Polibios: Perbedaan revisi

70 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:Philopoemen David Angers Louvre LP1556.jpg|thumbjmpl|uprightlurus|''Wounded Philopoemen'' oleh [[David d'Angers]], 1837, [[Louvre]]]]
'''Polybius''' (ca. 200–118 SM), [[Bahasa Yunani|Yunani]] {{Polytonic|Πολύβιος}}) adalah seorang sejarawan Yunani pada [[Peradaban helenistik|periode Helenistik]] yang dikenal akan bukunya yang berjudul ''[[The Histories (Polybius)|The Histories]]''. Ia juga dikenal akan gagasannya mengenai sistem pemerintahan, yang digunakan dalam [[L'esprit des lois]] [[Montesquieu]].
 
Teori ini menjelaskan tentang siklus sistem pemerintahan antara penguasa dengan rakyat.
 
* '''[[Monarki|Monarki]]'''
 
Monarki adalah suatu sistem pemerintahan dimana raja yang menobatkan dirinya menggunakan kekuasaan semata-mata untuk rakyat dan bukan untuk dirinya sendiri.
3. [[Monarki parlementer]] (parlemen berkuasa penuh, raja hanya sebagai simbol)
 
* '''[[Tiran|Tirani]]i'''
 
Tirani merupakan perubahan sistem pemerintahan dimana raja yang sebelumnya merakyat tiba-tiba berkuasa semena-mena dan melakukan penyelewengan wewenang sehingga rakyat menjadi tertindas. Sistem ini sama dengan komunis, fasisme, totaliter, dan kediktatoran.
 
* '''[[Aristokrasi|Aristokrasi]]'''
 
Aristokrat (golongan bangsawan) mulai peduli terhadap rakyat yang tertindas oleh kebijakan penguasa yang semena-mena.
 
* '''[[Oligarki|Oligarki]]'''
 
Oligarki adalah perubahan sistem pemerintahan dimana kaum bangsawan juga ikut menindas rakyat bersama raja dan muncul sikap etnosentris dan feodalisme.
 
* '''[[Demokrasi|Demokrasi]]'''
 
Rakyat kemudian bangkit untuk melawan pemerintah yang bertindak semena-mena kemudian rakyat berkuasa atas pemerintahan dan negara serta kemerdekaan dari penindasan dan ketidakpedulian penguasa kepada rakyat. Contohnya seperti [[Revolusi Perancis|Revolusi Perancis]]
 
* '''[[Oklokrasi|Oklokrasi]]'''
 
Ketika rakyat sudah berkuasa, pemerintahan menjadi kacau karena seluruh rakyat ingin menjadi pemimpin sehingga pemerintahan kembali ke sistem '''monarki'''.