Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan revisi

4.815 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
=== Sintesis modern ===
[[Berkas:Modern Synthesis.svg|thumb|upright=1.5|Beberapa gagasan besar tentang [[evolusi]] datang bersamaan dalam [[genetik populasi]] dari awal abad ke-20 untuk membentuk sintesis modern, yang meliputi [[variasi genetik]], [[seleksi alam]], dan pewarisan partikulasi ([[genetik Mendelian|Mendelian]]). Ini mengakhiri [[gerhana Darwinisme]] dan menimbulkan beragam [[alternatif Darwinisme|teori evolusi non-Darwinian]].]]
 
Dalam beberapa dekade pertama dari abad ke-20, kebanyakan naturalis lapangan meyakini bahwa [[alternatid Darwinisme|mekanisme alternatif evolusi]] seperti Lamarckisme dan ortogenesis menyediakan penjelasan terbaik untuk kompleksitas yang mereka amati pada makhluk hidup. Namun karena bidang genetik terus berkembang, pandangan tersebut menjadi kurang mendasar.<ref>{{harvnb|Mayr|Provine|1998|pp=295–298, 416}}</ref> [[Theodosius Dobzhansky]], seorang tenaga kerja pasca-doktoral di lab milik Thomas Hunt Morgan, dipengaruhi oleh hasil kerja pada keragaman genetik dari para pakar genetik [[Rusia]] seperti [[Sergei Chetverikov]]. Ia membantu menjembatani perpecahan antara fonasi [[mikroevolusi]] yang dikembangkan oleh para pakar genetik populasi dan susunan [[makroevolusi]] yang diamati oleh pakar biologi lapangan, dengan buku tahun 1937 buatannya ''[[Genetics and the Origin of Species]]''. Dobzhansky menguji keragaman genetik dari populasi liar dan menunjukkan bahwa, brseberangan dengan asumsi para pakar genetik populasi, populasi tersebut memiliki sejumlah besar keragaman genetik, dengan menandai perbedaan antar sub-populasi. Buku tersebut juga mencantumkan hasil kerja matematika tingkat tinggi dari pakar genetik populasi dan menempatkannya dalam bentuk yang lebih dapat diakses. Di Inggris, [[E. B. Ford]], pionir [[genetik ekologi]], terus mendemonstrasikan kekuatan seleksi sepanjang 1930an dan 1940an karena faktor-faktor ekologi meliputi kemampuan untuk mengutamakan keragaman genetik melalui [[polimorfisme (biologi)|polimorfisme]] seperti [[golongan darah]] manusia. Karya Ford kemudian berkontribusi pada peralihan pada sintesis modern menuju seleksi alam atas laju genetik.<ref name="Bowler325-339" /><ref name="Larson221-243" /><ref>{{harvnb|Mayr|1988|p=402}}</ref><ref>{{harvnb|Mayr|Provine|1998|pp=338–341}}</ref>
 
Pakar biologi evolusi Ernst Mayr dipengaruhi oleh hasil kerja pakar biologi Jerman [[Bernhard Rensch]] menunjukkan pengaruh faktor-faktor lingkungan lokal pada persebaran geografi dari sub-spesies dan spesies yang sangat berkaitan. Mayr menyusul hasil kerja Dobzhansky dengan buku tahun 1942 ''Systematics and the Origin of Species'', yang berisi tentang pengaruh [[spesiasi alopatrik]] dalam formasi spesies baru. Bentuk [[spesiasi]] tersebut terjadi saat isolasi geografi dari sebuah sub-populasi disusul oleh perkembangan mekanisme untuk [[isolasi reproduktif]]. Mayr juga merumuskan [[masalah spesies#konsep spesies biologi|konsep spesies biologi]] yang mendefinisikan spesies sebagai sekelompok populasi antar-pembuahan atau berpotensi antar-pembuahan yang terisolasi secara reproduktif dari seluruh populasi lain.<ref name="Bowler325-339" /><ref name="Larson221-243" /><ref>{{harvnb|Mayr|Provine|1998|pp=33–34}}</ref>
 
Dalam buku tahun 1944 ''[[Tempo and Mode in Evolution]]'', [[George Gaylord Simpson]] menunjukkan bahwa jejak fosil sejalan dengan susunan non-direksional ireguler yang diprediksi oleh pengembangan sintesis evolusi, dan bahwa tren-tren linear yang para pakar paleontologi dari masa sebelumnya klaim mendukung ortogenesis dan neo-Lamarckisme tak memegang eksaminasi yang mendekati. Pada 1950, [[G. Ledyard Stebbins]] menerbitkan ''[[Variation and Evolution in Plants]]'', yang membanti mengintegrasikan [[botani]] ke sintesis. Konsensus disipliner silang pada hasil kerja evolusi dikenal sebagai [[sintesis modern (abad ke-20)|sintesis modern]]. Ini meraih namanya dari buku tahun 1942 ''[[Evolution: The Modern Synthesis]]'' karya [[Julian Huxley]].<ref name="Bowler325-339" /><ref name="Larson221-243" />
 
Sintesis modern menyediakan inti konseptual—terutama, seleksi alam dan genetik populasi Mendelian—yang dipasangkan bersamaan dengan beberapa disiplin biologi, namun tak semua: [[biologi perkembangan]] adalah salah satunya. Ini membantu legitimasi biologi evolusi, sebuah sains sejarah utama, dalam iklim saintifik yang menyanjung metode-metode eksperimental atas bidang sejarah sains.<ref>{{harvnb|Smocovitis|1996|pp=97–188}}</ref> Sintesis juga menghasilkan penyempitan rangkaian pemikiran evolusi arus umum (apa yang [[Stephen Jay Gould]] sebut "mengeraskan sintesis"): pada 1950an, seleksi alam bertindak pada variasi genetik yang secara virtual merupakan satu-satunya mekanisme yang dapat diterima dari mikroevolusi ekstensif.<ref>{{harvnb|Sapp|2003|pp=152–156}}</ref><ref>{{harvnb|Gould|1983}}</ref>
 
== 1940s–1960an: Biologi molekular dan evolusi ==