Penyebaran Islam di Nusantara: Perbedaan revisi

k
WPCleaner v1.43b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Spasi dalam kategori - Kode en dash atau em dash - DEFAULTSORT dengan spasi di awal)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (WPCleaner v1.43b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Spasi dalam kategori - Kode en dash atau em dash - DEFAULTSORT dengan spasi di awal))
Kesaksian awal tentang kepulauan Nusantara terlacak dari [[Kekhalifahan Abbasiyah]], menurut kesaksian awal tersebut, kepulauan Nusantara adalah terkenal di antara [[pelaut]] [[Muslim]] terutama karena kelimpahan komoditas [[perdagangan rempah-rempah]] berharga seperti [[Pala]], [[Cengkeh]], [[Lengkuas]] dan banyak lainnya.<ref>http://gernot-katzers-spice-pages.com/engl/spice_geo.html#asia_southeast</ref>
 
Kehadiran Muslim asing di Nusantara bagaimanapun tidak menunjukkan tingkat konversi pribumi Nusantara ke Islam yang besar atau pembentukan negara Islam pribumi di Nusantara.<ref name="RICKLEFS">{{cite book | last =Ricklefs | first =M.C. | authorlink = | coauthors = | title =A History of Modern Indonesia since c.1300, 2nd Edition | publisher =MacMillan | year=1991 | location =London | url = | doi = | isbn = 0-333-57689-6}}</ref>{{rp|3}} Bukti yang paling dapat diandalkan tentang penyebaran awal Islam di Nusantara berasal dari tulisan di batu nisan dan sejumlah kesaksian peziarah. Nisan paling awal yang terbaca tertulis tahun 475 [[Tahun Hijriyah|H]] ([[1082]] [[Masehi|M]]), meskipun milik seorang Muslim asing, ada keraguan apakah nisan tersebut tidak diangkut ke Jawa di masa setelah tahun tersebut. Bukti pertama Muslim pribumi Nusantara berasal dari [[Sumatera Utara]], [[Marco Polo]] dalam perjalanan pulang dari China pada tahun [[1292]], melaporkan setidaknya satu kota Muslim,<ref name="RAW">{{cite journal|title=Islam in the Netherlands East Indies|author=Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo|journal=The Far Eastern Quarterly|volume=2|issue=1|pages=48&ndash;5748–57|doi=10.2307/2049278|month=November|year=1942|jstor=2049278}}</ref> dan bukti pertama tentang dinasti Muslim adalah nisan tertanggal tahun 696 H ([[1297]] M), dari Sultan [[Malik al-Saleh]], penguasa Muslim pertama Kesultanan [[Samudera Pasai]], dengan batu nisan selanjutnya menunjukkan diteruskannya pemerintahan Islam. Kehadiran sekolah pemikiran [[Syafi'i]], yang kemudian mendominasi Nusantara dilaporkan oleh [[Ibnu Battutah]], seorang peziarah dari [[Maroko]], tahun [[1346]]. Dalam catatan perjalanannya, Ibnu Battutah menulis bahwa penguasa Samudera Pasai adalah seorang [[Muslim]], yang melakukan kewajiban agamanya sekuat tenaga. [[Madh'hab]] yang digunakannya adalah [[Imam Syafi'i]] dengan kebiasaan yang sama ia lihat di India.<ref name="RAW"/>
<!-- Dikembalikan ke versi awal sampai ada referensi yang valid dan bisa diverifikasi kebenarannya. Silahkan diskusi di halaman [[Pembicaraan:Penyebaran Islam di Nusantara]].
Agar lebih jelas di sini kita kemukakan pendapat para ahli
=== Jawa Barat ===
''[[Suma Oriental]]'' ("Dunia Timur") yang ditulis [[Tome Pires]] melaporkan juga bahwa [[Suku Sunda]] di [[Jawa Barat]] bukanlah Muslim di zamannya, dan memang memusuhi Islam.<ref name="RICKLEFS"/> Sebuah penaklukan oleh Muslim di daerah ini terjadi pada abad ke-16. Dalam studinya tentang [[Kesultanan Banten]], [[Martin van Bruinessen]] berfokus pada hubungan antara mistik dan keluarga kerajaan, mengkontraskan bahwa proses Islamisasi dengan yang yang berlaku di tempat lain di Pulau Jawa:
"Dalam kasus Banten, sumber-sumber pribumi mengasosiasikan "[[tarekat]]" tidak dengan perdagangan dan pedagang, tetapi dengan raja, kekuatan magis dan legitimasi politik."<ref>{{cite journal|title=Shari`a court, tarekat and pesantren: religious institutions in the sultanate of Banten|author=Martin van Bruinessen|journal=Archipel|volume=50|pages=165&ndash;200165–200|url=http://www.let.uu.nl/~martin.vanbruinessen/personal/publications/Banten_religious_institutions.htm|year=1995|doi=10.3406/arch.1995.3069}}</ref> Ia menyajikan bukti bahwa [[Sunan Gunungjati]] diinisiasi ke dalam aliran "[[Najmuddin Kubra|Kubra]]", "[[Shattari]]", dan "[[Tarekat Naqsyabandiyah|Naqsyabandiyah]]" dari [[sufisme]].
 
=== Daerah lain ===
 
{{Islam di Indonesia}}
{{DEFAULTSORT: Penyebaran Islam di Nusantara}}
[[Kategori: Sejarah Islam di Indonesia | Sejarah Islam di Indonesia ]]
[[Kategori: Islam di Indonesia]]
[[Kategori: Sejarah Indonesia]]
[[Kategori: Sejarah Nusantara]]
[[Kategori: Sejarah pra-kolonial Indonesia]]