Penduduk asli Taiwan: Perbedaan revisi

72 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
(→‎Di bawah kekuasaan Belanda: tidak ada artikelnya)
 
=== Penguasaan Qing (1683–1895){{anchor|Penguasaan Qing}} ===
{{see also|Insiden Rover|Ekspedisi Formosa|Insiden Mudan (1871)|Invasi Jepang ke Taiwan (1874)|Kampanye Keelung|Pertempuran Tamsui}}
[[Berkas:BaksaFormosaHuntingParty1871b.jpg|thumb|Sebuah foto sekelompok pemburu penduduk asli dengan [[Anjing Pegunungan Formosa]] mereka di [[Distrik Muzha|Ba̍k-sa]], karya [[John Thomson (fotografer)|John Thomson]], 1871: "A Native Hunting Party Baksa Formosa 1871" 木柵原住民的狩獵祭典.]]
Setelah pemerintah [[Qing]] mengalahkan pasukan loyalis Ming yang meliputi keluarga Zheng pada 1683, sebagian Taiwan menjadi makin terintegrasi dalam Kekaisaran Qing.<ref>{{Harvcol|Teng|2004|pp=35–60}}</ref> Pasukan Qing menguasai wilayah barat yang sangat berpenduduk di Taiwan selama lebih dari dua abad, sampai 1895. Era tersebut dikarakteristikan dengan peningkatan jumlah Tionghoa Han di Taiwan, yang menimbulkan keteganggan sosial, peralihan hak milik (dalam berbagai arti) sebagian besar lahan dari penduduk asli ke Han, dan [[akulturasi]] yang hampir bulat terhadap [[Penduduk Asli Dataran Rendah Taiwan|Penduduk Asli Dataran Rendah]] ke kebiasaan Han Taiwan.