Buka menu utama

Perubahan

27 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Salah satu versi menceritakan bahwa ketika Anjani bertapa memuja [[Siwa]], di tempat lain, Raja [[Dasarata]] melakukan ''Putrakama Yadnya'' untuk memperoleh keturunan. Hasilnya, ia menerima beberapa makanan untuk dibagikan kepada tiga istrinya, yang di kemudian hari melahirkan [[Rama]], [[Laksmana]], [[Bharata (Ramayana)|Bharata]] dan [[Satrugna]]. Atas kehendak dewata, seekor burung merenggut sepotong makanan tersebut, dan menjatuhkannya di atas hutan dimana Anjani sedang bertapa. [[Bayu]], Sang dewa angin, mengantarkan makanan tersebut agar jatuh di tangan Anjani. Anjani memakan makanan tersebut, lalu lahirlah Hanoman.
 
[[Berkas:Hanuman before Rama.jpg|leftkiri|300px|thumbjmpl|Sebuah lukisan India. Dalam gambar tampak Hanoman menghadap [[Rama]] bersama istrinya [[Sita]], dan [[Laksmana]] (paling kanan).]]
 
Salah satu versi mengatakan bahwa Hanoman lahir secara tidak sengaja karena hubungan antara [[Bayu]] dan Anjani. Diceritakan bahwa pada suatu hari, Dewa [[Bayu]] melihat kecantikan Anjani, kemudian ia memeluknya. Anjani marah karena merasa dilecehkan. Namun Dewa [[Bayu]] menjawab bahwa Anjani tidak akan ternoda oleh sentuhan Bayu. Ia memeluk Anjani bukan di badannya, namun di dalam hatinya. [[Bayu]] juga berkata bahwa kelak Anjani akan melahirkan seorang putera yang kekuatannya setara dengan Bayu dan paling cerdas di antara para [[wanara]].
 
== Pertemuan dengan Rama ==
[[Berkas:StandingHanumanCholaDynasty11thCentury.jpg|rightka|240px|thumbjmpl|Patung Hanoman yang dibuat pada masa [[Dinasti Chola]], [[abad ke-11]].]]
 
Pada saat melihat [[Rama]] dan [[Laksmana]] datang ke [[Kiskenda]], [[Sugriwa]] merasa cemas. Ia berpikir bahwa mereka adalah utusan [[Subali]] yang dikirim untuk membunuh Sugriwa. Kemudian Sugriwa memanggil prajurit andalannya, Hanoman, untuk menyelidiki maksud kedatangan dua orang tersebut. Hanoman menerima tugas tersebut kemudian ia menyamar menjadi [[brahmana]] dan mendekati [[Rama]] dan [[Laksmana]].
 
=== Pergi ke Alengka ===
[[Berkas:Hanuman in Terra Cotta.jpg|leftkiri|240px|thumbjmpl|Ukiran tanah liat yang menggambarkan Hanoman sedang mengangkat Gunung Dronagiri.]]
 
Karena bujukan para [[wanara]], Hanoman teringat akan kekuatannya dan terbang menyeberangi lautan agar sampai di [[Alengka]]. Setelah ia menginjakkan kakinya di sana, ia menyamar menjadi monyet kecil dan mencari-cari [[Sita]]. Ia melihat Alengka sebagai benteng pertahanan yang kuat sekaligus kota yang dijaga dengan ketat. Ia melihat penduduknya menyanyikan [[mantra|mantra-mantra]] [[Weda]] dan lagu pujian kemenangan kepada [[Rahwana]]. Namun tak jarang ada orang-orang bermuka kejam dan buruk dengan senjata lengkap. Kemudian ia datang ke istana Rahwana dan mengamati wanita-wanita cantik yang tak terhitung jumlahnya, namun ia tidak melihat [[Sita]] yang sedang merana. Setelah mengamati ke sana-kemari, ia memasuki sebuah taman yang belum pernah diselidikinya. Di sana ia melihat wanita yang tampak sedih dan murung yang diyakininya sebagai Sita.
 
== Pertempuran besar ==
[[Berkas:Hanumantha.jpg|rightka|thumbjmpl|240px|Hanoman diperankan dalam Yakshagana, drama populer dari [[Karnataka]].]]
 
Dalam pertempuran besar antara [[Rama]] dan [[Rahwana]], Hanoman membasmi banyak tentara [[rakshasa]]. Saat Rama, [[Laksmana]], dan bala tentaranya yang lain terjerat oleh senjata Nagapasa yang sakti, Hanoman pergi ke [[Himalaya]] atas saran [[Jembawan]] untuk menemukan tanaman obat. Karena tidak tahu persis bagaimana ciri-ciri pohon yang dimaksud, Hanoman memotong gunung tersebut dan membawa potongannya ke hadapan Rama. Setelah Rama dan prajuritnya pulih kembali, Hanoman melanjutkan pertarungan dan membasmi banyak pasukan rakshasa.
 
Beberapa kuil Hanoman yang terkenal adalah:
[[Berkas:Hanuman2.jpg|rightka|240px|thumbjmpl|Kuil Hanoman di Nerul Navi, [[Mumbai]], [[India]].]]
 
* Puncak monyet, [[Himachal Pradesh]], [[India]].
 
== Hanoman dalam pewayangan Jawa ==
[[Berkas:Haniman puppet.jpg|rightka|240px|thumbjmpl|Wayang Anoman versi [[Yogyakarta]].]]
[[Berkas:Anoman Surakarta.JPG|rightka|240px|thumbjmpl|Wayang Anoman versi [[Surakarta]].]]
Hanoman dalam pewayangan [[Jawa]] merupakan putera [[Bhatara Guru]] yang menjadi murid dan anak angkat Bhatara [[Bayu]]. Hanoman sendiri merupakan tokoh lintas generasi sejak zaman [[Rama]] sampai zaman [[Jayabaya]].
 
 
=== Melawan Alengka ===
[[Berkas:Hanoman.JPG|leftkiri|thumbjmpl|240px|Hanoman sebagai maskot SEA Games di Jakarta tahun 1997.]]
Pertama-tama Hanoman menyusup ke istana [[Alengka]] untuk menyelidiki kekuatan [[Rahwana]] dan menyaksikan keadaan [[Sinta]]. Di sana ia membuat kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Hanoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota [[Alengka]]. Peristiwa tersebut terkenal dengan sebutan ''Hanoman Obong''. Setelah Hanoman kembali ke tempat [[Rama]], pasukan kera pun berangkat menyerbu [[Alengka]]. Hanoman tampil sebagai pahlawan yang banyak membunuh pasukan [[Alengka]], misalnya [[Surpanaka]] (Sarpakenaka) adik [[Rahwana]].
 
 
=== Anggota Keluarga ===
[[Berkas:Hanuman1.jpg|rightka|thumbjmpl|240px|Lukisan Hanoman versi [[Thailand]]. Diambil di Wat Phra Kaeo, [[Bangkok]].]]
 
Berbeda dengan versi aslinya, Hanoman dalam pewayangan memiliki dua orang anak. Yang pertama bernama Trigangga yang berwujud kera putih mirip dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar [[Alengka]], Hanoman terbayang-bayang wajah [[Trijata]], puteri [[Wibisana]] yang menjaga [[Sita]]. Di atas lautan, air mani Hanoman jatuh dan menyebabkan air laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, [[Baruna]] mencipta buih tersebut menjadi Trigangga. Trigangga langsung dewasa dan berjumpa dengan Bukbis, putera [[Rahwana]]. Keduanya bersahabat dan memihak [[Alengka]] melawan [[Rama]]. Dalam perang tersebut Trigangga berhasil menculik Rama dan [[Laksmana]] namun dikejar oleh Hanoman. [[Narada]] turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di antara kedua kera putih tersebut. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan [[Rahwana]].