Salya: Perbedaan revisi

6 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
=== Kehidupan awal ===
[[Berkas:Salya-kl.jpg|200px|leftkiri|thumbjmpl|Prabu Salya sebagai tokoh pewayangan Jawa.]]
Salya yang sewaktu muda bernama Narasoma pergi berkelana karena menolak dijodohkan oleh ayahnya. Di tengah jalan ia bertemu seorang [[brahmana]] [[raksasa]] bernama [[Resi Bagaspati]] yang ingin menjadikannya sebagai menantu. Bagaspati mengaku memiliki putri cantik bernama [[Pujawati]] yang mimpi bertemu Narasoma dan jatuh hati kepadanya. Narasoma menolak lamaran Bagaspati karena yakin Pujawati pasti juga berparas raksasa. Keduanya pun bertarung. Narasoma kalah dan dibawa Bagaspati ke tempat tinggalnya di Pertapaan Argabelah. Sesampainya di Argabelah, Narasoma terkejut mengetahui bahwa Pujawati ternyata benar-benar cantik. Ia pun berubah pikiran dan bersedia menikahi putri Bagaspati tersebut.
 
 
== Salya dalam ''Bharatayudha'' ==
[[Berkas:Duryodhana pleads with Shalya to become Karna's charioteer.jpg|rightka|240px|thumbjmpl|[[Duryodana]] memohon kesediaan Salya (kanan) untuk menjadi kusir kereta [[Karna]]. Ilustrasi dari kitab ''Mahabharata'' terbitan Gorakhpur Geeta Press.]]
''[[Mahabharata]]'' bagian kelima atau ''[[Udyogaparwa]]'' mengisahkan Salya membawa pasukan besar menuju Upaplawya untuk menyatakan dukungan terhadap [[Pandawa]] menjelang meletusnya [[perang di Kurukshetra|perang besar di Kurukshetra]] atau [[Baratayuda]]. Di tengah jalan rombongannya singgah beristirahat dalam sebuah perkemahan lengkap dengan segala jenis hidangan. Salya menikmati jamuan itu karena mengira semuanya berasal dari pihak Pandawa. Tiba-tiba para [[Korawa]] yang dipimpin [[Duryodana]] muncul dan mengaku sebagai pemilik perkemahan tersebut beserta isinya. Duryodana meminta Salya bergabung dengan pihak Korawa untuk membalas jasa. Sebagai seorang raja yang harus berlaku adil, Salya pun bersedia memenuhi permintaan itu. Salya kemudian menemui para keponakannya, yaitu Pandawa Lima untuk memberi tahu bahwa dalam perang kelak, dirinya harus berada di pihak musuh. Para Pandawa terkejut dan sedih mendengarnya. Namun Salya menghibur dengan memberikan restu kemenangan untuk mereka.
 
 
== Kisah Kematian ==
[[Berkas:Yudhistira hits Shalya with arrow of Shakti.jpg|leftkiri|300px|thumbjmpl|[[Yudistira]] membunuh Salya. Ilustrasi dari kitab ''Mahabharata'' terbitan Gorakhpur Geeta Press.]]
Setelah [[Karna]] tewas di tangan [[Arjuna]] pada hari ke-17, Salya pun diangkat sebagai panglima baru pihak [[Korawa]]. Kisah kematiannya terdapat dalam ''[[Mahabharata]]'' bagian kesembilan atau ''[[Salyaparwa]]''. Ia dikisahkan mati di tangan pemimpin para [[Pandawa]], yaitu [[Yudistira]].