Ismail dari Siak: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Naik Tahta ==
[[Muhammad dari Siak|Sultan Muhammad]] mangkat pada tahun 1760 dan diangkatlah putranya, Tengku Ismail sebagai pengganti dengan gelar ''Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah''. Sultan Ismail mempertahankan sepupunya [[Muhammad Ali dari Siak|Tengku Muhammad Ali]] pada posisi panglima besar yang telah dijabatnya semenjak ayahanda sultan masih hidup.<ref>Muchtar Lutfi, Suwardi MS, dkk (1998/ 1999), ''Sejarah Riau'', Biro Bina Sosial Setwilda Tk. I Riau.</ref> Berita kemangkatan sultan Muhammad membuat Belanda girang, karena pada masa transisi itulah mereka dapat mencari celah untuk memasukkan pengaruh mereka atas Siak. Walaupun telah berkali-kali gagal, Belanda akhirnya dapat membujuk [[Alamuddin dari Siak|Tengku Alam]] untuk mendapatkan tahta dengan jaminan bahwa Belanda tidak akan mencampuri urusan keluarga kerajaan kelak.<ref>Amir Lutfi (1991), ''Hukum dan Perubahan Struktur Kekuasaan: Pelaksanaan Hukum Islam dalam Kesultanan Melayu Siak 1901 - 1942'', Susqa Press Pekanbaru.</ref>
 
Ketika armada Belanda menyerang Mempura tahun 1761, armada perang [[Kesultanan Siak Sri Inderapura|Siak]] yang gagah berani dipimpin oleh panglima besar Muhammad Ali. Belanda telah melakukan persiapan dengan kapal-kapal perang besar. Pasukan Siak berhasil didesak hingga ke pinggir kota [[Mempura, Siak|Mempura]]. Di sinilah terjadi pertempuran habis-habisan dari pahlawan-pahlawan Siak. Armada Siak hanya menggunakan rakit berapi-api dan kapal-kapal berisi mesiu dalam menghadapi Belanda. Namun, semangat ''jihad fi sabilillah'' mereka tidak surut. Dengan persenjataan terbatas tersebut, mereka berhasil menenggelamkan beberapa kapal Belanda. Belanda kewalahan dan mengeluarkan senjata terakhir mereka, Tengku Alamuddin yang mengirimkan surat kepada [[Ismail dari Siak|Sultan Ismail]] dan putranya, panglima besar Muhammad Ali. Maka, demi mendengar bahwa Tengku Alam berada di pihak Belanda, pertempuran pun dihentikan dan Tengku Alam didampingi Belanda berhasil masuk ke ibukota<ref>Muchtar Lutfi, Suwardi MS, dkk (1998/ 1999), ''Sejarah Riau'', Biro Bina Sosial Setwilda Tk. I Riau.</ref>
{{indo-bio-stub}}
{{Sultan-bio-stub}}
[[Kategori:Kesultanan Siak Sri Inderapura]]
[[Kategori:Sultan Siak|Sultan Siak]]
[[Kategori:Tokoh Melayu Indonesia]]
[[Kategori:Dinasti Mauli]]
<!-- Bantulah wikipedia menambahkan templat ini pada halaman tokoh muslim yang belum terhimpun di dalam --Kategori:Semua artikel biografi tokoh muslim -- Lihat Templat:Lifetime-Tokoh-Muslim -->
{{Lifetime-Tokoh-Muslim
|tempat_makam =
}}
 
[[Kategori:Kesultanan Siak Sri Inderapura]]
[[Kategori:Sultan Siak|Sultan Siak]]
[[Kategori:Tokoh Melayu Indonesia]]
[[Kategori:Dinasti Mauli]]
1.111.537

suntingan