Gordian III: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (menghapus Kategori:Kaisar Romawi; menambahkan Kategori:Kaisar Romawi abad ke-3 menggunakan HotCat)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:Bust Gordianus III Louvre Ma1063.jpg|thumbjmpl|200px|Patung dada Gordian III, antara 242 dan 244.]]
'''Marcus Antonius Gordianus Pius''' ({{lahirmati||20|1|225||11|2|244}}), dikenal dalam [[Bahasa Inggris]] sebagai '''Gordian III''' adalah [[Kaisar Romawi]] yang berkuasa pada tahun 238 sampai 244. Gordian adalah anak dari [[Antonia Gordiana]] dan ayahnya adalah seorang senator Romawi yang meninggal sebelum tahun 238. Antonia Gordiana adalah anak dari Kaisar [[Gordian I]] dan adik perempuan dari Kaisar [[Gordian II]]. Gordian III memiliki adik perempuan bernama [[Gordiana]]. Sedikit yang diketahui mengenai kehidupan awalnya sebelum menjadi kaisar Romawi. Gordian mengenakan gelar kakeknya tersebut pada tahun 238.
 
Karena usia Gordian yang masih belia, pemerintahan kekaisaran diserahkan kepada para keluarga aristokrat, yang mengontrol kejadian-kejadian di Roma melalui Senat. Pada tahun 240, [[Sabinianus]] memberontak di profinsi Afrika, akan tetapi situasi tersebut diatasi dengan cepat. Pada tahun 241, Gordian dinikahkan dengan Furia Sabinia [[Tranquillina]], yaitu anak perempuan dari ''Praetorian Prefect'' yang baru diangkat, [[Timesitheus]]. Sebagai kepala Penjaga Praetoria dan mertua kaisar, Timesitheus segera saja menjadi penguasa ''de facto'' Kekaisaran Romawi.
 
[[Berkas:Antoninianus-Tranquillina-Gordian III-s2539.jpg|thumbjmpl|leftkiri|300px|Koin yang dikeluarkan untuk merayakan pernikahan Gordian dan Sabina Tranquillina, ''[[Augusta (gelar)|Augusta]]''.]]
 
Pada abad ke-3 saat, perbatasan Romawi semakin melemah terhadap desakan suku-suku Jermanik di seberang sungai-sungai [[Rhine]] dan [[Danube]], serta terhadap meningkatnya serangan dari [[Kekaisaran Sassania|Sassania]] dari seberang sungai [[Eufrat]]. Ketika bangsa Persia dipimpin [[Shapur I]] menyerang [[Mesopotamia]], sang kaisar muda membuka pintu-pnitu [[Kuil Janus]] untuk terakhir kalinya dalam sejarah Romawi, dan mengirimkan pasukan yang besar ke Timur. Pasukan Sassania berhasil didesak kembali ke seberang Eufrat dan dikalahkan pada [[Pertempuran Resaena]] (243). Penyerbuan tersebut berlangsung sukses dan Gordian yang turut serta bersama pasukan, sudah merencanakan untuk menyerang sampai ke wilayah musuh, ketika ayah mertuanya meninggal dengan sebab-sebab yang tidak jelas. Tanpa adanya Timesitheus, maka rencana penyerangan dan keselamatan sang kaisar menjadi rawan.