Buka menu utama

Perubahan

Batavia

471 bita dihapus, 1 tahun yang lalu
Menolak 4 perubahan teks terakhir dan mengembalikan revisi 13217619 oleh AjimenRangga2013: Tanpa referensi.
{{kegunaanlain|Batavia}}
 
[[Berkas:Karte Batavia MKL1888.png|jmplthumb|Peta Batavia tahun 1888]]
'''Batavia/Batauia'''<ref>{{nl}} {{cite book|pages=289|url=http://books.google.co.id/books?id=lu4PAAAAYAAJ&dq=Stadt%20Batauia%20In%20't%20Coninckeijck%20Van%20Jaccatra&pg=PA289#v=onepage&q=Stadt%20Batauia%20In%20't%20Coninckeijck%20Van%20Jaccatra&f=false|title=Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië|volume=3|author=Institut voor taal-, land- en volkenkunde von Nederlandsch Indië, The Hague|publisher=M. Nijhoff, 1855}}</ref> adalah nama yang diberikan oleh orang [[Belanda]] pada koloni dagang yang sekarang tumbuh menjadi [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]], [[ibu kota]] [[Indonesia]]. Batavia didirikan di pelabuhan bernama '''Jayakarta''' yang direbut dari kekuasaan [[Kesultanan Banten]]. Sebelum dikuasai Banten, bandar ini dikenal sebagai '''Kalapa''' atau '''Sunda Kalapa''', dan merupakan salah satu titik perdagangan [[Kerajaan Sunda]]. Dari kota pelabuhan inilah VOC mengendalikan [[perdagangan]] dan kekuasaan [[militer]] dan [[politik]]nya di wilayah [[Nusantara]].
 
 
== Sejarah ==
[[Berkas:Andries Beeckman - The Castle of Batavia.jpg|jmplthumb|karight|200px|''Kastil Batavia, dilihat dari Kali Besar Barat'' oleh [[Andries Beeckman]], sekitar tahun 1656-1658]]
=== Sunda Kelapa ===
Bukti tertua mengenai eksistensi permukiman penduduk yang sekarang bernama Jakarta adalah Prasasti Tugu yang tertanam di desa Batu Tumbuh, Jakarta Utara. Prasasti tersebut berkaitan dengan 4 prasasti lain yang berasal dari zaman kerajaan Hindu, [[Tarumanegara]] ketika diperintah oleh [[Raja Purnawarman]]. Berdasarkan [[Prasasti Kebon Kopi]], nama [[Sunda Kalapa]] (Sunda Kelapa) sendiri diperkirakan baru muncul abad sepuluh.
 
=== Jayakarta ===
Pelabuhan Sunda Kalapa diserang oleh tentara Demak pada [[1526]], yang dipimpin oleh [[Fatahillah]], Panglima Perang asal [[Gujarat]], [[India]], dan jatuh pada [[22 Juni]] [[1527]], dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi '''Jayakarta'''. NamaSetelah ini diberikan [[Fatahillah]] ygberhasil mengingatkanmengalahkan kepadadan suratmengislamkan [https://quran.com/48/1?translations=20Banten,33 Al-FathJayakarta ayatberada 1di (Qur'anbawah Suratkekuasaan 48Banten, ayatyang 1)]kini ygmenjadi artinyakesultanan. "Orang sesungguhnyaSunda kamiyang telahmembelanya memberidikalahkan kemenangandan kepadamu,mundur '''kemenanganke ygarah nyata'''"[[Bogor]]. KalimatSejak "''kemenanganitu, yangdan nyata''"untuk dalambeberapa bahasadasawarsa lokalabad disebut Jayakartake-16, '''[https://kbbi.web.id/jaya Jaya[Jayakarta]]''' artinyadihuni "''kemenangan''"orang dan '''[[-karta|KartaBanten]]''' dalamyang bahasaterdiri sansekertadari berartiorang "''yang telahberasal dicapai''"dari Demak dan [[Cirebon]].
 
Setelah Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten, Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten, yang kini menjadi kesultanan. Orang Sunda yang membelanya dikalahkan dan mundur ke arah [[Bogor]]. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, [[Jayakarta]] dihuni orang [[Banten]] yang terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan [[Cirebon]].
 
Sampai [[Jan Pieterszoon Coen]] menghancurkan [[Jayakarta]] ([[1619]]), orang Banten bersama saudagar Arab dan [[Tionghoa]] tinggal di muara [[Ciliwung]]. Selain orang Tionghoa, semua penduduk ini mengundurkan diri ke daerah kesultanan Banten waktu Batavia menggantikan Jayakarta ([[1619]]).
 
=== Batavia ===
[[Berkas:Batavia 1897.jpg|jmplthumb|karight|200px|Peta Batavia tahun 1897]]
[[Berkas:Coat of Arms of Wapen-Batavia (1930).svgjpg|jmplthumb|220x220pxright|150px|Lambang Kota Batavia]]
[[Pieter Both]] yang menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama, lebih memilih Jayakarta sebagai basis administrasi dan perdagangan VOC daripada pelabuhan Banten, karena pada waktu itu di Banten telah banyak kantor pusat perdagangan orang-orang Eropa lain seperti Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, sedangkan Jayakarta masih merupakan pelabuhan kecil.
 
Penduduk Batavia yang kemudian dikenal sebagai [[Suku Betawi|orang Betawi]] sebenarnya adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa.
 
== Wali kotaWalikota ==
Berikut adalah daftar wali kotawalikota Batavia sejak tahun [[1916]].
* Mr. G.J. Bisschop (1916-Juni [[1920]])
* Prof. Ir. [[Hendrik van Breen]] (Juni-Agustus 1920)