Kerajaan Hongaria (1920–1946): Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-di masa; +pada masa); perubahan kosmetika
k (Bot: Menambahkan tag <references /> yang hilang)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-di masa; +pada masa); perubahan kosmetika)
Setelah pecahnya [[Austria-Hongaria|Kerajan Austria-Hongaria]] pasca Perang Dunia ke-1, [[Republik Demokratik Hongaria]] dan [[Republik Soviet Hongaria]] segera memproklamirkan diri pada 1918 dan 1919. Rezim Komunis Pendek [[Béla Kun]] meluncurkan aksi yang dikenal sebagai the "[[Teror Merah (Hongaria)]]", yang mana menggiring [[Perang Hongaria-Rumania 1919|Hungaria berperang dengan Rumania]]. Pada Tahun 1920, jatuh ke dalam Konflik Perbedaan Ideologi, dengan Orang-Orang Hungaria Anti Komunis dan Pro-Monarki dengan kekerasan memburu dan membunuh dengan kejam orang-orang Radikal Sayap kiri, Intelek Komunis Hungaria, Bahkan Yahudi karena dianggap sebagai ancaman terhadap Kerajaan. Peristiwa ini disbut [[Teror Putih (Hongaria)|Teror Putih]]. Akhir tahun 1920 pasca penarikan cepat pasukan Rumania, Kerajaan Hongaria direstorasi kembali.
 
[[Berkas:Horthy the regent.jpg|leftkiri|thumbjmpl|200px|Foto Admiral Miklós Horthy]]
Pada tanggal 29 Februari 1920, sebuah Koalisi Politik Sayap Kanan bersatu dan memutuskan bentuk pemerintahan Hongaria adalah monarki konstitusional. Negara Pemenang Perang Dunia pertama jelas menolak raja Charles IV kembali naik takhta di Hongaria. Dengan kerusuhan sipil yang besar melonjak di Hongaria maka Admiral Miklós Horthy diutus untuk memimpin Tanah Lahir Tercinta nya Hongaria, [[Sándor Simonyi-Semadam]] adalah Perdana Menteri Pertama Kerajaan Hongaria.
 
== Perang Dunia ke-2 ==
[[Berkas:Hungary 1941-44 Administrative Map.png|thumbjmpl|leftkiri|Konsep Hongaria Raya telah terwujud.]]
{{Main|Hongaria dipada masa Perang Dunia ke-2|Pemerintahan Persatuan Nasional (Hongaria)}}
 
Pada Tahun 1940, Kerajaan Hongaria menandatangani Pakta Tripartit dan dengan begitu masuk ke [[Blok Poros]] dan memaksa Wilayah Transylvania yang ditaklukan Romania untuk di kembalikan ke Hongaria. Pemimpin Jerman [[Führer]] [[Adolf Hitler]] dan Rezim Nazi membantu Hongaria mengambil wilayah tersebut dalam [[Putusan Arbitrase Wina Kedua]]. Sebagai balasannya Hitler meminta Hongaria membantu Kebutuhan Perang Jerman dan Kebijakan Rasial Jerman untuk menghindari Konflik di Masa Depan. Anti-Semitism sudah ada menjadi bagian Hongaria di era 1918-1928 jadi tak masalah. Pada tahun 1944, setelah Hitler menggulingkan Rezim Horthy dan menginstal Rezim Setia Sampai Mati ke Hitler membantu Jerman memusnahkan penduduk yahudi yang masih ada di Hongaria.{{Citation needed|date=November 2011}}