Buka menu utama

Perubahan

2.331 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Wali penguasa''' ({{lang-ar|ولي}}, ''walī''; {{Lang-en|regent}}; {{lang-la|regens}};<ref>{{OEtymD|regency|accessdate=2014-08-18}}</ref> "[yang] berkuasa"<ref>{{OEtymD|regent|accessdate=2014-08-18}}</ref>) adalah "pihak yang ditunjuk untuk mengelola negara atas nama penguasa karena penguasa yang resmi masihkurang terlaludapat belia,memegang tidakkendali beradanegara disebagaimana tempatmestinya ataukarena tidakberbagai mampu memegang kendali negarasebab."<ref>''[//en.wikipedia.org/wiki/Oxford_English_Dictionary Oxford English Dictionary]''</ref> Masa pemerintahan seorang wali penguasa disebut dengan '''masa perwalian'''. Pihak yang ditunjuk sebagai wali dapat berupa perseorangan atau sekelompok orang yang disebut dengan dewan perwalian.
 
Istilah dalam bahasa Inggris untuk peran ini, ''regent'', biasanya digunakan dalam konteks monarki. Beberapa istilah lain yang juga memiliki makna yang serupa dengan wali penguasa adalah "pemangku raja" atau "pemangku takhta."
 
== Makna ==
 
== Sejarah ==
Sepanjang sejarah, ada beberapa sebab yang menyebabkan penguasa tidak dapat memegang kendali negara sebagaimana yang seharusnya, seperti usianya yang masih terlalu belia, tidak berada di tempat, atau memang tidak cakap. Dengan keadaan seperti ini, maka dibutuhkan pihak yang dapat memegang kendali negara demi terjaganya stabilitas nasional. Dalam konteks monarki, biasanya pihak yang paling berhak menjadi wali penguasa adalah kerabat dekat penguasa, seperti orangtua atau pasangan. Bila tidak ada kerabat dekat yang mampu mengambil peran tersebut, maka para menteri atau pejabat tinggi dapat memilih salah satu atau beberapa di antara mereka untuk membentuk dewan perwalian.
Di dalam sistem monarki turun-temurun, banyak contoh saat seorang penguasa mangkat dan meninggalkan keturunan yang masih terlalu belia untuk memerintah. Dalam keadaan demikian, biasanya [[ibu suri]] menjadi pihak yang berperan sebagai wali. Bererapa contohnya antara lain: Selain itu, seorang wali dapat ditunjuk bila seorang penguasa tidak sedang di tempat. Hal ini terjadi karena penguasa resmi sedang dalam peperangan atau hal lainnya.
 
Dalam prakteknya, seseorang dapat berperan sebagai wali penguasa tanpa penunjukkan resmi. Hal ini seringnya terjadi bila pihak yang menjadi wali adalah kerabat penguasa sendiri.
Sebab lain yang mengharuskan keberadaan seorang wali adalah ketidakmampuan seorang penguasa dalam memegang kendali negara. Sistem monarki turun-temurun menghajatkan bahwa keturunan dari penguasa lama akan menjadi penguasa berikutnya. Dalam beberapa kasus, ada beberapa pewaris yang tidak tertarik dengan urusan politik, atau kurang cakap saat memerintah, sehingga diperlukan seorang wali untuk menjaga keadaan negara tetap stabil.
 
=== Usia ===
Contoh pihak-pihak yang pernah menjadi wali:
Usia menjadi salah satu faktor utama para penguasa tidak dapat menjalankan perannya sebagaimana semestinya. Dalam sistem monarki turun-temurun, sangat mungkin seorang penguasa akan mangkat dan meninggalkan pewaris yang masih di bawah umur. Dalam keadaan seperti ini, biasanya ibu suri (ibu dari penguasa yang baru) dipandang menjadi pihak yang paling berhak menjadi wali penguasa.
* [[Blanca dari Kastilia|Blanca]], Ibu Suri Prancis. Menjadi wali bagi Raja Louis IX saat putranya tersebut masih dipandang terlalu belia untuk memerintah kerajaan. Saat Louis IX meninggalkan Prancis untuk turut serta dalam Perang Salib, Blanca kembali menjadi wali.
* [[Bairam Khan]], panglima Mughal. Menjadi wali bagi [[Akbar yang Agung|Kaisar Akbar]] yang naik takhta saat masih belia.
* [[Kösem Sultan]], [[Valide Sultan|Ibu Suri Turki Utsmani]]. Menjadi wali bagi putranya, [[Murad IV|Sultan Murad IV]], dan kemudian cucunya, [[Mehmed IV|Sultan Mehmed IV]].
* [[Cixi]], Ibu Suri [[Dinasti Qing]]. Menjadi wali bagi putranya, [[Kaisar Tongzhi]], yang selain terlalu muda dari segi usia, juga terbukti tidak cakap dalam mengurus negara saat mulai dipasrahkan berbagai urusan negara. Cixi kemudian juga menjadi wali bagi keponakannya, [[Kaisar Guangxu]], yang juga naik takhta saat usia belia.
* Yi Ha-eung ([[Heungseon Daewongun]]). Menjadi wali bagi putranya, [[Gojong dari Korea|Gojong, Raja Joseon]].
 
=== Kecakapan ===
Dalam sistem monarki turun-temurun, biasanya penentuan pewaris sudah ditetapkan dalam hukum dan biasanya hal itu ditetapkan atas dasar urutan kelahiran, bukan kecakapan. Anak pertama penguasa biasanya memiliki hak paling besar atas takhta daripada saudara-saudaranya, meski dalam segi kecakapan, bisa jadi dia bukanlah orang yang cakap dalam memerintah. Keadaan demikian memungkinkan orang yang tidak cakap naik takhta, sehingga dibutuhkan seorang wali dalam menjalankan perannya. Ketidakcakapan ini juga lahir karena masalah penyakit, baik penyakit fisik maupun mental.
* [[Margaret dari Anjou]], Permaisuri Inggris. Berperan sebagai wali penguasa bagi suaminya, [[Henry VI dari Inggris|Raja Henry VI]].
* George, Pangeran Britania Raya. Menjadi wali bagi ayahnya, [[George III dari Britania Raya|Raja George III]] yang terkena penyakit mental. Setelah George III mangkat, Pangeran George naik takhta sebagai [[George IV dari Britania Raya|Raja George IV]].
* [[Myeongseong]], Permaisuri Joseon. Berperan sebagai wali bagi suaminya, [[Gojong dari Korea|Raja Gojong]].
 
=== Absennya penguasa ===
Di masa lalu, penguasa sangat sering merangkap sebagai panglima tertinggi. Hal ini menjadikan dirinya juga turut serta ke garis depan saat pertempuran. Dengan keadaan seperti ini, urusan pemerintahan di ibukota harus diberikan kepada pihak lain demi terciptanya stabilitas.
* [[Blanca dari Kastilia|Blanca]], Ibu Suri Prancis. Menjadi wali bagi putranya, [[Louis IX dari Perancis|Raja Louis IX]], baik saat putranyamasa tersebutawal masihkekuasaan dipandangputranya terlaluyang beliasaat untukitu memerintahmasih kerajaan.belia, Saatjuga Louissaat IXSang Raja meninggalkan PrancisPerancis untuk turut serta dalam Perang Salib, Blanca kembali menjadi wali.
* [[Catherine dari Aragon|Katherine dari Aragon]], Permaisuri Inggris. Menjadi wali saat suaminya, [[Raja Henry VIII]], berada di Perancis pada 1513.
 
== Daftar pustaka ==