Buka menu utama

Perubahan

1.635 bita ditambahkan, 1 tahun yang lalu
k
== Bahasa Sanskerta di Indonesia ==
{{Artikel Utama|Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern}}
{{lihat juga|Nama Indonesia #Nama India dan Sansekerta}}
Di [[Indonesia]], Bahasa Sanskerta sangat berpengaruh penting dan sangat memiliki peran tinggi di dalam perbahasaan di Indonesia. Bahasa Sanskerta yang masuk ke Indonesia sejak ribuan tahun lalu (masa kerajaan Hindu-Buddha) datang dari India ke Indonesia melalui para kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada masa kuno ribuan tahun yang lalu di bumi Nusantara. Sangat banyak kata-kata dalam [[Bahasa Indonesia]] yang diserap dari Bahasa Sanskerta, contohnya dari kata '''bahasa''' भाषा (''bhāṣa'') itu sendiri berasal dari bahasa sanskerta berarti: "logat bicara". [[Bahasa Sanskerta]] juga yang digunakan di Indonesia terutama untuk semboyan-semboyan dan motto-motto instansi juga memiliki unsur [[India]] yang sangat kental, contohnya motto [[Akademi Militer]] Indonesia yang berbunyi '''"अधिकाऱ्या महत्व विर्य नगरभक्ति"''' - ''Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti'' yang berarti "seorang taruna/perwira mencapai ilmu dan pengetahuan dengan mengutamakan jiwa kesatria dan patriot untuk berbakti kepada negara" berasal dari peribhahasa India kuno. Ini membuktikan betapa kentalnya unsur India di Indonesia dari segala macam aspek terutama dalam berbahasa.
Bahasa [[Sansekerta]] telah lama hadir di [[Nusantara]] sejak ribuan tahun lalu, bahkan banyak nama [[orang Indonesia]] yang menggunakan nama-nama India atau Hindu (Sansekerta), meskipun tidak berarti bahwa mereka beragama Hindu. Ini karena pengaruh budaya India yang datang ke [[Nusantara]] sejak ribuan tahun yang lalu selama Indianisasi kerajaan-kerajaan Asia Tenggara (Hindu-Buddha), dan sejak itu, budaya India ini dilihat sebagai bagian dari budaya Indonesia, terutama dalam budaya Jawa, Bali, dan beberapa bagian dari Nusantara lainya. Dengan demikian, budaya Hindu atau India yang terkait di Indonesia hadir tidak hanya sebagai bagian dari agama, tetapi juga budaya. Akibatnya, adalah umum untuk menemukan orang-orang Indonesia Muslim atau Kristen dengan nama-nama yang bernuansa India atau Sansekerta. Tidak seperti nama-nama yang berasal dari bahasa Sansekerta dalam [[bahasa Thai]] dan [[Khmer]], pengucapan nama-nama Sansekerta dalam bahasa Jawa atau Indonesia mirip dengan pelafalan India asli, kecuali bahwa "v" diubah menjadi "w", contoh: "Vishnu" di India berubah menjadi "Wisnu" jika di Indonesia.
 
Di kawasan [[Nusantara]] khususnya di [[Indonesia]], Bahasa Sansekerta sangat berpengaruh penting dan sangat memiliki peran tinggi di dalam perbahasaan di Indonesia. Bahasa Sanskerta yang masuk ke Indonesia sejak ribuan tahun lalu (masa kerajaan Hindu-Buddha) datang dari India ke Indonesia melalui para kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada masa kuno ribuan tahun yang lalu di bumi Nusantara. Sangat banyak kata-kata dalam [[Bahasa Indonesia]] yang diserap dari Bahasa Sanskerta, contohnya dari kata ''"bahasa"'' '''भाषा''' (''bhāṣa'') itu sendiri berasal dari bahasa sanskerta berarti: "logat bicara". Bahkan banyak nama-nama lembaga, istilah, motto, dan semboyan di pemerintahan Indonesia menggunakan bahasa Sansekerta, seperti pangkat jenderal di Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), menggunakan kata "Laksamana" (dari tokoh [[Ramayana]] yang merupakan adik dari [[Rama]]). "[[Adipura|Penghargaan Adipura]]" yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada kota-kota di seluruh Indonesia dari pemerintah pusat untuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan juga menggunakan bahasa Sanskerta yaitu dari kata ''Adi'' (yang berarti "panutan") dan ''Pura'' (yang berarti "kota), menjadikan arti: "Kota Panutan" atau "kota yang layak menjadi contoh". Ada juga banyak motto lembaga-lembaga Indonesia yang menggunakan bahasa Sansekerta, seperti moto [[Akademi Militer]] Indonesia yang berbunyi "Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti" ('''अधिकाऱ्या महत्व विर्य नगरभक्ति'''), dan beberapa istilah-istilah lain dalam TNI juga menggunakan bahasa Sansekerta, contoh: "Adhi Makayasa", "Chandradimuka", "Tri Dharma Eka Karma", dll.
 
== Bahasa Sanskerta dalam beberapa aksara ==
878

suntingan