Buka menu utama

Perubahan

16 bita ditambahkan, 11 bulan yang lalu
Perbaikan pengetikan
{{referensi}}Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari ([[Bahasa Arab]] ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: [[873]]- wafat: [[935]]), atau lebih dikenal sebagai Imam Asy'ari merupakan seorang pakar akidah yang berperan penting sebagai pemikir muslim sekaligus pendiri paham [[Asy'ariyah atau Asya'irah, mazhab akidah ahlussunnah wal jama'ah di samping mazhab Al-Maturidiyah dan Ath-Thahawiyah]]. Berbeda dengan mazhab fikih yang memiliki empat imam besar yang dianggap sebagai ahlussunnah wal jama'ah, yaitu Imam Syafi'i, Imam Hambali, Imam Maliki, dan Imam Hanafi, mazhab dalam ilmu akidah yang tergolong ahlussunnah wal jama'ah hanya ada tiga, yaitu Asy'ariyah (oleh Imam Abu Al-Hasan Al-Asy'ari), Al-Maturidiyah (oleh Imam Abu Mansur Al-Maturidi), dan Ath-Thahawiyah (oleh Imam Abu Ja'far Ath-Thahawi), namun pengikut mazhab Ath-Thahawi sangat sedikit, sehingga terkadang tidak disebutkan dan menyebabkan orang-orang awam mengira bahwa hanya ada mazhab Asy'ariyah dan Al-Maturidiyah, bahkan ada yang menyangka kalau mazhab Asy'ari adalah satu-satunya mazhab akidah ahlussunnah wal jama'ah. Hal itu dikarenakan Asy'ariyah adalah mazhab akidah terbesar sejak satu milenia terakhir dan paling banyak dianut oleh umat muslim, baik di Indonesia maupun dunia, bahkan dianut oleh ulama-ulama besar seperti Imam Nawawi (ulama fikih dan hadis, penulis kitab Riyadhus Shalihin), Ibnu Katsir (ulama tafsir, penulis Tafsir Ibnu Katsir), Imam Ghazali (ulama tasawuf, penulis kitab Ihya Ulumuddin), Imam As-Suyuthi (penulis kitab Asbabun Nuzul), dan Imam Bukhari (ulama hadis utama dalam dunia Islam, penulis kitab Shahih Bukhari), serta beberapa imam mazhab fikih maupun ulama hadis lainnya, sehingga beliau dianggap sebagai imam para ahli hadis. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa kebanyakan ahli hadis dan bahkan hampir seluruh ulama menganut mazhab ini. Sudah lebih dari seribu tahun mazhab Asy'ariyah menyandang predikat ahlussunnah wal jama'ah dan inilah mazhab akidah mayoritas ulama serta umat muslim di seluruh penjuru dunia. Ajaran beliau yang menjadi ciri khas dari aliran Asy'ariyah yang paling terkenal adalah tentang pembagian sifat Allah dan Nabi yang dikenal sebagai sifat 50, dimana Allah memiliki 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, dan 1 sifat ja'iz, sementara nabi memiliki 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil, dan 1 sifat ja'iz. Ajaran ini juga dikenal dengan sifat 20 ketika dinisbatkan kepada Allah. Meski dahulunya berasal dari golongan Mu'tazilah, beliau meninggalkan paham-paham Mu'tazilah (seperti mendahulukan akal daripada dalil dalam Al-Qur'an dan Hadis; menganggap Al-Qur'an sebagai makhluk; mengafirkan pelaku dosa besar; dan memungkiri kemungkinan melihat Allah karena beranggapan bila melihat Allah adalah mungkin, maka Allah bertempat) lalu kembali kepada manhaj ahlussunnah wal jama'ah dan menghancurkan Teologi Mu'tazilah.
 
Latar Belakang
Pengguna anonim