Mata manusia: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata. Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. Hal yang mempengaruhi perbesaran pupil itu adalah selaput pelangi. Sistem pengaturan otomatis yang bekerja pada mata bekerja sebagaimana berikut.
 
Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke otak, untuk memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana [[otot]] di sekitar selaput pelangi harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot di sekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina. Semua sistem yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tetapi jauh lebih unggul daripada peralatan [[mekanik]] yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan [[teknologi]] terbaru, bahkan sistem perekaman gambar buatan paling [[modern]] di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.
 
Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot di sekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina.
Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan [[penciptaan]] ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk [[kristal]] yang penuh dengan [[buah]]-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan selaput pelangi kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehingga sel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya ketika [[partikel]] cahaya yang disebut [[foton]] mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu [[domino]] yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama '''11-cis retinal'''. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan [[protein]] lain yang berikatan kuat dengannya yakni [[rhodopsin]].
 
Semua sistem yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tetapi jauh lebih unggul daripada peralatan [[mekanik]] yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan [[teknologi]] terbaru, bahkan sistem perekaman gambar buatan paling [[modern]] di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.
 
Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan [[penciptaan]] ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk [[kristal]] yang penuh dengan [[buah]]-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan selaput pelangi kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehingga sel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya ketika [[partikel]] cahaya yang disebut [[foton]] mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu [[domino]] yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama '''11-cis retinal'''. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan [[protein]] lain yang berikatan kuat dengannya yakni [[rhodopsin]].
 
Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu [[domino]] yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama '''11-cis retinal'''. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan [[protein]] lain yang berikatan kuat dengannya yakni [[rhodopsin]].
 
Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni [[transdusin]]. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian diikuti gabungan satu [[molekul]] lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul [[kimia]] bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai senyawa bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain bernama [[phosphodiesterase]] yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian [[reaksi kimia]] dalam sel.
670

suntingan