Kereta api Turangga: Perbedaan revisi

10 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
Perjalanan sejauh 699 km ditempuh dalam waktu sekitar 12,5-13 jam dan berhenti di [[Stasiun Bandung]], [[Stasiun Cipeundeuy|Cipeundeuy]], [[Stasiun Tasikmalaya|Tasikmalaya]], [[Stasiun Banjar|Banjar]], [[Stasiun Kroya|Kroya]], [[Stasiun Sumpiuh|Sumpiuh]] (hanya KA 49),[[Stasiun Kutoarjo|Kutoarjo]], [[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]], [[Stasiun Solo Balapan|Solo Balapan]], [[Stasiun Madiun|Madiun]], [[Stasiun Wilangan|Wilangan]] (hanya KA 49) [[Stasiun Nganjuk|Nganjuk]], [[Stasiun Kertosono|Kertosono]], [[Stasiun Jombang|Jombang]], [[Stasiun Mojokerto|Mojokerto]], dan terakhir [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]].
 
Kereta api dengan desain layanan kelas Eksekutif Satwa ini menawarkan alternatif perjalanan Surabaya menuju Bandung dan sebaliknya pada sore hari, sementara untuk perjalanan pada pagi hari dari Surabaya menuju Bandung dan sebaliknya dilayani oleh [[keretaKereta api Argo Wilis]] (NDAMIFD), sebuah kereta api kelas Eksekutif Argo yang beroprasi di jalur luar Jakarta.
 
Kereta Api Ekspres Malam Turangga berangkat dari Stasiun Bandung (BD) pada pukul 19.30 WIB dan dari Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) pada pukul 16.30 WIB. Rangkaian KA Turangga terdiri dari 7 kereta penumpang kelas Eksekutif, ada yang memiliki kaca (seperti) pesawat dan yang memiliki kaca lebar (K1), 1 kereta makan (KM1/M1), 1 gerbong pembangkit (P), dan 1 gerbong bagasi (B).