam waktu yang singkat. Jumlah ini bertahan cukup lama semenjak itu.
 
[[Aljazair]] dijadikan markas legiun ini. Sebelumnya, negara koloni tersebut menolak keberadaan tentara resimen reguler Angkatan Darat [[Perancis]]. Namun dengan diperkenalkannya legiun ini, keberadaan tentara Perancis yang unik ini bisa diterima oleh masyarakat setempat.
 
Di paruh akhir tahun 1831, tentara-tentara Legiun Asing mendarat di [[Aljazair]] - negara yang akan menjadi tanah air legiun ini selama 130 tahun dan yang akan membentuk karakter mereka. Tahun-tahun pertama di [[Aljazair]] merupakan waktu yang berat bagi para tentara legiun karena mereka seringkali dikirim ke tempat-tempat yang parah, menerima tugas-tugas yang sangat berat dan mereka pada umumnya tidak tertarik bertugas di tanah koloni Perancis yang baru tersebut.
2.632

suntingan