Kerusuhan Poso: Perbedaan revisi

145 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k (Cleanup.)
[[Berkas:Key locations of May-June 2000 Poso riots.svg|thumb|right|Lokasi-lokasi utama dalam Kerusuhan Mei-Juni 2000 di Poso]]
Pada tanggal 28 Mei, serangan meluas terhadap warga Islam terjadi di beberapa desa di kabupaten ini. Dalam sebuah peristiwa yang paling terkenal, sekelompok orang Kristen —beberapa sumber menyebut bahwa Tibo dan kelompoknya ikut berpartisipasi— mengelilingi Desa [[Sintuwulemba, Lage, Poso|Sintuwu Lemba]], yang juga dikenal sebagai Kilo Sembilan.{{efn|Merujuk kepada jarak desa ini ke ibu kota Poso. Desa ini dihuni oleh para petani [[kakao]] sukses dari [[Jawa]] yang dipindahkan dari wilayah transmigrasi di Sulawesi Selatan.}}{{sfn|Aragon|2001|p=68}} Para wanita dan anak-anak ditangkap dan beberapa di antaranya mengalami [[pelecehan seksual]]. Sekitar tujuh puluh orang berlari ke pesantren terdekat —[[Pesantren Walisongo]]— dimana banyak warga Muslim dibunuh dengan senjata api dan parang, tanpa peduli mereka menyerah atau tidak. Mereka yang kabur, berhasil ditangkap untuk kemudian dieksekusi dan mayatnya dilemparkan ke [[Sungai Poso]].<ref name=SYDNEY29JUNI2000>{{cite web|url=https://www.library.ohio.edu/indopubs/2000/06/29/0030.html|title=Religious killing fields spread across the ugly new Indonesia |website=[[Sydney Morning Herald]]|via=Indopubs|date=29 Juni 2000|access-date=2 Desember 2017}}</ref> Tiga puluh sembilan mayat kemudian ditemukan di tiga kuburan massal, meskipun sebuah sumber Islam memperkirakan total 191 kematian dalam serangan tersebut. Seorang warga yang selamat dari serangan tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya kembali ditangkap empat hari kemudian dan dibawa ke sungai untuk dieksekusi, namun ia sekali lagi berhasil lolos dan selamat.{{sfn|McBeth|Murphy|2000|p=1}}<!--Serangan terhadap Kilo Sembilan merupakan bagian dari serangan yang lebih luas terhadap desa-desa mayoritas Islam. Seorang warga Muslim di Desa Tabalu terdekat mengatakan kepada Human Rights Watch:-->
 
=== Fase keempat ===
==== Kedatangan Laskar Jihad ====
 
==== Serangan sporadis Mujahidin ====
 
==== Respon pemerintah dan Deklarasi Malino ====
 
== Pasca kerusuhan ==
=== Operasi militer dan polisi ===
Setelah kerusuhan mulai surut, Mabes Polri di Jakarta bergerak dengan mendirikan Komando Lapangan Operasi. Melalui kebijakan dari Jakarta, operasi militer di Poso dilaksanakan dengan berbagai sandi operasi. [[Operasi Sadar Maleo]] digelar pada tahun 2000, dengan BKO (badan kendali operasi) Polres Poso. Satuan-satuan TNI yang bergabung dalam operasi tersebut adalah [[Batalyon Infanteri 711|Batalyon Infanteri 711/Raksatama]] Poso, [[Batalyon Infanteri 726|Batalyon Infanteri 726/Tamalatea]] Makassar, [[Batalyon Infanteri 721|Batalyon Infanteri 721/Makassau]] [[Kota Palopo|Palopo]], dan [[Batalyon Zeni Tempur 8|Batalyon Zeni Tempur 8]] Makassar. Di sisi lain, satuan kepolisian termasuk [[Polda Sulsel|Brimob Polres Pare-Pare]], [[Polda Sulsel|Brimob Polres Makassar]], Perintis dan [[Polda Sulteng|Satuan Intel Polda Sulawesi Tengah]].{{sfn|KontraS|2004|p=42}}
 
Mobilisasi kekuatan TNI-Polri melalui sandi [[Operasi Sintuwu Maroso]] terjadi setiap tahunnya, dan pada pertengahan bulan April 2004, operasi ini kembali diperpanjang. Satuan TNI dan Polri yang dimasukkan ke dalam BKO operasi ini, termasuk [[Polda Papua|Brimob Polda Papua]], [[Polda Kaltim|Brimob Polda Kalimantan Timur]], Brimob Kelapa Dua Bogor, [[Polda Jateng|Brimob Polda Jawa Tengah]], [[Polda Sulut|Brimob Polda Sulawesi Utara]], [[Polda Sultra|Brimob Kendari]], Brimob Polres Pare-Pare, Brimob Polres Makassar, [[Brimob#Pelopor|Resimen Pelopor]] dan [[Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah|Brimob Polda Sulawesi Tengah]]. Untuk TNI, satuan yang di BKO-kan adalah Batalyon Infanteri 711/Raksatama Palu, [[Batalyon Infanteri 712|Batalyon Infanteri 712/Wiratama]] Manado, [[Batalyon Infanteri 713|Batalyon Infanteri 713/Satyatama]] [[Kota Gorontalo|Gorontalo]], Batalyon Infanteri 721/Makassau Palopo, dan [[Batalyon Artileri Medan 6|Batalyon Artileri Medan 6/Tamarunang]] Makassar. Pasukan gabungan ini ditempatkan di 142 pos penjagaan, dimulai dari Desa [[Tumora, Poso Pesisir Utara, Poso|Tumora]] hingga ke perbatasan Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Selatan, Desa [[Mayoa, Pamona Selatan, Poso|Mayoa]].{{sfn|KontraS|2004|p=42}}
 
== Pihak yang terlibat ==
 
Sebuah [[Lembaga Swadaya Masyarakat|LSM lokal]] melaporkan pada Agustus 2002 bahwa kebutuhan dasar pengungsi tidak terpenuhi, seperti kurangnya nutrisi dan gizi pada anak, serta [[diare]] yang meluas, [[penyakit kulit]], dan [[tetanus]] dari luka tembakan.<ref name=LPS1>{{cite web|title=Kondisi Pengungsi di Kamp Kec. Lage, Kec. Pamona Utara, Pamona Timur, Poso Pesisir, Pamona Selatan, dan Lore Utara, Kabupaten Poso|website=[[LPS]]-[[HAM]]|date=Agustus 2002|access-date=21 November 2016}}</ref> Dalam sebuah penilaian kesehatan mental oleh pemerintah pada tahun 2001, mengindikasikan bahwa lebih dari 55 persen dari mereka yang mengungsi menderita masalah [[psikologisme|psikologis]], sedangkan masalah kesehatan utama adalah [[malaria]], [[Infeksi saluran napas atas|gangguan pernafasan]], masalah [[lambung]]-[[usus]], dan penyakit kulit.<ref name=NOR1>{{cite web|title=Background information on the IDP situation in Indonesia|website=[[Norwegia|Norwegian Refugee Council]]|date=28 Agustus 2002|access-date=21 November 2016}}</ref>{{Efn|[[PBB|Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Pengungsian Internal]] menyatakan bahwa pemerintah memiliki "tugas dan tanggung jawab utama untuk menetapkan kondisi, serta menyediakan sarana yang memungkinkan pengungsi untuk kembali secara sukarela, dengan aman dan bermartabat, ke rumah mereka... atau bermukim kembali secara sukarela di bagian lain negara itu".<ref name=PBB1>{{cite web|title=UN Guiding Principles on Internal Displacement, U.N. Doc. E/CN.4/1998/53/Add.2 (1998)|website=[[PBB|Perserikatan Bangsa-Bangsa]]|date=1998|access-date=21 November 2016}}</ref>}}
 
== Pasca kerusuhan ==
=== Operasi militer dan polisi ===
Setelah kerusuhan mulai surut, Mabes Polri di Jakarta bergerak dengan mendirikan Komando Lapangan Operasi. Melalui kebijakan dari Jakarta, operasi militer di Poso dilaksanakan dengan berbagai sandi operasi. [[Operasi Sadar Maleo]] digelar pada tahun 2000, dengan BKO (badan kendali operasi) Polres Poso. Satuan-satuan TNI yang bergabung dalam operasi tersebut adalah [[Batalyon Infanteri 711|Batalyon Infanteri 711/Raksatama]] Poso, [[Batalyon Infanteri 726|Batalyon Infanteri 726/Tamalatea]] Makassar, [[Batalyon Infanteri 721|Batalyon Infanteri 721/Makassau]] [[Kota Palopo|Palopo]], dan [[Batalyon Zeni Tempur 8|Batalyon Zeni Tempur 8]] Makassar. Di sisi lain, satuan kepolisian termasuk [[Polda Sulsel|Brimob Polres Pare-Pare]], [[Polda Sulsel|Brimob Polres Makassar]], Perintis dan [[Polda Sulteng|Satuan Intel Polda Sulawesi Tengah]].{{sfn|KontraS|2004|p=42}}
 
Mobilisasi kekuatan TNI-Polri melalui sandi [[Operasi Sintuwu Maroso]] terjadi setiap tahunnya, dan pada pertengahan bulan April 2004, operasi ini kembali diperpanjang. Satuan TNI dan Polri yang dimasukkan ke dalam BKO operasi ini, termasuk [[Polda Papua|Brimob Polda Papua]], [[Polda Kaltim|Brimob Polda Kalimantan Timur]], Brimob Kelapa Dua Bogor, [[Polda Jateng|Brimob Polda Jawa Tengah]], [[Polda Sulut|Brimob Polda Sulawesi Utara]], [[Polda Sultra|Brimob Kendari]], Brimob Polres Pare-Pare, Brimob Polres Makassar, [[Brimob#Pelopor|Resimen Pelopor]] dan [[Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah|Brimob Polda Sulawesi Tengah]]. Untuk TNI, satuan yang di BKO-kan adalah Batalyon Infanteri 711/Raksatama Palu, [[Batalyon Infanteri 712|Batalyon Infanteri 712/Wiratama]] Manado, [[Batalyon Infanteri 713|Batalyon Infanteri 713/Satyatama]] [[Kota Gorontalo|Gorontalo]], Batalyon Infanteri 721/Makassau Palopo, dan [[Batalyon Artileri Medan 6|Batalyon Artileri Medan 6/Tamarunang]] Makassar. Pasukan gabungan ini ditempatkan di 142 pos penjagaan, dimulai dari Desa [[Tumora, Poso Pesisir Utara, Poso|Tumora]] hingga ke perbatasan Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Selatan, Desa [[Mayoa, Pamona Selatan, Poso|Mayoa]].{{sfn|KontraS|2004|p=42}}
 
== Lihat juga ==