Krepa: Perbedaan revisi

824 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Robot: Cosmetic changes)
k
| Nama_lain = Kripa; Kripacharya;<br />Bagawan Kripa
}}
'''Krepa''' atau '''Kripa''' (''Kṛpa''); atau '''Kripacharya''' (Guru Kripa), adalah seorang tokoh dalam [[wiracarita]] ''[[Mahabharata]]''. Ia merupakan putera [[Resi]] [[Bharadwaja]], dan menjadi guru para pangeran [[Kerajaan Kuru|Kuru]] di [[Hastinapura]].
 
Pada mulanya, ia hidup dihutandi hutan bersama dengan adiknya yang bernama Kripi. Suatu ketika Prabu [[Santanu]] dari [[Hastinapura]] berburu ke tengah hutan. Karena merasa kasihan dengan keadaan mereka, ia memungut Krepa dan Kripi, lalu diberi pendidikan. Karena kemahiran Krepa dalam ilmu menggunakan senjata, akhirnya ia diangkat menjadi pejabat di [[Hastinapura]] dan diberi kepercayaan untuk mendidik para pangeran Kuru ([[Pandawa]] dan [[Korawa]]).
 
Ketika [[Karna]] menantang [[Arjuna]] di sebuah stadion, Krepa menanyakan asal-usul Karna. Pertanyaan itu tidak bisa dijawab Karna. Akhirnya Duryodana datang lalu membela Karna. Ia juga mengangkat Karna menjadi raja di Angga.
Ia berperang pada pihak [[Korawa]] pada perang [[Bharatayuddha]]. Ia salah seorang kawan [[Aswatama]] yang membalas dendam kekalahan [[Korawa]].
 
Krepa berperang pada pihak [[Korawa]] pada saat [[Bharatayuddha]] (perang keluarga Bharata). Sebelum berperang, [[Yudistira]] memberi penghormatan kepadanya. Krepa mengatakan bahwa ia tidak bisa dibunuh. Meskipun demikian, hal itu tidak membuat Korawa menang. Krepa juga berkata bahwa kemenangan sesungguhnya berpihak pada tokoh yang benar, yaitu para [[Pandawa]].
 
Ketika Bharatayuddha berakhir, dari pihak Korawa hanya Krepa, Kertawarma dan Aswatama yang masih hidup, beserta sejumlah serdadu. Karena [[Aswatama]] marah dengan kekejaman [[Drestadyumna]] dari pihak [[Pandawa]] yang telah membunuh ayahnya, maka ia menyusup ke kemah Pandawa pada malam hari. Krepa turut serta.
 
Krepa juga dikenal sebagai ''Chiranjiwin'', atau "makhluk berumur panjang".