Bunglon (sinetron): Perbedaan revisi

45 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
| bgcolour = #CCCCCC
| show_name = Bunglon
| image = Sinetron Bunglon.jpg
| caption = Poster
| format = [[Sinetron]]
| creator = [[Rapi Films]]
| developer =
| presenter =
| starring = [[Fauziah Alatas]]<br />[[Doly Indra Permana]]<br />[[Cynthia Apsari]]<br />[[Muhammad Amien|Om Jin]]<br />[[Arini Astari]]<br />[[Kukuh Adirizky]]<br />[[Heliya S]]<br/>[[Yudi Lifa]]<br/>[[Berliana Febrianti]]
| voices =
| narrated =
| tv_com_id =
}}
'''''Bunglon''''' merupakan sebuah [[sinetron]] yang ditayangkan di [[SCTV]] sejak tahun [[2004]]. Pemain utama di sinetron ini ialah [[Fauziah Alatas]], [[Doly Indra Permana]], [[Cynthia Apsari]], [[Muhammad Amien|Om Jin]], [[Arini Astari]], [[Kukuh Adirizky]], [[Heliya S]], [[Yudi Lifa]], [[Berliana Febrianti]], dan masih banyak lagi. Jumlah episodenya adalah 4. Sinetron ini diproduksi oleh [[Rapi Films]]. Sinetron ini mendapat kecaman dari masyarakat dan enam [[lembaga swadaya masyarakat]] (LSM) karena dinilai tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, sehingga penayangan sinetron ini telah dihentikan.
 
== Sinopsis ==
 
== Penerimaan ==
''Bunglon'' memperoleh kecaman dari masyarakat karena ceritanya yang terlalu mengada-ada, menjungkirbalikkan norma kehidupan dan pola pengasuhan, dan menonjolkan nilai-nilai [[antisosial]].<ref name="SuaraMerdeka"/> Di dalam sinetron ini, remaja perempuan digambarkan sebagai pelaku dan korban kekerasan, dan kekerasan yang ditunjukkan menjurus ke arah tindak kriminal serta terjadi di dalam rangkaian kekerasan yang tidak ada putusnya.<ref name="Santoso2012">{{cite journal|last=Santoso|first=Widjajanti M.|url=http://jurnal.bakrie.ac.id/index.php/Journal_Communication_spectrum/article/view/40/29|title=Konstruksi Remaja Perempuan di Sinetron|journal=Journal Communication Spectrum|volume=2|issue=1|pages=84–99|date=Februari–Juli 2012|accessdate=18 Juli 2018}}</ref> Terdapat adegan [[pelecehan seksual]] yang ditampilkan tanpa resistansi dan bahkan digambarkan sebagai perilaku yang layak.<ref name="Santoso2012"/> Enam [[lembaga swadaya masyarakat]] (LSM) anak dan remaja, yaitu [[Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia]] (YKAI), [[Aliansi Masyarakat Anti Pornografi]] (AMAP), [[Kritis Media untuk Anak]] (KIDIA), [[Media Ramah Keluarga]] (Marka), [[Media Watch and Consumer Center]] (MWCC), dan [[Yayasan Kita dan Buah Hati]] mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan penayangan sinetron ini.<ref>{{cite journal|title=Belajar dari "sinetron bunglon" perlunya regulasi penyiaran|journal=Jurnal Perempuan: Untuk Pencerahan dan Kesetaraan|issue=37|page=44|date=September 2004|url=https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&id=45373&src=a}}</ref> Ini merupakan salah satu kasus resistensi masyarakat yang jarang terjadi pada industri sinetron di Indonesia.<ref name="Santoso2012"/> Oleh karena itu, penayangan sinetron ini telah dihentikan.<ref name="SuaraMerdeka"/>
 
== Referensi ==