Kabupaten Pemalang: Perbedaan revisi

3.101 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
k
|provinsi=[[Jawa Tengah]]
|ibukota=[[Pemalang (kota)|Kota Pemalang]]
|luas=996.09
|penduduk=1261049
|penduduktahun=(2010)
|dasar hukum=UU No. 13 Tahun 1950
|hari jadi=24 Januari 1575
|motto=Pemalang IKHLAS<br />(Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman, Sehat)
|kepala daerah=[[Bupati]]
|nama kepala daerah= H. [[Junaedi]], S.H.,M.M.
== Sejarah ==
=== Masa prasejarah ===
Keberadaan manusia pada masa prasejarah di Pemalang dapat dibuktikan dengan berbagai temuan arkeologis. Di Kabupaten Pemalang bagian barat ditemukan situs-situs megalitik,<ref>{{cite book
{{cite book
|url = https://books.google.co.id/books?id=HvEMAQAAMAAJ&q=pemalang+prasejarah&dq=pemalang+prasejarah&hl=en&sa=X&ei=XsS3VNGlEtGcugSU_YGgDA&ved=0CCQQ6AEwAQ
|page = 765
|publisher = Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia
|year = 2008
}}</ref><!-- (sembunyikan sementara sebelum ditemukan rujukannya - Naval Scene) Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan [[Moga]].--> sedangkan sebuah [[nekara]] perunggu ditemukan di Desa [[Kabunan, Taman, Pemalang|Kabunan]].<ref>{{cite book
|title = Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia
|first1 = Marwati Djoened|last1 = Poesponegoro
|first2 = Nugroho|last2 = Notosusanto
|url = https://books.google.co.id/books?id=bZ7T7OJiVnEC&pg=PA335&dq=pemalang+prasejarah&hl=en&sa=X&ei=XsS3VNGlEtGcugSU_YGgDA&ved=0CB0Q6AEwAA#v=onepage&q=pemalang%20prasejarah&f=false
|id = ISBN 978-979-407-407-7, 9794074071
|accessdate = 15 Januari 2015
}}</ref> Bukti arkeologis adanya unsur kebudayaan Hindu-Buddha di Pemalang antara lain ditemukannya patung [[Ganesha]], lingga, kuburan, ambang pintu, dan batu nisan<!-- (sembunyikan sementara sebelum ditemukan rujukannya - Naval Scene) di desa Keropak.--> di Desa [[Lawangrejo, Pemalang, Pemalang|Lawangrejo]] dan Desa [[Banyumudal, Moga, Pemalang|Banyumudal]].<ref>{{cite book
|title = Candi, Space and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains
|first = Véronique|last = Degroot
|page = 415
|accessdate = 15 Januari 2015
}}</ref> Selain itu, ada pula bukti arkeologis unsur kebudayaan Islam berupa makam-makam para penyebar agama, antara lain [[Syeikh Maulana Maghribi]] di Kawedanan Comal, Rohidin, dan Sayyid Ngali Murtala yaitu salah seorang kerabat [[Sunan Ampel|Sunan Ngampel]].<ref>{{cite book
|first2first1 = NW.JA.GL.|last2last1 = Kaptein Stokhof
{{cite book
|first1first2 = WN.AJ.LG.|last1last2 = Stokhof Kaptein
|publisher = Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies
|first2 = N.J.G.|last2 = Kaptein
|title = Makalah-makalah yang disampaikan dalam rangka kunjungan Menteri Agama R.I.H. Munawir Sjadzali, M.A. ke Negeri Belanda, 31 Oktober-7 November 1988: Kumpulan Karangan
|publisher = Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies
|url = https://books.google.co.id/books?id=UgseAAAAMAAJ&q=sayyid+ngali&dq=sayyid+ngali&hl=id&sa=X&ei=QizHVPv_KY-B8gXC4oKgCA&redir_esc=y
|title = Makalah-makalah yang disampaikan dalam rangka kunjungan Menteri Agama R.I.H. Munawir Sjadzali, M.A. ke Negeri Belanda, 31 Oktober-7 November 1988: Kumpulan Karangan
|url = https://books.google.co.id/books?id=UgseAAAAMAAJ&q=sayyid+ngali&dq=sayyid+ngali&hl=id&sa=X&ei=QizHVPv_KY-B8gXC4oKgCA&redir_esc=y
|volume = 6
|year = 1990
|id = ISBN 978-979-8116-06-3, 9798116062
|pp = 127, 160
}}</ref><ref>{{cite book
{{cite book
|url = https://books.google.co.id/books?id=yeMdAAAAMAAJ&q=sayyid+ngali+murtala&dq=sayyid+ngali+murtala&hl=id&sa=X&ei=mTfHVNAo1uDwBfHNgrgF&ved=0CCkQ6AEwAg
|title = Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama Di Jawa: Kajian Sejarah Politik Abad Ke-15 Dan Ke-16
 
=== Pra Mataram ===
Eksistensi Pemalang telah disebutkan dalam ''[[Bujangga Manik]]'', sebuah naskah kuno ber[[bahasa Sunda]] yang diperkirakan ditulis pada akhir [[abad ke-15|abad XV]].<ref>[https://books.google.co.id/books?id=giGyf60gSRUC&pg=PA147&dq=bujangga+manik+pemalang&hl=id&sa=X&ei=o4-8VIXSOoW48gXOt4HgCw&ved=0CB8QuwUwAA#v=onepage&q=bujangga%20manik%20pemalang&f=false Lombard, hlm. 147]</ref> Pada [[abad ke-16|abad XVI]], catatan [[Rijkloff van Goens]] dan data buku [[W. Fruin Mees]] menyatakan bahwa pada tahun [[1575]] Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di [[Pulau Jawa]], yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja.<ref name="Lombards" /> Dalam perkembangan kemudian, [[Panembahan Senopati]] dan [[Mas Jolang|Panembahan Seda Krapyak]] dari [[Mataram]] menaklukkan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
 
Pemalang dan [[Kendal]] pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan [[Tegal]], [[Pekalongan]] dan [[Semarang]]. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan [[Wiradesa, Pekalongan|Wiradesa]] dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
 
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga [[abad ke-14|abad XIV]] dan [[Abad ke-15|XV]], dan kemudian berkembang pesat pada [[abad ke-16|abad XVI]], yaitu pada masa meningkatnya perkembangan [[Islam]] di Jawa di bawah Kerajaan [[Demak]], [[Cirebon]] dan kemudian [[Mataram]]. Pada masa itu daerah pantai sekitar Pemalang <!--berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun [[1575]].--> dan Comal telah menjadi tempat persinggahan dalam perjalanan antara Demak dan Cirebon.<ref>{{Cite book
|first1 = Hiroyoshi|last1 = Kanō|first2 = Frans|last2 = Hüsken|first2 = Djoko|last3 = Suryo
|title = Di bawah asap pabrik gula: Masyarakat desa di pesisir Jawa sepanjang abad ke-20
|url = https://books.google.co.id/books?id=FmZxAAAAMAAJ&q=comal+mag%5Cribi&dq=comal+mag%5Cribi&hl=id&sa=X&ei=RdbJVLChGMb88QXAkYCgCw&redir_esc=y
|publisher = Akatiga & Gadjah Mada University Press
|year = 1996
|id = ISBN 978979420377, 9794203777
|page = 293 }}</ref>
Terdapat [[babad]] yang menceritakan bahwa [[Pangeran Benawa]], [[Kesultanan Pajang|Sultan Pajang]] yang ketiga (1586-15871586–1587), setelah tersingkir dari tahtanya lalu pergi membuka daerah pemukiman baru di sekitar wilayah Pemalang, dan menetap di sana hingga wafatnya.<ref name="Yudiono K.S.">{{Cite book
</ref>
Terdapat [[babad]] yang menceritakan bahwa [[Pangeran Benawa]], [[Kesultanan Pajang|Sultan Pajang]] yang ketiga (1586-1587), setelah tersingkir dari tahtanya lalu pergi membuka daerah pemukiman baru di sekitar wilayah Pemalang, dan menetap di sana hingga wafatnya.<ref name="Yudiono K.S.">{{Cite book
|last = K.S.
|first = Yudiono
|title = Cerita Rakyat Dari Pemalang (Jawa Tengah)
|publisher = Grasindo
|date = 2005
|url = http://books.google.co.id/books?id=x2o9H5lyAMsC&pg=PA9&dq=pangeran+benowo+di+pemalang&hl=id&sa=X&ei=HvHJT7PSI8GsiAeYjLzaBg&ved=0CDEQuwUwAA#v=onepage&q=pangeran%20benowo%20di%20pemalang&f=false
|isbn = 9797590976 }} Hlm. 9. Diaksés 2 Juni 2012.</ref> Berdasarkan kepercayaan penduduk setempat, Pangeran Benawa dimakamkan di pemakaman kuno di Desa [[Penggarit, Taman, Pemalang|Penggarit]], Kecamatan [[Taman, Pemalang]].<ref name="Yudiono K.S." />
 
=== Kadipaten bawahan Mataram ===
Sejak sekitar 1622-16231622–1623, wilayah Pemalang sudah menjadi [[apanase]] (daerah kekuasaan) [[Pangeran Purbaya#Pangeran Purbaya dari Mataram|Pangeran Purbaya]] dari [[Mataram]], yang mana seorang ''Kyai Lurah'' mewakilinya sebagai pelaksana pemerintahan setempat (''stads houder'').<ref>{{cite book
{{cite book
|title = Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta
|author = Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah
}}</ref><ref>{{cite book
|title = Sejarah Nasional Indonesia: Kemunculan Penjajahan di Indonesia
|first1 = Marwati Djoened|last1 = Poesponegoro
|first2 = Nugroho|last2 = Notosusanto
|url = https://books.google.co.id/books?id=N5jc0h1BktwC&pg=PA66&dq=Purboyo+Pemalang&hl=en&sa=X&ei=u5-2VO36DJOQuASIx4FQ&redir_esc=y#v=onepage&q=Purboyo%20Pemalang&f=false
}}</ref>
 
Seorang tokoh bernama Raden Maoneng diyakini masyarakat Pemalang sebagai salah seorang leluhur mereka.<ref name="SM">{{cite news
|first = Saiful|last = Bachri
|title = Di Desa Bojongbata, Jalan Mulus Lampu Kencar-kencar
|date = 10 Maret 2005
|accessdate = 15 Januari 2015
}} Copyright© 1996-20041996–2004 Suara Merdeka.</ref> Makamnya di Dukuh Maoneng, Desa [[Bojongbata, Pemalang, Pemalang|Bojongbata]], di pinggir Kecamatan [[Pemalang, Pemalang|Pemalang]] sebelah selatan banyak dikunjungi peziarah.<ref name="SM" /> Beberapa sumber menyebutkan adanya tokoh bernama Tumenggung Mangun-Oneng, yaitu seorang panglima perang [[Sultan Agung]] yang memimpin pasukan Mataram dalam penaklukkan [[Surabaya]] pada tahun 1625.<ref>{{cite book
|title = Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung
|first = Hermanus Johannes|last = de Graaf
|url = https://books.google.co.id/books?ei=t2m2VLnNDIipuwSqkYDYBg&hl=id&id=CaQeAAAAMAAJ&dq=Mangun+Oneng&focus=searchwithinvolume&q=Mangun+Oneng
|volume = 4
|publisher = Grafitipers
|year = 1986
}}</ref>
 
Pada masa [[Sunan Amangkurat I]] memerintah Mataram (1645-16771645–1677), Pemalang sudah berkembang menjadi salah satu dari kota-kota niaga maritim di pesisir utara Jawa, yang diatur dan diawasi dengan ketat oleh Mataram.<ref name="Lombards">{{cite book
|title = Nusa Jawa: Silang Budaya - Jaringan Asia
{{cite book
|title = Nusa Jawa: Silang Budaya - Jaringan Asia
|url = https://books.google.co.id/books?id=CLF-Q44wza4C&pg=PA110&dq=Pemalang+Van+Goens&hl=en&sa=X&ei=01C2VKlS0Zy6BJT9gaAM&redir_esc=y#v=onepage&q=Pemalang%20Van%20Goens&f=false
|first = Denys|last= Lombard
|id = ISBN 978-979-605-451-0, 9796054515
|publisher = PT Gramedia Pustaka Utama
|volume = 2
|year = 2005
|page = 110
|accessdate = 14 Januari 2015
}}</ref> Catatan Belanda menyebutkan bahwa Mataram mengangkat para adipati (''stedehouders'') dan syahbandar (''sabandars of te tolmeesters'') di kota-kota tersebut, serta memiliki dua pejabat tinggi (''commissarissens'') pengawas pesisir khusus untuk memastikan monopoli Mataram atas kegiatan perdagangan mereka.<ref name="Lombards" />
 
Pada sekitar tahun 1652, [[Sunan Amangkurat II]] mengangkat [[Ingabehi Subajaya]] menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan [[Trunajaya]] dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.
 
=== Masa Perang Diponegoro ===
Menurut catatan [[Belanda]] pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama [[Mas Tumenggung Suralaya]]. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh [[Kanjeng Swargi]] atau [[Kanjeng Pontang]]. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang [[Diponegoro]]. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-18251823–1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati [[Tegal]], [[Kendal]] dan [[Batang]] tanpa menyebut Bupati Pemalang.
 
Sementara itu pada bagian lain dari Buku [[P.J.F. Louw]] yang berjudul [[De Java Oorlog van 1825 -18301825–1830]] dilaporkan bahwa Residen [[Van den Poet]] mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan [[Brebes]] untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.
 
Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. ''Afdeling'' Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan [[Randudongkal]]. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.
 
=== Masa kolonial Belanda dan seterusnya ===
Pada tahun 1918, di Pemalang berdiri organisasi pergerakan wanita ''Wanito Susilo'', yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.<ref>{{Cite book
|title = Meneladani Kepahlawanan Kaum Wanita
|first = Edi|last = Warsid
|publisher = Yudhistira Ghalia Indonesia
|id = ISBN 978-979-019-123-5, 9790191235
|page = 51
}}</ref>
 
Kabupaten Pemalang mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Sejak tahun 1948, Pusat Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Pemalang berkedudukan di [[Pemalang, Pemalang|Pemalang]].<ref>{{Cite book
|title = Rencana induk Kota Pemalang tahun 1983-20031983–2003
|url = https://books.google.co.id/books?id=jTMAAAAAMAAJ&q=pemalang+di+masa+belanda&dq=pemalang+di+masa+belanda&hl=id&sa=X&ei=9N3JVJjEJNLd8AXM94LoBw&ved=0CCEQ6AEwAQ
|publisher = Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Pemalang
Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk memperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.
 
Salah satu alternatif penetapan hari jadi Kabupaten Pemalang ialah pada saat diumumkannya pernyataan [[Pangeran Diponegoro]] untuk mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal [[20 Juli]] [[1823]]. Namun, berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang, hari jadi Pemalang adalah tanggal '''[[24 Januari]] [[1575]]''', atau bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Keputusan tersebut selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang. Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkala ''Lunguding Sabda Wangsiting Gusti'' yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751. Sedangkan tahun 1496 Je diwujudkan dengan Candra Sengkala ''Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal'' yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.
 
Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah ''Pancasila Kaloka Panduning Nagari'', dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751
 
== Geografi ==
Kabupaten Pemalang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Secara astronomis, kabupaten ini terletak antara 109°17'30" - 109°40'30" BT dan 6°52'30" - 7°20'11" LS. Luas wilayah kabupaten ini ialah sebesar 111.530&nbsp;km², dengan batas-batas wilayah:
* sebelah Utara berbatasan dengan [[Laut Jawa]].
* sebelah Timur berbatasan dengan [[Kabupaten Pekalongan]].
Ibukota kabupaten ini adalah [[Pemalang (kota)|Kota Pemalang]], yang terletak di ujung barat laut wilayah kabupaten dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Kabupaten ini berjarak kira-kira 135&nbsp;km ke arah barat dari [[Kota Semarang|Semarang]], ibukota [[Provinsi Jawa Tengah]], atau jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 3-4 jam. Kabupaten Pemalang berada di jalur [[pantura]] [[Jakarta]]-Semarang-[[Kota Surabaya|Surabaya]]. Selain itu terdapat pula [[jalan provinsi]] yang menghubungkan kabupaten ini dengan Kabupaten Purbalingga.
 
Kabupaten Pemalang memiliki topografi bervariasi. Bagian utara merupakan dataran rendah, berupa daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1-5 meter di atas permukaan laut. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6–15 &nbsp;m di atas permukaan laut; sedangkan bagian selatan merupakan dataran tinggi berupa pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16–925 &nbsp;m di atas permukaan laut. Puncak tertingginya ialah [[Gunung Slamet]], yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Wilayah bagian selatan Pemalang biasa disebut [[Waliksarimadu]] yaitu singkatan Watukumpul, Belik, Pulosari, Moga, Warungpring dan Randudongkal. Wilayah tersebut juga sering disebut sebagai Pemalang Selatan.
 
Wilayah Kabupaten Pemalang dilintasi oleh tiga sungai besar, yaitu [[Sungai Comal]], Sungai Waluh, dan Sungai Rambut,<ref name="BPS Pemalang" /> yang menjadikannya sebagai daerah aliran sungai yang subur. Sungai Comal merupakan sungai terbesar, yang alirannya melalui tujuh wilayah kecamatan di kabupaten ini, dan bermuara ke Laut Jawa tepatnya di Ujung Pemalang.<ref name="BPS Pemalang">Kantor Statistik Kabupaten Pemalang (2008). ''[https://books.google.co.id/books?id=abLmAAAAMAAJ&q=sungai+comal&dq=sungai+comal&hl=id&sa=X&ei=p8HZVMKDGJO-uASv64AY&redir_esc=y Pemalang dalam Angka 2008]'', Pemerintah Kabupaten Daerah Tk. II Pemalang, BPS. Hlm. 246.</ref>
 
Salah satu objek wisata terkenal di Kabupaten Pemalang adalah [[Pantai Widuri]].
 
Kabupaten Pemalang kebanyakan merupakan suku Jawa. Di bagian barat dan selatan, penduduknya bertutur dalam bahasa Jawa [[dialek Tegal]], sedangkan di bagian timur seperti di Petarukan, Comal, Ulujami, Ampelgading dan Bodeh bertutur dalam bahasa Jawa [[dialek Pekalongan]].
 
<!--
[[Berkas:Pembagian administratif kabupaten pemalang.png|250px|thumb|left|Pembagian administratif Kabupaten Pemalang]]
-->
 
== Industri Rumah Tangga ==
Perkalengan di dusun Pesayangan Wanarejan Selatan
* Sapu Glagah di [[Majalangu, Watukumpul, Pemalang|Majalangu]]
* [[Kerajinan kulit ular di Comal]]
* [[ATBM di Wanarejan]]
* [[Konveksi di Ulujami]]
* [[Bagregan asli Kubang]]
* Bordir di Bantar Bolang
* Ikan asin di Tanjung Sari
 
== Kuliner khas Pemalang ==
=== Masakan ===
Pemalang memiliki beberapa masakan khas, yaitu:
* [[Rajungan Asam Manis]]
* [[Kepiting Asam Manis]]
* [[Nasi grombyang]]
* [[Lontong dekem]]
* [[Sate loso]]
* [[Tauto]]
=== Jajanan ===
Pemalang memiliki beberapa jajanan khas, yaitu:
* [[Kamir]]
* [[Apem comal]], makanan kecil (kue) yang terbuat dari tepung beras dan gula merah. Makanan ini sudah cukup melegenda di perbatasan pemalang-pekalongan, makanan ini diproduksi di dukuh bantul desa kesesi pekalongan tetapi karena pemasarannya sejak dulu kala menyebar sampai ke kota comal maka banyak yang menyebut sebagai apem comal.
 
== Pariwisata ==
=== Wisata Alam ===
Tempat wisata alam di Kabupaten Pemalang adalah:
* [[Pantai Blendung]]''
* [[Water Park]] di [[Pantai Widuri]]
* [[Cempaka Wulung]] di dataran tinggi [[Moga]]
* [[Curug bengkawah]] dan Cilating di Belik
* Arung jeram di tegalarja warungpring
* Pemandian Moga
* Curug Sibedil di Dusun Karangbulu, Desa Sima, Kec. Moga.
* Telaga Silating di desa Sikasur, Kecamatan Belik
* Gunung Gajah di desa Gongseng Kecamatan Randudongkal<ref>{{Cite journal}}</ref>
* Goa Gunung Wangi di Bantarbolang
* Curug Dhuwur, Wanarata Bantarbolang
* Bukit Samoan
* Curug Sikidang
* Curug Sejajar
* Pantai Jokotingkir/nyamplung di Petarukan
* Bukit Mendelem
* Argo Wisata Kebun Teh Semugih
 
=== Wisata Belanja ===
Tempat wisata belanja di Kabupaten Pemalang adalah:
* [[Toserba Yogya Pemalang]]
* [[Basa Toserba]]
* [[Sirandu Mall]]
* [[Pemalang Permai Swalayan]]
* [[The Winner Mall]] (Matahari Departement Store dan Hypermart)
 
== Seni Budaya ==
Kesenian dan kebudayaan yang terkenal di Pemalang, yaitu:
* [[Baritan]]
* [[Kuntulan]]
* [[Sintren]]
* [[Tarling]]
 
== Tokoh terkenal ==
* Jenderal Polisi (Purn) Drs. [[Sutanto]], mantan [[Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia|Kapolri]] periode 8 Juli 2005 - 30 September 2008, kepala [[Badan Intelijen Negara]] 21 Oktober 2009 - 2011.
* [[Torro Margens]], aktor.
* [[Kristina]], penyanyi dangdut.
* [[Hendra Setiawan]], pebulu tangkis peraih emas di [[Olimpiade Beijing 2008]] bersama [[Markis Kido]].
* [[Muammar Z.A.]], [[Qari']] dan [[hafiz]] internasional.
* [[Dulmatin]], salah satu dalang [[Bom Bali]] tahun 2002, tewas dalam penggerebekan teroris di [[Pamulang]], [[Tangerang Selatan]].
* Rona Anggraeni, salah satu personil JKT48 generasi 2
* [[Udeh Nans]], stuntman
* [[Yan Kusyanto]], Program Keluarga harapan
* [[Sandy Permana]] pemain sepakbola
* [[Ika Dezta]] penyanyi dangdut dan mantan Juara 1 kontes dangdut D'Terong 2014.
* [[H.M. Machroes]] mantan Bupati Kabupaten Pemalang 2 periode
* [[Brigadir Jenderal TNI]] [[Nisan Setiadi, SE]]
Perwira Tinggi TNI AD
 
== Lihat pula ==
 
== Pranala luar ==
* {{id}} [http://pemalang.t35.com/ Pemalang Membangun, karya pribumi Pemalang]
* {{id}} [http://pemalang.biz/ Pemalang Blog]
 
{{Kabupaten Pemalang}}
{{Jateng}}
 
[[KategoriCategory:Kabupaten di Jawa Tengah|Pemalang]]
[[KategoriCategory:Kabupaten di Indonesia|Pemalang]]
[[KategoriCategory:Kabupaten Pemalang| ]]