Moestopo: Perbedaan antara revisi

113 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
k (The original version was a roughly made translation of the English version of the page. It had many grammatical error and wrong information)
=== Revolusi Nasional ===
 
Setelah akhir Perang Dunia II, pada 17 Agustus 1945 Indonesia [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|memproklamirkan]] kemerdekaannya, Moestopo mempertahankanmengendalikan kontrol baru lahirkekuatan [[Tentara Nasional Indonesia|militer]] kekuatanyang baru di Surabaya dan secara paksa melucuti pasukan Jepang sementaradengan dipersenjataihanya dengandipersenjatai bambu runcing. Pada bulan Oktober tahun itu ia menyatakan dirinya Menterisebagai interimpejabat sementara Menteri Pertahanan. Pada tanggal 25 Oktober tahun itu, [[49 India Brigade Infanteri|Brigade Infanteri]] [[49 India Brigade Infanteri|India]] ke-49 di bawah komando Brigadir [[Aubertin Mallaby|Aubertin Walter Sothern Mallaby Aubertin]], tiba di kota itu,Surabaya. Mallaby mengirim kecerdasannya petugas intelijennya, Kapten Macdonald, untuk bertemu dengan Moestopo. Menurut laporan Macdonald, Moestopo adalahsangat beratkeberatan terhadapatas kedatangan pasukan Inggris.
 
Ketika pihak Inggris kemudian pergi kemenemui Gubernur Jawa Timur Soeryo[[Ario Soerjo|Soerjo]] untuk mencari respon yang lebih positif,. MoestopoPara dikabarkanutusan ingin para utusanInggris, yaitu Macdonald dan seorang perwira angkatan laut, ditembakmengabarkan padabahwa Moestopo menginginkan mereka ditembak saat kedatanganmereka datang. Soeryo,Akan bagaimanapuntetapi, terbukti setujuSoeryo denganmenerima deklarasi Inggris bahwa mereka datang dalam damai, ia hanya menolak bertemumenemui Mallaby padadi kapal HMS' Waveney. setelah Moestopo menolak untuk mengakui menerima Inggris.Pasukan Inggris mendarat di Surabaya pada sore hari itu, setelahkemudian Moestopo bertemu dengan Kolonel Pugh,. Pugh menekankan bahwa Inggris tidak berniat untuk mengembalikan kekuasaan Belanda, dan Moestopo setuju untuk bertemu dengan Mallaby keesokan harinya.
 
Pada pertemuan tersebut, Moestopo dengan enggan setujumenyetujui untuk melucutipelucutan pasukan Indonesia di kotaSurabaya. Namun, perasaansuasana segera memburuk segera. Sore itu, Moestopo mungkin telah dipaksa untuk membantu Mallaby dalam menyelamatkanmembebaskan kapten Belanda Huijer,. dan padaPada tanggal 27 Oktober, pesawat [[Douglas C-47 Skytrain]] dari ibukota di [[Jakarta|Batavia]] (harisaat modernini Jakarta) menjatuhkan serangkaian pamflet yang ditandatangani oleh Jenderal Douglas Hawthorn yang menuntut bahwapasukan Indonesia menyerahkan senjata mereka dalam waktu 48 jam atau dieksekusi. Karena ini bertentangan dengan kesepakatan dengan Mallaby, Moestopo dan sekutu-sekutunya tersinggung dengan tuntutan tersebut dan menolak untuk menghiburmengikuti permintaan Inggris. Pertempuran antarapecah pasukanpada berlangsungtanggal 28-30 Oktober setelah Moestopo mengatakan kepada pasukannya bahwa Inggris akan berusaha untuk melucuti paksa mereka, puncak pertempuran memuncakditandai dengan kematian Mallaby itu.
 
Ketika pasukanPihak Inggris kemudian meminta Presiden [[Soekarno]] mengganggu,untuk menengahi. Presiden mengambilSoekarno mengangkat Moestopo sebagai penasihat dan mengatakanmemerintahkan pasukan Indonesia untuk menghentikan pertempuran. Moestopo, yang tidak mau melepaskan perintah-Nyakendali atas pasukannya, memilih untuk pergi ke Gresik sebagai gantinya. Jadi, ketika [[Pertempuran Surabaya]] lanjutanterus berlanjut, Moestopo tidak lagi berkuasamengomandani pasukan di Surabaya. DenganPada Februari 1946, ketika tentara Belanda telah kembali ke Jawa, ia pergi ke [[Yogyakarta]] untuk bekerja sebagai pendidik militer, ia mengajar untukbeberapa waktusaat di akademi militer di sana.
 
Pada pertengahan 1946 Moestopo dikirim ke [[Kabupaten Subang|Subang]], di mana dia memimpin Pasukan Terate. Selain dari pasukan militer reguler, anggota Pasukan Terate di bawah Moestopo yang menyuruh juga termasukberanggotakan legiun pencopet dan pelacur yang bertugasdiberi tugas menyebarkan kebingungan dalamdan pengadaan danmengadakan pasokan dari belakang garis Belanda. Moestopo juga menjabat sebagai pendidik politik bagi pasukan militer di Subang. Pada Mei 1947, setelah menjalani periode sebagai kepala Biro Perjuangan di Jakarta, ia dipindahkan ke Jawa Timur setelah terluka dalam pertempuran dengan pasukan Belanda.
 
=== Kemudian Kehidupan ===
95

suntingan