Kriya: Perbedaan revisi

939 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
 
Kriya bisa "meminjam" banyak pengetahuan dalam [[seni rupa|seni rupa murni]] seperti cara mematung atau mengukir untuk menghasilkan produk, namun tetap dengan tidak terlalu berkonsentrasi kepada kepuasan emosi seperti lazim terjadi misalnya pada karya lukis dan patung. Kriya juga lebih sering mengikuti tradisi daripada penemuan yang sering ditemukan secara individu oleh seorang [[perupa]]. Kriya bisa berbentuk karya dari tanah, batu, kain, logam ataupun kayu.
 
== Sejarah ==
Kriya mulai berkembang di Zaman [[Neolitikum]] atau Zaman Batu Muda. Zaman ini adalah masa perubahan yang sangat besar dalam hidup manusia. Perubahan ini tampak pada kehidupan manusia yang berpindah dari mengumpulkan makanan menjadi memproduksi makanan. Manusia tidak lagi berpindah tempat namun menetap di satu tempat. Mereka telah mengenal bercocok tanam dan beternak. Karena telah menetap di satu tempat, maka lambat laun mereka memiliki kepandaian membuat rumah. Karena hidup mereka bermasyarakat, mereka mulai memikirkan banyak hal, termasuk diantaranya membuat benda-benda kriya, yakni tidak hanya memiliki fungsi tertentu, tetapi juga menarik untuk dilihat.
 
Pembuatan benda-benda kriya ini menyertai pembuatan alat-alat baru yang merupakan warisan Zaman [[Paleolitikum|Palaeolitikum]] dan Zaman [[Mesolitikum]]. Lewat percampuran dengan budaya-budaya lain di Asia, kriya di Indonesia semakin kaya dengan motif hias.
 
== Lihat pula ==