Tanah Genting Korintus: Perbedaan revisi

413 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Gagasan bagi sebuah jalan pintas untuk menghemat waktu kapal yang berlayar mengelilingi Peloponnesos sudah lama dipertimbangkan oleh [[Yunani Kuno|bangsa Yunani Kuno]]. Usaha pertama untuk membangun sebuah terusan di sana dilakukan oleh raja zalim [[Periander]] pada abad ke-7 SM. Dia menelantarkan proyek tersebut karena kesulitan teknis , dan sebagai pengganti dia membangun sebuah jalan batu melewati darat yang lebih sederhana dan lebih murah, bernama [[Diolkos]], sebagai [[jalan pengangkutan perahu]]. Sisa-sisa Diolkos masih ada sampai saat ini di sebelah terusan modern.
 
Ketika [[Romawi Kuno|bangsa Romawi]] menguasai Yunani, sejumlah solusi berbeda dicoba. [[Julius Caesar]] memprediksi keuntungan dari sebuah jaringan bagi [[Korinthos|Colonia Laus Iulia Corinthiensis]] yang baru dibangunnya. Pada masa pemerintahan [[Tiberius]], para insinyur mencoba menggali terusan, namun gagal karena kurangnya peralatan modern. Sebagai gantinya, mereka membangun sebuah peralatan [[Mesir Kuno]]: kapal-kapal digelindingkan melewati tanah genting di atas kayu bulat, seperti orang Mesir menggelindingkan balok [[granit]] untuk membuat [[Piramida Mesir|piramida]] mereka. Cara ini digunakan pada tahun 32 M. Pada tahun 67 M, kaisar Romawi ''[[Filhelenisme|filhelen]]'' [[Nero]] memerintahkan 6.000 budak untuk menggali terusan dengan [[sekop]]. Sejarawan [[Flavius Josephus]] menulis bahwa 6.000 budak tersebut adalah perompak Yahudi, ditawan oleh [[Vespasian]] pada masa peperangan Yahudi.<ref>[http://sacred-texts.com/jud/josephus/war-3.htm Flavius Josephus, The Wars of the Jews, Book 3 Chapter 10 paragraph 10]</ref>
 
== Referensi ==
36.115

suntingan