DJ Mixer: Perbedaan revisi

675 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
k ({{rapikan}})
===Peak Meter===
Dengan Peak meter ini, DJ bisa mengawasi seberapa besar keluaran level sinyal output yang direpresentasikan oleh [[VU display]] baik berupa Jarum meter analog maupun [[LED]] Display.Akan sangat menarik jika Peak meter terdapat sirkuit penahan puncak (Peak hold level) sehingga lampu [[LED]] pada posisi puncak akan menyala beberapa saat bersamaan dengan hentakan bass yang paling keras.
 
===Penguat Depan Mikropon===
Meskipun DJ mixer akan lebih fokus pada kualitas mixing lagu, namun paling tidak harus ada satu kanal penguat depan mikropon yang bisa dipakai oleh DJ untuk membuat perkenalan ketika akan memutar lagu baru. Sirkuit penguat depan ini bisa dibuat bekerja secara bicara lebih (Talk Over), dimana jika mikropon diaktifkan maka secara otomatis akan mengurangi level musik. tentunya, kontrol yang harus ada yakni pengatur nada (Tone Control) untuk mengatur nada Bass, Midrange, dan Treble. Lebih sederhana lagi, hanya disertakan pengaturan gain dan pengaturan nada berupa setelan Basah Kering (Wet-dry) saja untuk menyesuaikan suara yang dihasilkan.
 
===Analog DJ Mixer Vs. Digital DJ mixer===
Penjelasan diatas akan lebih bias kepada DJ Mixer analog. Perkembangan Dunia [[digital]] juga diaplikasikan pada DJ Mixer.pada DJ Mixer digital terdapat Analog to Digital Converter yang mengubah sampling input analog menjadi [[sinyal digital]]. sampling frekuensi 96 [[kbps]]/44 [[Khz]] sudah cukup memadai untuk menghasilkan suara setara [[CD Audio]]. Dengan A/D converter tersebut, pengubah efek seperti [[LFO]], [[Flanger]], [[Reverb]], dsb dilakukan pada tahap digital.Dengan DJ mixer digital seorang DJ akan dengan sangat mudah melakukan sinkronisasi hentakan ([[Beatmatching]]) dua lagu secara cepat dan akurat berdasarkan hitungan denyutan per menit(Beat per minutes,[[BPM]] atau [[tempo]] lagu yang dimainkan.Sinkronisasi dengan Player atau komputer biasanya dihubungkan dengan hubungan [[serial]] atau [[USB]].
416

suntingan