Buka menu utama

Perubahan

464 bita ditambahkan, 1 tahun yang lalu
k
 
=== Jayakarta ===
Pelabuhan Sunda Kalapa diserang oleh tentara Demak pada [[1526]], yang dipimpin oleh [[Fatahillah]], Panglima Perang asal [[Gujarat]], [[India]], dan jatuh pada [[22 Juni]] [[1527]], dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi '''Jayakarta'''. SetelahNama ini diberikan [[Fatahillah]] berhasilyg mengalahkanmengingatkan dankepada mengislamkansurat Banten[https://quran.com/48/1?translations=20,33 JayakartaAl-Fath beradaayat di1 bawah(Qur'an kekuasaanSurat Banten,48 yangayat kini1)] menjadiyg kesultanan.artinya Orang" Sundasesungguhnya yangkami membelanyatelah dikalahkanmemberi dankemenangan mundurkepadamu, ke'''kemenangan arahyg [[Bogor]]nyata'''". SejakKalimat itu,"''kemenangan danyang untuknyata''" beberapadalam dasawarsabahasa abadlokal ke-16disebut Jayakarta, '''[[Jayakarta]https://kbbi.web.id/jaya Jaya]''' dihuniartinya orang"''kemenangan''" dan '''[[Banten-karta|Karta]]''' yangdalam terdiribahasa darisansekerta orangberarti "''yang berasaltelah dari Demak dan [[Cirebon]]dicapai''".
 
Setelah Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten, Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten, yang kini menjadi kesultanan. Orang Sunda yang membelanya dikalahkan dan mundur ke arah [[Bogor]]. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, [[Jayakarta]] dihuni orang [[Banten]] yang terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan [[Cirebon]].
 
Sampai [[Jan Pieterszoon Coen]] menghancurkan [[Jayakarta]] ([[1619]]), orang Banten bersama saudagar Arab dan [[Tionghoa]] tinggal di muara [[Ciliwung]]. Selain orang Tionghoa, semua penduduk ini mengundurkan diri ke daerah kesultanan Banten waktu Batavia menggantikan Jayakarta ([[1619]]).