Buka menu utama

Perubahan

3.414 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
 
Menandai perubahan selera pasar kepada musik dangdut di awal tahun 2000-an, Nagaswara kemudian melahirkan banyak penyanyi dangdut seperti [[Zaskia Gotik]], [[Fitri Carlina]], [[Siti Badriah]], [[Hesty Aryatura|Hesty "Klepek-Klepek"]] dan lain-lain. Konsep musik EDM atau Electronic Dancedhut Music yang membalut hampir semua lagu-lagu dangdut produksi Nagaswara, menjadikan label musik ini sebagai pelopor musik dangdut modern.
 
== Wali Band yang Fenomenal ==
Tidak hanya di Nagaswara, Wali Band juga menjadi salah satu band fenomenal di Indonesia. Album-album band ini terhitung sukses, termasuk perolehan [[Nada sambung|RBT (''ring back tone'')]] dan pertunjukan ''off air'' mereka.<ref>[http://www.nagaswarafm.com/rahayu-kertawiguna-ceo-nagaswara-bangga-punya-wali-band.php Rahayu Kertawiguna CEO Nagaswara Bangga Punya Wali Band]</ref> Wali memiliki penggemar yang tersebar luas hingga ke negeri jiran seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Taiwan dan Hong Kong.
 
Meski sudah terbentuk tahun 1999, nama Wali baru dikenal setelah bergabung dengan Nagaswara tahun 2008. Saat itu Wali merilis album perdana mereka yang berjudul ''[[Orang Bilang]]'' dengan hits single ''Dik''. Para personil Wali memiliki latar belakang pesantren dengan anggota [[Aan Kurnia|Apoy]] ([[gitar]]), [[Farhan Zainal Muttaqin|Faank]] ([[Vokalis|vokal]]), [[Ihsan Bustomi|Tomi]] ([[drum]]) dan [[Hamzah Shopi|Ovie]] ([[keyboardist]]).
 
Wali menawarkan format musik dan lirik yang sederhana dalam lagu mereka. Belakangan, band ini juga banyak menciptakan lagu bertema religi yang mudah diterima berbagai kalangan. Ada yang menganggap musik Wali bergenre pop melayu. Namun band asal Ciputat itu menyebut musik mereka sebagai musik lokal pop kreatif karena banyak memasukkan unsur-unsur musik daerah.
 
Tahun 2009, Wali memperkenalkan album kedua mereka, ''[[Cari Jodoh]]''. Lewat lagu "[[Cari Jodoh (lagu)|Cari Jodoh]]" dan "Baik-Baik Sayang" di album tersebut, Wali meraih rekor MURI sebagai grup band dengan perolehan RBT terbanyak, yakni 8 juta unduhan dalam waktu 2 bulan. Delapan bulan setelah album itu dirilis, perolehan RBT-nya sudah tembus 16 juta unduhan. Sebelum RBT benar-benar tamat di akhir tahun 2011, penggunaan RBT lagu-lagu di album ''Cari Jodoh'' sudah mencapai lebih dari 20 juta kali unduhan.
 
Sukses Wali masih terlihat saat merilis album-album selanjutnya seperti album religi ''[[Ingat Sholawat]]'' (2009), ''[[Aku Bukan Bang Toyib]]'' (2011), ''[[3 in 1 (album Wali)|3 in 1]]'' (2012), dan ''Doa’in Ya Penonton'' (album ini dirilis di Malaysia dan Singapura pada tahun 2014).<ref>[http://www.beritasatu.com/hiburan/182868-wali-rilis-album-baru-di-malaysia-dan-singapura.html Wali Rilis Album Baru di Malaysia dan Singapura]</ref> Pada 10 Juni 2014, Wali memperkenalkan single ''Jamin Rasaku'' dalam sebuah acara musik bertajuk '''Dijamin Rasanya''' yang tayang langsung di [[SCTV]]. Pada kesempatan tersebut, Nagaswara menganugerahkan Walinium kepada Wali atas pencapaian 81.626.693 unduhan RBT serta penjualan CD dan VCD dalam kurun waktu 6 tahun (2008–2014).<ref>[http://nagaswara.co.id/berita/detail/6799/walinium-di-nagaswara-news-edisi-juni-2014 Walinium di Nagaswara News Edisi Juni 2014]</ref>
 
Lagu-lagu Wali juga dinyanyikan oleh [[Fabrizio Faniello]], penyanyi Jerman kelahiran Malta. Beliau menyanyikan ulang 3 lagu tersebut dalam versi Inggris, yakni ''I No Can Do'' (Cari Jodoh), ''My Heart is Asking You'' (Baik-Baik Sayang), dan ''I Will Stand by You'' (Aku Bukan Bang Toyib). Lagu ''I No Can Do'' bahkan sempat menduduki puncak tangga Top 20 Eurovision selama 4 minggu, dan 32 minggu bertahan di chart.<ref>[http://nagaswara.co.id/artis/biography/71/fabrizio-faniello Biografi Fabrizio Faniello]</ref>
 
Bersama Wali, setidaknya Nagaswara sudah menguak cakrawala musik dunia atau dengan kata lain ''Nagaswara for The World''.
 
== Trilogi Nagaswara Music Awards ==
2

suntingan