Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  1 tahun yang lalu
Membalikkan revisi 13658962 oleh 180.246.15.102 (bicara)
Tumbuh-tumbuhan mengurangi kadar karbon dioksida di atomosfer dengan melakukan fotosintesis, disebut juga sebagai [[fiksasi karbon|asimilasi karbon]], yang menggunakan energi cahaya untuk memproduksi materi organik dengan mengkombinasi karbon dioksida dengan air. Oksigen bebas dilepaskan sebagai gas dari penguraian molekul air, sedangkan hidrogen dipisahkan menjadi proton dan elektron, dan digunakan untuk menghasilkan energi kimia via [[fotofosforilasi]]. Energi ini diperlukan untuk fiksasi karbon dioksida pada [[siklus Kalvin]] untuk membentuk gula. Gula ini kemudian digunakan untuk pertumbuhan tumbuhan melalui repirasi
 
Walaupun terdapat lubang siletangin, karbon dioksida haruslah dimasukkan ke dalam rumah kaca untuk menjaga pertumbuhan tanaman oleh karena konsentrasi karbon dioksida dapat menurun selama siang hari ke level 200 ppm. Tumbuhan memiliki potensi tumbuh 50 persen lebih cepat pada konsentrasi {{chem|CO|2}} sebesar 1.000 ppm.<ref>{{cite web | title=Carbon Dioxide In Greenhouses | last=Blom | first=T.J. | coauthors=W.A. Straver; F.J. Ingratta; Shalin Khosla; Wayne Brown | url=http://www.omafra.gov.on.ca/english/crops/facts/00-077.htm | date=2002-12 | accessdate=2007-06-12 }}</ref>
 
Tumbuh-tumbuhan juga mengeluarkan {{chem|CO|2}} selama pernapasan, sehingga tumbuhan yang berada pada tahap pertumbuhan sajalah yang merupakan penyerap bersih {{chem|CO|2}}. Sebagai contoh, hutan tumbuh akan menyerap berton-ton {{chem|CO|2}} setiap tahunnya, namun hutan matang akan menghasilkan {{chem|CO|2}} dari pernapasan dan dekomposisi sel-sel mati sebanyak yang dia gunakan untuk biosintesis tumbuhan.<ref>{{cite web|url=http://www-wds.worldbank.org/external/default/WDSContentServer/WDSP/IB/2002/09/07/000094946_02081604154234/Rendered/INDEX/multi0page.txt|title=Global Environment Division Greenhouse Gas Assessment Handbook - A Practical Guidance Document for the Assessment of Project-level Greenhouse Gas Emissions|accessdate=2007-11-10|work=[[World Bank]]}}</ref> Walaupun demikian, hutan matang jugalah penting sebagai [[buangan karbon]], membantu menjaga keseimbangan atmosfer bumi. Selain itu, fitoplankton juga menyerap {{chem|CO|2}} yang larut di air laut, sehingga mempromosikan penyerapan {{Chem|CO|2}} dari atmosfer.<ref>{{cite journal|last=Falkowski|first=P.|coauthors=Scholes, R.J.; Boyle, E.; Canadell, J.; Canfield, D.; Elser, J.; Gruber, N.; Hibbard, K.; Hogberg, P.; Linder, S.; Mackenzie, F.T.; Moore, B 3rd.; Pedersen, T.; Rosenthal, Y.; Seitzinger, S.; Smetacek V.; Steffen W.| year=2000 | title=The global carbon cycle: a test of our knowledge of earth as a system | journal=Science | issn=0036-8075 | volume=290 | issue=5490 | pages=291–296 | doi=10.1126/science.290.5490.291 | pmid=11030643 }}</ref>
14.156

suntingan