John F. Kennedy: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Uglemat (bicara | kontrib)
new version
Baris 194:
Pada tanggal 4 Juni 1961, presiden bertemu Khrushchev di Wina dan meninggalkan rapat dalam keadaan marah dan kecewa karena ia membiarkan Khrushchev mempermainkannya, sekalipun sudah diperingatkan. Khrushchev secara pribadi terpesona dengan kecerdasan sang presiden, namun menganggapnya lemah. Kennedy memang berhasil menyampaikan intisari masalah yang paling sensitif bagi keduanya, yaitu rencana perjanjian antara Moskwa dan [[Berlin Timur]]. Ia menjelaskan bahwa perjanjian apapun yang melanggar hak akses AS ke [[Berlin Barat]] akan dianggap sebagai tindakan perang.{{sfn|Reeves|1993|pp=161–171}}
 
[[Berkas:ShahKennedyKennedy with Shah of Iran, 1961.gifjpg|jmpl|250px|[[Daftar raja Persia|Shah Persia]] [[Mohammad Reza Pahlavi]], Kennedy, dan [[Menteri Pertahanan Amerika Serikat|Menteri Pertahanan AS]] [[Robert McNamara]] di [[Ruang Kabinet (Gedung Putih)|Ruang Kabinet Gedung Putih]] tanggal 13 April 1962.]]
Sesaat setelah presiden pulang. Uni Soviet mengumumkan keinginannya untuk menandatangani perjanjian dengan Berlin Timur yang otomatis melanggar hak pendudukan pihak ketiga apapun di semua sektor kota. Depresi dan marah, Kennedy pun memperkirakan satu-satunya pilihan baginya adalah mempersiapkan Amerika Serikat untuk perang nuklir. Ia secara pribadi menganggap kemungkinan perang nuklir pecah adalah satu banding lima.{{sfn|Reeves|1993|p=175}}