Parahyangan: Perbedaan revisi

87 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
←Suntingan Radiansyahakma (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh HsfBot
k (←Suntingan Radiansyahakma (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh HsfBot)
Tag: Pengembalian
'''Priangan''' atau '''Parahyangan''' sering diartikan sebagai tempat para ''rahyang'' atau ''[[hyang]]''. Masyarakat [[Orang Sunda|Sunda]] kuno percaya bahwa [[roh]] [[leluhur]] atau para [[dewa]] menghuni tempat-tempat yang luhur dan tinggi, maka wilayah pegunungan dianggap sebagai tempat hyang bersemayam. Berasal dari gabungan kata ''pa-rahyang-an''; ''pa'' menunjukkan bentuk awalan pa dalam basa Sunda yang bermakna tempat, ''Rahyang'' atau ''hyang'' atau ''yang'' adalah sebutan untuk raja agung atau dewa, sedangkan akhiran ''-an'' menunjukkan bentuk kata benda dari kata 'Parahyangan' yang berarti 'tempat dewa-dewa'. Awalan Pa juga diserap oleh Bahasa Indonesia menjadi Pe. Contoh lain dalam Basa Sunda nama tempat Palimanan (berarti tempat gajah, liman=gajah) karena dilokasi itu ada tempat perawatan gajah untuk pasukan kerajaan. Padurenan sebuah tempat di Bekasi juga punya makna yang sama. Lidah Jakarta melafalkannya menjadi Pedurenan, Patukangan jadi Petukangan, Patagogan jadi Petogogan, dan lain-lain.{{Citation needed|date=June 2010}}, jadi Parahyangan berarti tempat para hyang bersemayam. Sejak zaman Kerajaan Sunda, wilayah jajaran pengunungan di tengah Jawa Barat dianggap sebagai kawasan suci tempat hyang bersemayam. Menurut legenda Sunda, tanah Priangan tercipta ketika para dewa tersenyum dan mencurahkan semua berkah dan restunya. Kisah ini bermaksud untuk menunjukkan keindahan dan kemolekan alam Tatar Sunda yang subur dan makmur.
 
==[[Purwakarta, Purwakarta|Geografi]] ==
Wilayah Priangan di Jawa Barat saat ini mencakup Kabupaten [[Sukabumi]], Cianjur, Bandung, [[Bandung Barat]], [[Majalengka]], [[Sumedang]], Garut, Tasikmalaya, [[Pangandaran]], dan Ciamis, yang luasnya mencapai sekitar seperenam [[pulau Jawa]] (kurang lebih 21.524 km persegi). Bagian utara Priangan berbatasan dengan [[Bogor]], [[Karawang]], [[Purwakarta]], [[Subang]] dan [[Indramayu]]; sebelah selatan dengan [[Samudera Hindia]]; dengan [[Jawa Tengah]] di sebelah timur dibatasi oleh sungai [[Ci Sanggarung]] dan [[Ci Tanduy]]; di barat berbatasan dengan [[Kabupaten Lebak]] ([[Banten]]).
 
Sebagian besar relief tanah daerah Priangan merupakan dataran tinggi, perbukitan dan rangkaian gunung: Gunung Gede, [[Gunung Pangrango]] (Perbatasan Cianjur dan Sukabumi), [[Gunung Ciremai]] (berbatasan dengan [[Kabupaten Kuningan]]), Gunung Bangkok (Purwakarta ) [[Gunung Kancana]], [[Masigit|Gunung Masigit]] (Cianjur), [[Gunung Salak]], [[Gunung Halimun]] (berbatasan dengan Banten); [[Gunung Tangkuban Perahu]], [[Gunung Burangrang]], [[Malabar|Gunung Malabar]], [[Gunung Bukit Tunggul]] (Bandung); [[Gunung Tampomas]], [[Gunung Calancang]], [[Gunung Cakra Buana]] (Sumedang); [[Gunung Guntur]], [[Gunung Haruman]], [[Gunung Talagabodas]], [[Gunung Karacak]], [[Gunung Galunggung]] (Garut); [[Gunung Cupu]], [[Gunung Cula Badak]], [[Gunung Bongkok]] (Tasikmalaya); [[Gunung Syawal]] (Ciamis). Dikarenakan bentang alamnya yang kaya akan rangkaian gunung berapi dan banyak dialiri sungai, wilayah Priangan adalah wilayah yang sangat subur.
 
== Sejarah ==