Prasasti Ciaruteun: Perbedaan revisi

10 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (coor, +reflnk)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:prasasticiaruteun.jpg|thumbjmpl|250px|rightka|Salinan gambar prasasti Ciaruteun dari buku ''The Sunda Kingdom of West Java From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor''.]]
'''Prasasti Ciaruteun''' atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, tidak jauh dari sungai [[Ci Sadane]], [[Bogor]]. Prasasti tersebut merupakan peninggalan kerajaan [[Tarumanagara]].<ref name="Zahorka">{{cite book | title = The Sunda Kingdoms of West Java, From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor | first = Herwig | last = Zahorka | publisher = Yayasan Cipta Loka Caraka | location = Jakarta | year = 2007 | url = https://books.google.co.id/books?id=xSRwAAAAMAAJ&q}}</ref>{{rp|15}}
 
== Lokasi ==
[[Berkas:Prasasti Ciaruteun-Museum Sejarah Jakarta.JPG|thumbjmpl|250px|rightka|Salinan Prasasti Ciaruteun di [[Museum Sejarah Jakarta]].]]
Prasasti Ciaruteun terletak di Desa [[Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor|Ciaruteun Ilir]], kecamatan [[Cibungbulang, Bogor|Cibungbulang]], [[Kabupaten Bogor]]; tepatnya pada koordinat 6°31’23,6” [[Lintang Selatan|LS]] dan 106°41’28,2” [[Bujur Timur|BT]]. Lokasi ini terletak sekitar 19 kilometer sebelah Barat Laut dari pusat kota [[Bogor]].
 
 
== Penemuan ==
Pada tahun 1863 di [[Hindia Belanda]], sebuah batu besar dengan ukiran aksara purba dilaporkan ditemukan di dekat Tjampea (Ciampea), tak jauh dari Buitenzorg (kini Bogor). Batu berukir itu ditemukan di Kampung Muara, di aliran sungai Ciaruteun, salah satu anak [[sungai Cisadane]].<ref name="Zahorka"/>{{rp|15}} Segera pada tahun yang sama, Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) di Batavia. Akibat banjir besar pada tahun 1893 batu prasasti ini terhanyutkan beberapa meter ke hilir dan bagian batu yang bertulisan menjadi terbalik posisinya ke bawah. Kemudian pada tahun 1903 prasasti ini dipindahkan ke tempat semula.
 
Pada tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat dan memindahkan prasasti batu ini agar tidak terulang terseret banjir bandang. Selain itu prasasti ini kini dilindungi bangunan pendopo, untuk melindungi prasasti ini dari curah hujan dan cuaca, serta melindunginya dari tangan jahil. Replika berupa cetakan resin dari prasasti ini kini disimpan di tiga museum, yaitu [[Museum Nasional Indonesia]] dan [[Museum Sejarah Jakarta]] di Jakarta dan [[Museum Sri Baduga]] di Bandung.<ref name="Zahorka"/>{{rp|16}}
 
== Isi ==
[[FileBerkas:Ciaruteun 140101-0086 cia.JPG|thumbjmpl|250px|rightka|Tulisan pada batu prasasti yang asli di tempatnya yang baru di [[Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor|Ciaruteun Ilir]] ]]
Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara [[Pallawa]] yang disusun dalam bentuk seloka [[bahasa Sanskerta]] dengan metrum Anustubh yang terdiri dari empat baris dan pada bagian atas tulisan terdapat pahatan sepasang telapak kaki, gambar umbi dan sulur-suluran (pilin) dan [[laba-laba]].<ref>Bandingkan E.E. McKinnon. "Prasasti Ciaruteun: suatu teka-teki, laba-laba atau lambang Sri?" [http://repositori.perpustakaan.kemdikbud.go.id/1318/1/kalpataru%2012.pdf ''Kalpataru'' '''12''':1-6], 1996</ref>
 
'''Teks''':</BR>
* [[Aksara Melayu]]-->
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
== Rujukan ==
# H.P. Hoepermans “Hindoe-Oudheden van Java 1864-1867”. ''ROD'' 1913:75
# J.F.G. Brumund “Bijdragen tot de kennis van het Hindoeisme op Java” [https://archive.org/stream/verhandelingenv331868bata#page/n85/mode/2up ''VBG'' '''XXXIII''' 1868:64]
# A.B. Cohen Stuart “Heilige Voetsporen op Java” [http://booksandjournals.brillonline.com/content/journals/22134379/22/1 ''BKI'' '''XXII'''(1)]:163–170; juga dalam bahasa Inggris berjudul: “Sacred Footprints in Java” ''Indian Antiquary'' IV. 1875:355-dst
# D. bvan Hinloopen Labberton “Ueber di Bedeutung der Spinne in der Indischen Literatuur” ''Zeitschrift der Deutschen Morgenlandischen Gesselschaft''. 66. 1912:601
# H. Kern “Over de Sanskrit-Opschriften van Jambu (Batavia) (± 450 A.D), ''Verspreide Geschriften'' [https://archive.org/stream/in.ernet.dli.2015.69429#page/n15/mode/2up '''VII'''. 1917:4-5].
# J.Ph. Vogel “the Earliest Sanskrit Inscription of Java” ''POD''. I. 1925:21-24. Plate 28-29
# N.J. Krom “Inventaris der Hindoe-oudheden” ''ROD''. 1914, 1915:30 (di dalam keterangan atau catatan nomor 61)
# R.M.Ng. Poerbatjaraka ''Riwayat Indonesia'' I 1952:12
# L.Ch. Damais “Les Ecritures d’Origine Indienne en Indonesie et dans le Sud-Est Asiatique Continental” ''BSEI''. '''XXX'''(4). L955:365-382. Khususnya prasasti Ciaruteun.
# Bambang Soemadio (''et al''. editor) ''Sejarah Nasional Indonesia'' II, Jaman Kuna. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1975:39-40; 1984:40