Ikatan kovalen: Perbedaan revisi

8 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Ikatan kovalen dibagi menjadi dua, yaitu ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Ikatan kovalen polar terjadi jika salah satu atom yang berikatan mempunyai [[elektronegativitas]] yang jauh lebih besar daripada yang lain. Ikatan kovalen nonpolar terjadi jika kedua atom berikatan mempunyai [[afinitas elektron]] yang sama.<ref>Winarto, Dwi. [http://www.ilmukimia.org/2013/01/ikatan-kovalen.html Ikatan Kovalen]. Diakses pada tanggal 25 Februari 2015 jam 06.28 WIB.</ref>
 
[[Berkas:Covalent&PolarBond.png|rightka|thumbjmpl|300px|[[Diagram MO]] yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. Panah-panah mewakili elektron-elektron yang berasal dari atom-atom yang terlibat.]]
 
== Sejarah ==
 
Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh [[Gilbert N. Lewis]] yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom. Dia memperkenalkan ''[[struktur Lewis]]'' atau ''notasi titik elektron atau struktur titik Lewis'' yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda, seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis.
[[Berkas:covalent id.svg|rightka|thumbjmpl|160px|Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul [[metana]] sejenis ini. Ikatan kovalen tampak jelas pada [[struktur Lewis]], mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom.]]
 
Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen, [[mekanika kuantum]] diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. [[Walter Heitler]] dan [[Fritz London]] sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia, lebih khususnya ikatan molekul [[hidrogen]] pada tahun 1927.<ref>W. Heitler and F. London, Zeitschrift für Physik, vol. 44, p. 455 (1927). English translation in H. Hettema, Quantum Chemistry, Classic Scientific Papers, World Scientific, Singapore (2000).</ref> Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara [[orbital-orbital atom]] dari atom-atom yang terlibat. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain, sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik.