Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan revisi

4.661 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
=== Aplikasi kepada manusia ===
 
[[Berkas:Huxley - Mans Place in Nature.png|thumb|upright=1.2|Ilustrasi ini (akar dari ''[[The March of Progress]]''<ref name="Tucker2012">{{cite news|last1=Tucker|first1=Jennifer|title=What our most famous evolutionary cartoon gets wrong|url=https://www.bostonglobe.com/ideas/2012/10/27/what-our-most-famous-evolutionary-cartoon-gets-wrong/drKMD5121W6EUxXJ4pF0YL/story.html|accessdate=29 December 2017|work=The [[Boston Globe]]|date=28 October 2012}}</ref>) adalah bagian depan dari buku Thomas Henry Huxley ''[[Man's Place in Nature|Evidence as to Man's Place in Nature]]'' (1863). Huxley menerapkan gagasan Darwin kepada manusia, memakai [[anatomi komparatif]] untuk menunjukkan bahwa manusia dan [[kera]] memiliki leluhur yang sama, yang menantang gagasan teologi penting bahwa manusia memegang tempat unik di [[alam semesta]].<ref>{{harvnb|Bowler|Morus|2005|pp=154–155}}</ref>]]
 
Charles Darwin menyadari reaksi keras dalam beberapa bagian komunitas saintifik melawan pernyataan yang dibuat dalam ''Vestiges of the Natural History of Creation'' bahwa manusia berkembang dari hewan lewat proses transmutasi. Sehingga, ia nyaris sepenuhnya menghiraukan topik [[evolusi manusia]] dalam ''On the Origin of Species''. Disamping pengabaian tersebut, masalah tersebut tampil menonjol dalam debat menyusul publikasi buku tersebut. Selama sebagian besar paruh pertama abad ke-19, komunitas saintifik meyakini bahwa, meskipun geologi menunjukkan bahwa Bumi dan kehidupan sangat tua, manusia muncul mendadak beberapa ribu tahun sebelum saat ini. Namun, serangkaiain penemuan arkeologi pada 1840an dan 1850an menunjukkan alat-alat batu yang diasosiasikan dengan sisa-sisa hewan punah. Pada awal 1860an, sesuai dengan yang dijelaskan dalam buku 1863 Charles Lyell ''[[Geological Evidences of the Antiquity of Man]]'', banyak orang menerima bahwa manusia telah ada pada zaman pra-sejarah—yang terbentang beberapa ribu tahun sebelum permulaan sejarah tertulis. Pandangan sejarah manusia tersebut lebih tumpang tindih dengan asal muasal evolusi untuk manusia ketimbang pandangan yang lebih lama. Di sisi lain, pada waktu itu, tak ada bukti fosil yang menunjukkan evolusi manusia. Satu-satunya fosil manusia yang ditemukan sebelum penemuan [[Manusia Jawa]] pada 1890an adalah anatomi manusia modern atau [[Neanderthal]] yang terlalu dekat, khususnya dalam karakteristik kritikal dari kapasitas kranial, dengan manusia modern yang membuat mereka dianggap perantara antara manusia dan primata lainnya.<ref name="Bowler207-216">{{harvnb|Bowler|2003|pp=207–216}}</ref>
 
Sehingga, debat yang terjadi langsung setelah penerbitan ''On the Origin of Species'' terpusat pada kesamaan dan perbedaan manusia dan [[kera]] modern. [[Carl Linnaeus|Carolus Linnaeus]] dikritik pada abad ke-18 karena mengkelompokkan manusia dan kera bersamaan sebagai primata dalam sistem klasifikasi dasarnya.<ref>{{harvnb|Bowler|2003|pp=49–51}}</ref> Richard Owen membela klasifikasi yang disugestikan oleh Georges Cuvier dan [[Johann Friedrich Blumenbach]] yang menempatkan manusia dalam tatanan terpisah dari mamalia lainnya, yang pada awal abad ke-19 telah menjadi pandangan ortodoks. Di sisi lain, Thomas Henry Huxley berniat untuk menunjukkan hubungan anatomi dekat antara manusia dan kera. Dalam satu insiden terkenal, yang dikenal sebagai [[Pertanyaan Hippocampus Besar]], Huxley menunjukkan bahwa Owen salah mengklaim bahwa otak [[gorila]] menyusutkan struktur saat ini dalam otak manusia. Huxley menjelaskan argumennya dalam buku tahun 1863 yang sangat berpengaruh ''[[Man's Place in Nature|Evidence as to Man's Place in Nature]]''. Sudut pandang lain diadvokasikan oleh Lyell dan Alfred Russel Wallace. Mereka sepakat bahwa manusia berbagi leluhur umum dengan kera, namun bertanya apakah mekanisme materialistik murni dapat mencatat semua perbedaan antara manusia dan kera, khususnya beberapa aspek dari pikiran manusia.<ref name="Bowler207-216" />
 
Pada 1871, Darwin menerbitkan ''[[The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex]]'', yang berisi pandangannya tentang evolusi manusia. Darwin berpendapat bahwa perbedaan antara pikiran manusia dan pikiran hewan-hewan yang lebih tinggi adalah materi tingkatan ketimbang jenis. Contohnya, ia memandang moralitas sebagai pertumbuhan insting alami yang bermanfaat bagi hewan yang tinggal dalam kelompok sosial. Ia berpendapat bahwa semua perbedaan antara manusia dan kera dijelaskan oleh kombikasi tekanan selektif yang datang dari leluhur mereka yang bergerak dari pohon ke tanah, dan [[seleksi seksual]]. Debat tentang asal muasal manusia, dan tingkat keunikan manusia masih berlanjut pada abad ke-20.<ref name="Bowler207-216" />
 
=== Alternatif dari seleksi alam ===