Pengusiran penduduk Jerman setelah Perang Dunia II: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Selain pengusiran, warga Jerman juga berbondong-bondong untuk kembali ke Jerman karena adanya kekejaman yang dilakukan oleh negara-negara yang bersangkutan, sebagai contoh Rusia dengan Tentara Merahnya melakukan perkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga Jerman di wilayah Prusia Timur. Hal ini juga salah satu hal yang melatar belakangi perpindahan secara besar-besaran warga Jerman. Selain itu, semisal dari negara Ceko banyak warga Jerman yang disiksa serta diperlakukan secara tidak manusiawi, dengan dilukai atau bahkan digambari dengan Swastika sebagai bentuk ejekan terhadap Jerman. Dalam suatu pembantaian sekitar 100 warga Jerman menjadi korban kekejaman aksi balas dendam ini.
 
Wilayah Jerman sebelum tahun 1937, seperempatnya telah diambil oleh beberapa negara lainnya. Sebagai contoh wilayah timur: Silesia[[Schleisen]], [[Neumark]] dan sebagian besar Pomerania[[Pommern]] diambil alih Polandia; [[Prusia Timur]] dibagi antara Polandia dan Uni Soviet. Di wilayah-wilayah tersebut terjadi pengusiran 9 juta warga Jerman dari daerah tersebut, serta 3 juta warga Jerman dari [[Sudetenland]] di Cekoslowakia ke Jerman. Satu dari lima orang Jerman Barat adalah pengungsi dari timur, hal ini terjadi pada tahun 1950-an.
 
== Aksi balas dendam pasca Perang Dunia ==