Penyembahan berhala: Perbedaan revisi

825 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
←Suntingan Dalian16 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Arifin.wijaya
k (←Suntingan Dalian16 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Arifin.wijaya)
Tag: Pengembalian
'''Penyembahan berhala''' adalah istilah merendahkan untuk pemujaan berhala, benda fisik seperti [[gambar kultus]], sebagai [[dewa]],<ref>http://mw2.merriam-webster.com/dictionary/idolatry</ref> atau praktik diyakini hampir pada ibadah, seperti memberikan kehormatan yang tidak semestinya dan memperhatikan bentuk membuat selain Tuhan.<ref>''Catechism of The Catholic Church'', passage 2113, pp.460, Geoffrey Chapman, 1999</ref> Dalam [[agama Abrahamik]] semua penyembahan berhala adalah sangat dilarang, meskipun dilihat sebagai apa yang merupakan penyembahan berhala mungkin berbeda di dalam dan di antara mereka. Dalam agama-agama lain penggunaan gambar kultus diterima, meskipun istilah "penyembahan berhala" tidak mungkin digunakan dalam agama, yang pada dasarnya tidak setuju. Gambar, ide, dan objek merupakan penyembahan berhala seringkali menjadi masalah perdebatan yang cukup besar, dan di dalam semua agama Abrahamik istilah ini dapat digunakan dalam pengertian yang sangat luas, dengan tidak ada implikasi bahwa perilaku menentang untuk benar-benar merupakan dari penyembahan religius dari objek fisik.
 
Alkitab tidak menyetujui penggunaan patung sebagai sarana untuk menghampiri Allah dalam doa. Ia tidak mentoleransi pencampuran antara praktek penyembahan berhala dan ibadat sejati. Yehuwa tidak mau berbagi kemuliaan dengan patung ukiran. "Akulah Yehuwa. Itulah nama-Ku; Aku tidak membagi kemuliaan-Ku dengan siapa pun, Ataupun pujian untuk-Ku kepada patung ukiran." (Yesaya 42:8)
 
”Patung-patung tidak dikenal dalam ibadat umat Kristen yang mula-mula . . . Diterimanya patung-patung ke dalam gereja pada abad ke-4 dan ke-5 dibenarkan atas dasar teori bahwa orang yang kurang pengetahuan bisa mempelajari fakta Kekristenan dengan lebih baik melalui patung daripada melalui khotbah atau buku.”—Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, oleh McClintock dan Strong, Jilid 4, halaman 503 dan 504.
 
== Referensi ==