Buka menu utama

Perubahan

1 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
Wacana pemekaran wilayah Kota Klaten menjadi sebuah pemerintahan kota sendiri terlepas dari kabupaten induknya sudah mulai bermunculan walau belum begitu menjamur, mengingat bekas kotif lain seperti Jember dan Purwokerto juga bergerak menuju terbentuknya daerah otonom baru. Sayangnya, pembangunan di Kota Klaten sejak era reformasi tidak begitu tampak. Perlu adanya pembangunan bersifat perkotaan untuk dapat mewujudkan Kota Klaten sebagai kota yang mandiri.
 
Kota Klaten juga menjadi salah satu penyumbang cikal bakal berdirinya [[Universitas Gadjah Mada]], karena beberapa fakultas di UGM seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi merupakan hasil leburan dari beberapa sekolah tinggi kesehatan di Kota Klaten, dengan laboratorium di RSUP Soeradji Tirtonegoro (dahulu RS Tegalyoso).<ref>{{citeQcite web|url=http://www.ugm.ac.id/content.php?page=0&display=2 |title=Sejarah UGM |publisher=ugm.ac.id}}</ref>
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM 'Fort 'Engelenburg' te Klaten Midden-Java' TMnr 10002108.jpg|jmpl|Fort Engelenburg pada masa [[Hindia Belanda]]]]
Saat zaman Hindia Belanda, Kota Klaten juga merupakan kota penting bagi pertahanan tentara Belanda. Benteng pertahanan dibangun di tengah kota, yang bernama [[Fort Engelenburg]]. Namun sekitar tahun 1920-an, benteng tersebut dihancurkan. Letak bekas benteng tersebut di Masjid Raya Klaten serta sebagian alun-alun Kota Klaten dan Plasa Klaten.