Buka menu utama

Perubahan

1 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Pada 25 April 2015, gempa bumi 7,8 SR terjadi di Nepal.<ref>{{cite news |author1=Corinne Cathcard |author2=Emily Shapiro |publisher=ABC News |agency=Associated Press |date=25 April 2015 |accessdate=26 April 2015 |title=Nepal Earthquake: Death Toll Jumps Over 1,800|url=http://abcnews.go.com/International/hundreds-dead-massive-earthquake-strikes-nepal/story?id=30577374}}</ref> Dua bulan kemudian, di tanggal 12 Mei, kembali terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,3 SR, yang memakan korban meninggal sebanyak 8.500 orang dan korban cedera 21.000 orang.<ref>{{cite news|title=Nepal earthquake death toll reaches 8,635, over 300 missing|url=http://indianexpress.com/article/world/neighbours/nepal-earthquake-death-toll-reaches-8635-over-300-missing/|accessdate=21 October 2016|work=The Indian Express|date=23 May 2015}}</ref>
 
Pada tanggal 20 September 2015, konstitusi baru, ''[[Konstitusi Nepal]] 2015"'' ({{lang-ne|नेपालको संविधान २०७२}}) disampaikan Presiden [[Ram Baran Yadav]] di Majelis Konstituen. Majelis ini kemudian dijadikan parlemen legislatif oleh ketua majelis pada saat itu. Konstitusi Nepal yang baru praktis mengubah Nepal menjadi sebuah republik demokratik federal dengan 7 negara bagian yang belum bernama.
 
Pada bulan Oktober 2015, [[Bidhya Devi Bhandari]] dinominasikan sebagai presiden perempuan pertama.<ref>{{cite web|title = Nepal just elected its first female president|url = http://qz.com/535260/nepal-just-elected-its-first-female-president/|website = Quartz|accessdate = 28 October 2015}}</ref>