Agustinus Adisoetjipto: Perbedaan revisi

390 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
bahwa yang selamat berbeda
k (Bot: Perubahan kosmetika)
(bahwa yang selamat berbeda)
{{Redirect|Agustinus Adisoetjipto|kegunaan lain|Agustinus Adisoetjipto (disambiguasi)}}
{{Infobox officeholdermilitary person
|name = Agustinus Adisutjipto
|image = Adisutjipto.jpg
|birth_date = {{Birth date|1916|07|3}}
|death_date = {{Death date and age|1947|07|29|1916|07|3}}
|birth_place = {{negara|Belanda}} [[Salatiga]], [[Jawa Tengah]], [[Hindia Belanda]]
|death_place = {{negara|Indonesia}} [[Bantul]], [[Yogyakarta]], [[Indonesia]]
|placeofburial = [[Monumen Perjuangan TNI AU]]
|awards = [[Pahlawan Nasional Indonesia]]
|spouse = Rahayu
|children = Fransiskus Xaverius Adisusanto
|religion = [[Katolik]]
|allegiance = {{flag|Indonesia}}
|rank = [[Berkas:Pdu marsdatni komando.png|25px]] [[Marsekal Muda|Marsekal Muda TNI]] ([[Anumerta]])
|branch = [[Berkas:Lambang_TNI_AU.png|25px]] [[TNI Angkatan Udara]]
|unit = Korps Penerbang (Angkut)
|serviceyears = - 1947
|alma_mater =
|awards = [[Pahlawan Nasional Indonesia]]
}}
[[Berkas:Adisucipto+soedjono.jpg|jmplthumbnail|karight|Adisutjipto bersama HM Soedjono.]]
[[Marsekal Muda]] [[TNI]] ([[Anumerta]]) '''Agustinus Adisoetjipto''',<ref name="kompas">Koran Kompas Cyber Media, Sabtu 15 Juli 2000, ''Dipindah, Kerangka Jenazah Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh''</ref> ({{lahirmati|[[Kota Salatiga|Salatiga]], [[Jawa Tengah]]|3|7|1916|[[Kabupaten Bantul|Bantul]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta|Yogyakarta]]|29|7|1947}}) adalah seorang pahlawan nasional dan seorang komodor udara Indonesia. Ia adalah seorang penganut agama [[Katolik]].
 
== Pendidikan ==
Adisoetjipto mengenyam pendidikan GHS (''Geneeskundige Hoge School'') (Sekolah Tinggi Kedokteran) dan lulusan Sekolah Penerbang ''Militaire Luchtvaart'' di [[Kalijati, Subang]].
Sementara itu, di Lanud Maguwo, Kepala Staf S. Suryadarma telah menunggu kedatangan pesawat ini dan memerintahkan agar pesawat tidak perlu berputar-putar sebelum mendarat, untuk menghindari kemungkinan serangan udara terhadap pesawat tersebut. Ini mengingat bahwa di dalam pesawat, ada dua tokoh penting AURI, yakni A. Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh.
 
Saat telah mendekati Lanud Maguwo pada pukul 16.30, pesawat ini pun tetap berputar-putar untuk bersiap mendarat. Tiba-tiba dari arah utara, muncul dua pesawat [[Kittyhawk]]<ref>[http://www.angkasa-online.com/public/print/17/1/87.htm Angkasa Online No 1 Oktober 2006 Tahun XVII]''Para Sahabat AURI yang Terlupakan'' Kittyhawk Belanda di Dusun Ngoto pada tanggal 29 Juli 1947.</ref> milik Belanda yang diawaki oleh Lettu B.J. Ruesink dan Serma W.E. Erkelens, yang langsung menembaki pesawat tersebut. Akibatnya pesawat hilang kendali dan akhirnya pesawat jatuh di perbatasan Desa Ngoto dan Wojo dan langsung terbakar. Semua orang di pesawat meninggal dunia, hanya A. Gani Handonocokropesawatnya yang berhasil selamat.
 
Ia dimakamkan di pemakaman umum Kuncen I dan II, dan kemudian pada tanggal [[14 Juli]] [[2000]]<ref name="kompas"/> dipindahkan ke [[Monumen Perjuangan TNI AU]] di Ngoto, [[Bangunharjo, Sewon, Bantul]], Yogyakarta.
[[Kategori:ProyekWiki TNI-AU]]
[[Kategori:Tokoh Dirgantara Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh JawaKatolik Indonesia]]
Pengguna anonim