Layar tanja: Perbedaan revisi

703 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Layar tanja dapat dikenali dengan desainnya yang miring. Muka layar simetris dan sebagian besar daerahnya memanjang ke samping, bukan ke atas seperti layar lug.
 
Buku abad ke-3 berjudul"''Hal-Hal Aneh dari Selatan''" (南州異物志) yang ditulis oleh Wan Chen (萬震) menjelaskan kapal-kapal besar yang berasal dari ''K'un-lun'' (Negara Selatan, [[Jawa]] atau [[Sumatera]]). Kapal-kapal itu disebut ''[[Djong (kapal)|K'un-lun po]]'' (atau ''K'un-lun bo''). Ia menjelaskan desain layarnya sebagai berikut:{{Quote|text=Keempat layar itu tidak menghadap ke depan secara langsung, tetapi diatur secara miring, dan diatur sedemikian rupa sehingga semuanya dapat diperbaiki ke arah yang sama, untuk menerima angin dan menumpahkannya. Layar-layar yang berada di belakang angin paling banyak menerima tekanan angin, melemparkannya dari satu ke yang lain, sehingga mereka semua mendapat keuntungan dari kekuatannya. Jika sedang badai, (para pelaut) mengurangi atau memperbesar permukaan layar sesuai dengan kondisi. Layar miring ini, yang memungkinkan layar untuk menerima angin dari satu dan lainnya, menghindarkan kecemasan yang terjadi ketika memiliki tiang tinggi. Dengan demikian kapal-kapal ini berlayar tanpa menghindari angin kencang dan ombak besar, dengan itu mereka dapat mencapai kecepatan tinggi.|text=The four sails do not face directly forward, but are set obliquely, and so arranged that they can all be fixed in the same direction, to receive the wind and to spill it. Those sails which are behind the most windward one receiving the pressure of the wind, throw it from one to the other, so that they all profit from its force. If it is violent, (the sailors) diminish or augment the surface of the sails according to the conditions. This oblique rig, which permits the sails to receive from one another the breath of the wind, obviates the anxiety attendant upon having high masts. Thus these ships sail without avoiding strong winds and dashing waves, by the aid of which they can make great speed.|sign=Wan Chen|source=<ref>"''Strange Things of the South''", Wan Chen, from Robert Temple</ref>}}
[[Berkas:Borobudur_ship.JPG|jmpl|[[Kapal Borobudur]]]]
Gambaran dari layar tanja dapat dilihat pada beberapa ukiran dari abad ke-9 di candi Borobudur. Bangsa Cina, Arab dan Eropa semasa pelayaran awal berbicara tentang layar tanja sebagai layar khas dari "Pulau-Pulau di Bawah Angin".
 
== Kegunaan ==
Selama dekade terakhir beberapa ekspedisi dengan kapal berlayar tanja telah membuktikan kemampuan mereka - misalnya perjalanan dari replika kapal Borobudur sepanjang sejarah rute perdagangan Samudra Hindia dari Indonesia ke [[Madagaskar]] [[Ghana]], dan mungkin mencapai sejauh [[Brasil]].<ref>Cartas de Afonso de Albuquerque, Volume 1, hal. 64, 1 April, 1512</ref> Jenis kapal yang paling terkenal dengan layar tanja adalah perahu padewakang dari Sulawesi Selatan. Antara akhir abad ke-16 sampai awal abad ke-20 mereka secara rutin berlayar ke pantai utara Australia untuk mencari [[teripang]]. Dalam publikasi  Belanda abad lalu ada gambar padewakang dengan layar penuh yang berjudul "Sebuah kapal bajak laut [[Sulawesi]] di [[Teluk Persia]]". Saat ini, layar ini hanya digunakan pada kapal nelayan kecil.<ref>''2004 Horst H. Liebner, Malayologist, Staf Ahli dari Badan Kelautan dan Perikanan Penelitian, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. '' </ref>
 
== Lihat juga ==