Buka menu utama

Perubahan

586 bita dihapus, 11 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Mulai tahun pelajaran 2011/2012, SMA Negeri 1 Wates telah dipercaya menjadi sekolah pendidikan karakter, sesuai dengan pernyataan pendidik, tenaga pendidik dan siswa yang dinyatakan pada upacara pembukaan tahun pelajaran 2011/2012 yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2011.
 
==Profil Sekolah ==
SMA Negeri 1 Wates berdiri pada tanggal 1 Agustus 1962. Sebagai sekolah terkemuka di Kabupaten Kulon Progo yang telah dipercaya masyarakat, SMA Negeri 1 Wates selalu berusaha menunjukkan kualitas dan kuantitas baik prestasi siswa, tenaga, maupun fasilitas untuk meraih prestasi dalam bidang akademik dan nonakademik. Kelulusan bukan satu-satunya tujuan pendidikan kami, namun juga diterimanya lulusan kami ke beberapa perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang kita cintai ini.
Program pendampingan, pembekalan dan pengenalan tentang berbagai prospek dan perspektif jurusan sesuai program yang dipilih siswa, selalu dilakukan secara terus-menerus. Bahkan, kedekatan segenap warga sekolah menjadikan langkah paling tepat dalam berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Didorong oleh keyakinan dan rasa tanggung jawab yang besar, SMA Negeri 1 Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta berusaha meningkatkan pelayanan dengan pendampingan belajar sesuai Program Reguler IPA, Reguler IPS dan Akselerasi. Mulai tahun pelajaran 2009/2010, SMA Negeri 1 Wates dipercaya untuk melaksanakan Sekolah Kategori Mandiri (SKM) demi mendukung suksesnya pendidikan nasional. Mulai tahun pelajaran 2011/2012, SMA Negeri 1 Wates telah dipercaya menjadi sekolah pendidikan karakter, sesuai dengan pernyataan pendidik, tenaga pendidik dan siswa yang dinyatakan pada upacara pembukaan tahun pelajaran 2011/2012 yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2011.
 
Visi:
 
==Sejarah Singkat ==
Unggul dalam berbagai bidang dengan dilandasi Iman dan Taqwa
 
Misi:
 
1. Melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan yang efektif dan efisien yang menghasilkan siswa dapat berkembang diberbagai bidang.
 
2. melaksanakan managemen partisipasif sehingga terwujud MPMBS.
 
3. Memfasilitasi siswa dalam mengembangkan diri sehingga berprestasidengan dilandasi iman dan taqwa.
 
4. Mengimplementasikan ajaran agama dalam keseharian disekolah.
 
5. Mengimplementasikan budaya bangsa dalam tata pergaulan kesehariaan disekolah.
 
Sejarah Singkat
 
Pada awal tahun 1959, di daerah swantantra Tingkat II Kulon Progo
bertugas untuk mendirikan Sekolah Menengah Atas di Kulon Progo. Panitia
tersebut ditangani oleh Dewan Pemerintah Daerah, Daerah Swatantra Tingkat II Kulon Progo. Adapun Panitia tersebut terdiri dari<nowiki> </nowiki>:
# Bapak Projo Sukarto seorang wedono Kantor Kabupaten Kulon Progo
# Bapak Wiro Sarjono Broto, selaku Kepala Jawatan Penilik Masyarakat Kulon Progo,
# Bapak R. Maryono Martosusanto, direktur SGA Negeri Wates.
 
Panitia tersebut bekerja dengan gigih sehingga
Panitia tersebut bekerja dengan gigih sehingga membuahkan hasil yang cukup membanggakan yaitu pada tanggal 1 September 1961, terbentuklah SMA Persiapan Negeri Wates. Karena baru terbentuk sekolah tersebut belum memiliki gedung untuk tempat kegiatan belajar mengajar. Pada awal berdirinya, Sekolah menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 3 kelas, dengan tempat belajar mengajar menyewa rumah bapak H. Adnan (pengusaha sukses masa itu) yang tempat tersebut sekarang digunakan untuk dealer motor Suzuki Jambu Motor, putra mediang Bapak H. Adnan. Tahun berikutnya tempat belajar bagi murid kelas 1 dan kelas 2
membuahkan hasil yang cukup membanggakan yaitu pada tanggal 1 September
menumpang pada SD Percobaan IV Wates, dan SD Kanisius Wates dengan waktuwaktubelajar masuk siang.
1961, terbentuklah SMA Persiapan Negeri Wates. Karena baru terbentuk
sekolah tersebut belum memiliki gedung untuk tempat kegiatan belajar
mengajar. Pada awal berdirinya, Sekolah menerima pendaftaran siswa baru
sebanyak 3 kelas, dengan tempat belajar mengajar menyewa rumah bapak H. Adnan (pengusaha sukses masa itu) yang tempat tersebut sekarang
digunakan untuk dealer motor Suzuki Jambu Motor, putra mediang Bapak H. Adnan. Tahun berikutnya tempat belajar bagi murid kelas 1 dan kelas 2
menumpang pada SD Percobaan IV Wates, dan SD Kanisius Wates dengan waktu
belajar masuk siang.
 
Kepala Sekolah pada saat itu masih dirangkap oleh Bapak R. maryono Martosusanto yang juga Kepala SGA Negeri Wates. Pada awal pembukaannya SMA Persiapan Negeri Wates membuka 3 kelas untuk kelas I yaitu 1 kelas untuk jurusan bahasa atau kelas A; 1 kelas untuk jurusan ilmu pasti Alam atau kelas B, dan satu kelas untuk jurusan ilmu social atau kelas C. Sebagian gurunya adalah guru SGA Negeri Wates dan hanya tiga orang guru tidak tetap yang bukan dari SGA Negeri Wates yaitu guru Bahasa Jerman, guru Bahasa Indonesia dan guru bahasa Perancis.{{fact}}
Kepala Sekolah pada saat itu masih dirangkap oleh Bapak R.
maryono Martosusanto yang juga Kepala SGA Negeri Wates. Pada awal
pembukaannya SMA Persiapan Negeri Wates membuka 3 kelas untuk kelas I
yaitu 1 kelas untuk jurusan bahasa atau kelas A; 1 kelas untuk jurusan
ilmu pasti Alam atau kelas B, dan satu kelas untuk jurusan ilmu social
atau kelas C. Sebagian gurunya adalah guru SGA Negeri Wates dan hanya
tiga orang guru tidak tetap yang bukan dari SGA Negeri Wates yaitu guru
Bahasa Jerman, guru Bahasa Indonesia dan guru bahasa Perancis.
 
Dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri P dan K Republik
Indonesia tanggal 10 September 1962, nomor<nowiki> </nowiki>: 21/SK/B/III tentang pengambilalihan SMA Swasta menjadi sekolah Menengah Negeri Gaya Baru,
maka terhitung sejak tanggal 1 Agustus 1962 SMA Persiapan Negeri Wates, secara resmi berubah statusnya menjadi SMA Negeri Wates. Berdasarkan cap sekolah pada saat itu, SMA Negeri Wates merupakan SMA Negeri ke-212 untuk seluruh Indonesia, sehingga SMA Negeri Wates dikenal sebagai SMA 212 atau kemudian berkembang dengan nama popular  menjadi SMA 212, atau SMA Casello atau SMA kalih setunggal loro. Pada waktu diresmikan jumlah
pengambilalihan SMA Swasta menjadi sekolah Menengah Negeri Gaya Baru,
kelasnya baru 4 buah kelas 1 gaya baru dan 3 kelas gaya lama yaitu kelas II A (bahasa); kelas IIB (Ilmu Pasti Alam), dan kelas II C (Ilmu-ilmu Pengetahuan sosial). Setelah resmi menjadi SMA negeri, mulailah mendapatkan penempatan guru-guru baik guru-guru pindahan dari luar. Daerah Istimewa Yogyakarta maupun guru-guru pengangkatan baru oleh pemerintah sehingga lambat laun semua guru dari SGA Negeri Wates sudah tidak ada yang mengajar di SMA Negeri Wates.
maka terhitung sejak tanggal 1 Agustus 1962 SMA Persiapan Negeri Wates, secara resmi berubah statusnya menjadi SMA Negeri Wates. Berdasarkan cap
sekolah pada saat itu, SMA Negeri Wates merupakan SMA Negeri ke-212
untuk seluruh Indonesia, sehingga SMA Negeri Wates dikenal sebagai SMA 212 atau kemudian berkembang dengan nama popular  menjadi SMA 212, atau
SMA Casello atau SMA kalih setunggal loro. Pada waktu diresmikan jumlah
kelasnya baru 4 buah kelas 1 gaya baru dan 3 kelas gaya lama yaitu kelas
II A (bahasa); kelas IIB (Ilmu Pasti Alam), dan kelas II C (Ilmu-ilmu Pengetahuan sosial). Setelah resmi menjadi SMA negeri, mulailah
mendapatkan penempatan guru-guru baik guru-guru pindahan dari luar
Daerah Istimewa Yogyakarta maupun guru-guru pengangkatan baru oleh
pemerintah sehingga lambat laun semua guru dari SGA Negeri Wates sudah tidak ada yang mengajar di SMA Negeri Wates.
-->