Jatirogo, Tuban: Perbedaan revisi

2.980 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
}}
Dahulunya merupakan [[kota administratif]], dalam wilayah [[Kabupaten Tuban]], yang telah dihapus sejak [[2001]], yang membawahi 5 [[kecamatan]], 1 [[kemantren]], 27 [[desa]], dan 18 [[kelurahan|lingkungan]]. [[Kota administratif]] ini dibentuk tahun [[1971]], dengan [[walikota administratif]] pertama SARDJUDI, yang dilantik pada tanggal [[18 September]] [[1971]] oleh [[Menteri Dalam Negeri]] yang saat itu, di [[kantor]] [[walikota]] administratif, yang baru ditempati pada [[8 Agustus]] [[1971]], yang dahulu merupakan [[kantor]] [[kawedanaan]].
Kemudian sejak tahun [[1975]], [[Terminal Jatirogo]] dan [[Perumnas Jatirogo]] selesai dibangun, serta [[Gardu induk]] di [[Pandak, Jatirogo Timur, Tuban|desa Pandak, Jatirogo Timur]], dan [[jaringan|jaringan transmisi]] [[listrik]] 70 [[kilovolt]] antara [[Lamongan]] (Kesambiharjo) ke -[[Jatirogo, Tuban|Jatirogo]] (Pandak), juga selesai dibangun, padaserta [[jaringan transmisi]] [[listrik]] tegangan rendah 20 [[kilovolt]] mulai dibangun. Pada tahun yang sama, [[jalan|jalan-jalan]] sudah diperlebar dan diperbaiki, dan terjadi pemekaran [[desa]] dan [[kelurahan]], sehingga akhirnya bertambah menjadi 5 [[kecamatan]], 1 [[kemantren]], 44 [[desa]], dan 26 [[kelurahan|lingkungan]], serta akhirnya warga daerah ini telah memiliki [[listrik]].Kota Kemudian sejak [[1978administratif]], diadakan pembangunan [[perumahan]] dan [[kawasan industri]] di [[kecamatan]] [['''Jatirogo Utara, Tuban|Jatirogo Utara]], serta pelebaran [[jalan raya]] yang menghubungkan [[Lasem, Rembang|Lasem]] - [[Jatirogo, Tuban|Jatirogo]] - [[Kabupaten Bojonegoro|Bojonegoro]], kemudian bersambung dengan {{rute|1}} [[Jalur Pantura]] di daerah [[Babat, Lamongan|Babat]], serta diadakan pemekaran [[desa]] dan [[kelurahan]], serta perubahan status [[desa]] menjadi [[kelurahan]], di daerah''' ini, sehinggatelah wilayah ini akhirnya terbagi atas 5memiliki [[kecamatanlistrik]], 1 [[kemantren]], 62 [[desatelepon]], dan 33 [[kelurahan|lingkunganair]]. Kemudian sejak tahun [[1980-an]], dibentuk kecamatan [[Jatirogo, Tuban|Jatirogo Kota]], yang merupakan penggabungan sebagian dari:
Kemudian sejak [[1978]], diadakan pembangunan [[perumahan]] dan [[kawasan industri]] di [[kecamatan]] [[Jatirogo Utara, Tuban|Jatirogo Utara]], serta pelebaran dan perbaikan [[jalan raya]] yang menghubungkan [[Lasem, Rembang|Lasem]] - [[Jatirogo, Tuban|Jatirogo]] - [[Kabupaten Bojonegoro|Bojonegoro]], kemudian bersambung dengan {{rute|1}} [[Jalur Pantura]] di daerah [[Babat, Lamongan|Babat]], serta diadakan pemekaran [[desa]] dan [[kelurahan]], serta perubahan status [[desa]] menjadi [[kelurahan]], di daerah ini, sehingga wilayah ini akhirnya terbagi atas 5 [[kecamatan]], 1 [[kemantren]], 62 [[desa]], dan 33 [[kelurahan|lingkungan]]. Kemudian sejak tahun [[1980-an]], dibentuk kecamatan [[Jatirogo, Tuban|Jatirogo Kota]], yang merupakan penggabungan sebagian dari:
 
* kecamatan [[Jatirogo Barat, Tuban|Jatirogo Barat]] sebanyak 8 [[kelurahan|lingkungan]]
* kecamatan [[Jatirogo Timur, Tuban|Jatirogo Timur]] sebanyak 1 [[kelurahan|lingkungan]]
 
Kemudian pada tahun yang sama diadakan pemekaran [[desa]] dan [[kelurahan]] serta perubahan nama [[desa]] dan [[kelurahan]], akhirnya bertambah menjadi 6 [[kecamatan]], 86 [[desa]], dan 57 [[kelurahan|lingkungan]], dengan luas 11.543,967 [[hektar|ha]] (115,44 [[kilometer persegi|km&sup2;]]). Kemudian pada tahun [[1982]], wilayah [[kecamatan]] [[Jatirogo Kota, Tuban|Jatirogo Kota]] dan [[Jatirogo Utara, Tuban|Jatirogo Utara]], berubah batas, dengan menambah [[kelurahan|lingkungan-lingkungan]] [[Kedatukan, Jatirogo Kota, Tuban|Kedatukan]], [[Pejangkungan Utara, Jatirogo Kota, Tuban|Pejangkungan Utara]] dan [[Pejangkungan Baru, Jatirogo Kota, Tuban|Pejangkungan Baru]], dari [[kecamatan]] [[Jatirogo Timur, Tuban|Jatirogo Timur]], sehingga wilayah [[kecamatan]] [[Jatirogo Kota, Tuban|Jatirogo Kota]] terbagi atas 22 [[kelurahan|lingkungan]], dengan luas bertambah menjadi 755 [[hektar]] (7,55 [[kilometer persegi|km<sup>2</sup>]]), dengan [[kepadatan penduduk]] 25.640 [[orang]] per [[kilometer persegi|KM<sup>2</sup>]] tahun [[1983]] dan jumlah [[penduduk]] 193.658 [[orang]] pada tahun [[1983]].
Kemudian diadakan pemekaran [[desa]] dan [[kelurahan]], akhirnya bertambah menjadi
Pada tahun [[1985]], istilah "[[kelurahan|''lingkungan'']]" di [[Kabupaten Tuban]] dihapus dan diganti menjadi "[[kelurahan|''kelurahan'']]", dan istilah "[[lurah|''kepala lingkungan'']]" dihapus dan diganti dengan "[[lurah|''lurah'']]" hingga sekarang. Kemudian sejak tahun [[1987]]-[[1989]], terjadi pemekaran dan perubahan nama [[desa]] dan [[kelurahan]] serta penataan [[desa]], dengan menambah 5 [[desa]] dan 2 [[kelurahan]] masing-masing dari kecamatan [[Bangilan, Tuban|Bangilan]] dan kecamatan [[Bancar, Tuban|Bancar]], dan perubahan status [[desa]] menjadi [[kelurahan]], serta wilayah ini akhirnya terbagi atas 6 [[kecamatan]], 99 [[desa]],
dan 80 [[kelurahan]] dengan luas bertambah menjadi 16.455,34 [[hektar]], dengan . Pada tahun yang sama, [[Pembangkit listrik tenaga uap|PLTU]] Mororejo di [[desa]] [[Kalangsari, Bancar, Tuban|Kalangsari]] [[kecamatan]] [[Bancar, Tuban|Bancar]], dan [[Gardu induk tegangan ekstra tinggi|GITET]] di [[kelurahan]] [[Penjaringansari, Jatirogo Barat, Tuban|Penjaringan Sari, kecamatan Jatirogo Barat]], selesai dibangun, serta pelebaran dan perbaikan [[jalan]], serta [[bus|bus-bus]] '''Jatirogo'''-[[Lasem, Rembang|Lasem]]-[[Jakarta]] makin marak, serta dihubungkan dengan [[jaringan|jaringan transmisi]] [[listrik]] 500 [[kilovolt]] antara [[Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mororejo|PLTU Mororejo]]-[[Jatirogo, Tuban|Jatirogo]] yang kemudian diteruskan sampai ke [[Juwana, Pati|GITET Juwana, di Kabupaten Pati]], [[Jawa Tengah]], dan juga [[jaringan|jaringan transmisi]] [[listrik]] 150 [[kilovolt]] antara [[Pondok Duren, Jatirogo Barat, Tuban|Pondok Duren]]-[[Jatirogo, Tuban|Jatirogo]], untuk memperkuat [[daya]] [[listrik]] bagi warga [[kota administratif]] [[Jatirogo, Tuban|Jatirogo]], [[Kabupaten Tuban]].
 
== Letak dan batas wilayah ==
Pengguna anonim