Buka menu utama

Perubahan

2.819 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
sistem kamar
=== Pimpinan ===
{{lihat pula|Daftar Ketua Mahkamah Agung Indonesia}}
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004, Pimpinan Mahkamah Agung terdiri dari seorang ketua, 2 (dua) wakil ketua, dan beberapa orang ketua muda. Wakil Ketua Mahkamah Agung terdiri atas wakil ketua bidang yudisial dan wakil ketua bidang nonyudisial. wakilWakil ketua bidang yudisial yang membawahi ketua muda perdata, ketua muda pidana, ketua muda agama, dan ketua muda tata usaha negara sedangkan wakil ketua bidang nonyudisial membawahi ketua muda pembinaan dan ketua muda pengawasan.<ref>[http://sipuu.setkab.go.id/puu/buka_puu/306/UU%20NO%205%20TH%202004.pdf Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung]</ref>
 
Dengan adanya penerapan sistem kamar di Mahkamah Agung, pada tahun 2013 nomenklatur unsur Pimpinan Mahkamah Agung RI berubah berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 50A/KMA/SK/IV/2013.<ref>{{Cite web|url=https://jdih.mahkamahagung.go.id/index.php?option=com_remository&Itemid=46&func=download&id=3334&chk=5a45ceeaed46f9642ede8b225cb0bbf3&no_html=1|title=Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 050A/KMA/SK/IV/2013|last=|first=|date=1 April 2013|website=jdih.mahkamahagung.go.id|publisher=Mahkamah Agung RI|access-date=4 Juli 2018}}</ref> Berikut perubahan nomenklatur tersebut:
Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung, dan diangkat oleh Presiden.
{| class="wikitable"
 
|+
Pada tanggal [[8 Februari]] [[2012]], [[Hatta Ali]] terpilih menjadi Ketua MA, menggantikan [[Harifin A. Tumpa]], dengan mendapatkan suara mayoritas yaitu 28 suara dari 54 hakim agung. Urutan kedua, Ahmad Kamil 15 suara, Abdul Kadir Mappong 5 suara dan M Saleh 3 suara dan Paulus Effendi Lotulung 1 suara dan suara tidak sah 3 orang <ref>[http://www.detiknews.com/read/2012/02/08/102534/1837024/10/hatta-ali-terpilih-jadi-ketua-ma?nd992203605 Artikel:"Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA " di detik.com]</ref>.
!No
!Nomenklatur Lama
!Nomenklatur Baru
|-
|1
|[[Daftar Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia|Ketua Mahkamah Agung]]
|Tetap
|-
|2
|[[Daftar Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia|Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial]]
|Tetap
|-
|3
|[[Daftar Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia|Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Nonyudisial]]
|Tetap
|-
|4
|Ketua Muda Perdata
|Ketua Kamar Perdata
|-
|5
|Ketua Muda Pidana
|Ketua Kamar Pidana
|-
|6
|Ketua Muda Agama
|Ketua Kamar Agama
|-
|7
|Ketua Muda Militer
|Ketua Kamar Militer
|-
|8
|Ketua Muda Tata Usaha Negara
|Ketua Kamar Tata Usaha Negara
|-
|9
|Ketua Muda Pembinaan
|Ketua Kamar Pembinaan
|-
|10
|Ketua Muda Pengawasan
|Ketua Kamar Pengawasan
|}
 
=== Hakim Anggota ===
| align="right"|1.388
|}
 
== Sistem Kamar ==
Sejak Tahun 2011 melalui Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 142/KMA/SK/IX/2011, Mahkamah Agung telah memberlakukan sistem kamar. Dengan sistem ini hakim agung dikelompokkan ke dalam lima kamar yaitu perdata, pidana, agama,tata usaha negara dan militer. Hakim agung masing-masing kamar pada dasarnya hanya mengadili perkara-perkara yang termasuk dalam lingkup kewenangan masing-masing kamar. <ref>{{Cite web|url=https://www.mahkamahagung.go.id/id/artikel/2141/sistem-kamar-dalam-mahkamah-agung-upaya-membangun-kesatuan-hukum-profdrtakdir-rahmadi-sh-llm|title=Mahkamah Agung Republik Indonesia|last=RI|first=Team Mahkamah Agung|website=www.mahkamahagung.go.id|language=id|access-date=2018-07-04}}</ref> Konsep Sistem Kamar ini diadopsi dari Sistem Kamar yang selama ini diterapkan di Hoge Raad (Mahkamah Agung) Belanda.<ref>{{Cite news|url=http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt58aae7e17b362/mengenal-sistem-kamar-di-ma|title=Mengenal ‘Sistem Kamar’ di MA|newspaper=hukumonline.com|language=en|access-date=2018-07-04}}</ref>
 
Penerapan sistem kamar sangat mempengaruhi produktivitas penanganan perkara di Mahkamah Agung. Berdasarkan data sisa tunggakan perkara sejak enam tahun terakhir, tercatat terus mengalami penurunan. Terlebih jika dibandingkan dengan sisa tunggakan pada tahun 2012 yang mencapai 10.112 perkara sehingga dalam kurun waktu enam tahun Mahkamah Agung telah mengurangi lebih dari 86 persen sisa perkara. Bahkan sisa perkara pada 2017 menjadi yang terendah sepanjang sejarah, yakni sebanyak 1.388 perkara.<ref>{{Cite news|url=https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/03/01/p4wlx5428-ma-klaim-produktivitas-pemutusan-perkara-2017-tertinggi|title=MA Klaim Produktivitas Pemutusan Perkara 2017 Tertinggi {{!}} Republika Online|newspaper=Republika Online|access-date=2018-07-04}}</ref>
 
== Lihat pula ==
3.836

suntingan