Buka menu utama

Perubahan

k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Nampak, +Tampak; -nampak, +tampak; -Nampaknya, +Tampaknya; -nampaknya, +tampaknya); perubahan kosmetika
{{ethnic group|
|group=Suku Dayak Ngaju
|image=[[Berkas:Dayak_Ngaju_Warrior_by_W.T._Gordon_1857.jpg|thumbjmpl|250px|Profil Dayak Ngaju 1857]]
|poptime=kurang lebih '''400.000 Jiwa'''.
|popplace=[[Kalimantan Tengah]]: '''396.908'''.<ref>Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000</ref>
 
== Rumpun Suku Dayak Ngaju ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Portret van een getatoeëerde Ot Danum Dajak man uit het Kahajan gebied van Midden-Borneo. TMnr 60046429.jpg|thumbjmpl|200px|rightka|Oloh Ngaju-OtDanum bertutang dari daerah Kahayan 1898]]
Berdasarkan daerah aliran sungai, Biaju terbagi menjadi:
* [[Batang Biaju Besar|Batang Biaju Basar]] - Sungai Biaju besar
Lambat laun, Kaharingan mempunyai tempat ibadah yang dinamakan ''[[Balai Basarah]]'' atau ''Balai Kaharingan''. Kitab suci agama mereka adalah ''[[Panaturan]]'' dan buku-buku agama lain, seperti ''Talatah Basarah'' (Kumpulan Doa), ''Tawar'' (petunjuk tatacara meminta pertolongan Tuhan dengan upacara menabur beras), dan sebagainya.
 
Tetapi di [[Malaysia Timur]] ([[Sarawak]] dan [[Sabah]]), nampaknyatampaknya kepercayaan Dayak ini tidak diakui sebagai bagian umat beragama [[Hindu]], jadi dianggap sebagai masyarakat yang belum menganut suatu agama apapun. Pada tanggal 20 April 1980 Kaharingan dimasukan ke dalam agama Hindu Kaharingan.<ref name="Masihkah Indonesia">{{id}}{{cite book|url=http://books.google.com/books?id=QyXg_GDYCdMC&lpg=PA224&dq=kahayan&hl=id&pg=PA244#v=onepage&q=kahayan&f=false|title=Masihkah Indonesia|last=Susanto|first=A. Budi|publisher=Kanisius|year=2007|isbn=9792116575}}ISBN 978-979-21-1657-1</ref> Organisasi alim ulama Hindu Kaharingan adalah [[Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan]] (MBAHK) yang pusatnya di [[Kota Palangka Raya]], [[Kalimantan Tengah]].
 
Orang Dayak Ngaju terkenal dengan kemampuan spiritualnya yang luar biasa. Salah satu kemampuan spiritual itu adalah apa yang mereka sebut Manajah Antang (burung Elang), yaitu memanggil burung Elang agar dapat memberi petunjuk untuk berperang atau ingin mengetahui keadaan seseorang. Mereka meyakini burung yang datang adalah suruhan leluhur mereka, dan mereka meyakini petunjuk apapun yang diberikan oleh burung Elang adalah benar.