Buka menu utama

Perubahan

k
Bot: Perubahan kosmetika
 
=== Mulai berkuasa ===
[[Berkas:Keizer Frederik I Barbarossa penning 1152-1190 geslagen Nijmegen.jpg|thumbjmpl|260px|[[Penny]] atau denier Kaisar Friedrich I Barbarossa, yang ditempa di [[Nijmegen]].]]
 
Bersemangat untuk mengembalikan Kekaisaran ke posisi yang ditempati oleh [[Karel yang Agung|Charlemagne]] dan [[Otto I, Kaisar Romawi Suci]], raja yang baru menyaksikan dengan jelas bahwa pemulihan ketertiban di Jerman adalah awal yang diperlukan untuk menegakkan hak kekaisaran di Italia. Mengeluarkan perintah umum untuk perdamaian, ia membuat konsesi mewah untuk para bangsawan.<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=202}}</ref> Di luar negeri, Friedrich campur tangan di dalam perang saudara Denmark di antara [[Svend III Grathe]] dan [[Valdemar I dari Denmark]]<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=201}}</ref> dan memulai beberapa negosiasi dengan Kaisar Romawi Timur, [[Manouel I Komnenos]].<ref name="Comyn, pg. 230">{{harvp|Comyn|1851|p=230}}</ref> Mungkin pada sekitar saat itu raja memperoleh persetujuan kepausan untuk membatalkan pernikahannya yang tidak membuahkan keturunan dengan [[Adela dari Vohburg]], dengan alasan [[Kekerabatan|pertalian darah]] (kakek moyangnya adalah saudara nenek moyang Adela, yang menjadikan mereka sepupu keempat, setelah dihapus). Ia kemudian gagal berupaya untuk mendapatkan calon mempelai dari istana Konstantinopel. Pada kenaikan takhtanya, Friedrich telah membicarakan kabar-kabar pemilihannya kepada [[Paus Eugenius III]], namun mengabaikan untuk meminta konfirmasi kepausan. Pada bulan Maret 1153, Friedrich menyimpulkan perjanjian Constance dengan Paus, dimana ia berjanji, sebagai imbalan atas penobatannya, untuk membela kepausan, untuk tidak berdamai dengan raja [[Ruggeru II dari Sisilia]] atau musuh-musuh Gereja lainnya tanpa persetujuan dari Eugenius, dan untuk membantu Eugenius mendapatkan kembali wewenang kota Roma.<ref>{{harvp|Falco|1964|pp=218 et seq.}}</ref>
 
=== Kampanye Italia yang kedua, ketiga dan keempat: 1158–1174 ===
[[Berkas:Barbarossa.jpg|thumbjmpl|Friedrich Barbarossa sebagai seorang tentara perang salib, miniatur dari sebuah salinan ''Historia Hierosolymitana'', 1188.]]
 
Mundurnya Friedrich pada tahun 1155 memaksa Paus Adrianus&nbsp;IV berdamai dengan Raja [[Gugghiermu I dari Sisilia]], dan menjaminnya wilayah-wilayah yang dianggap Friedrich sebagai miliknya.<ref>{{cite Catholic Encyclopedia|wstitle=Pope Adrian IV |first=Arthur |last=Ua Clerigh}}</ref> Hal ini merugikan Friedrich, dan ia lebih tidak senang lagi ketika [[Legatus kepausan]] memilih untuk menafsirkan sepucuk surat dari Adrianus kepada Friedrich dengan cara yang menyiratkan bahwa mahkota kekaisaran adalah hadiah dari [[Paus (Katolik Roma)|Paus]] dan bahwa sebenarnya kekaisaran itu sendiri adalah sebuah [[perdikan]] dari Kepausan.<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=235}}</ref> Muak dengan Paus, dan masih ingin menghancurkan bangsa Normandi selatan Italia, pada bulan Juni 1158, Friedrich berangkat ke ekspedisi Italia yang kedua, yang ditemani oleh [[Heinrich der Löwe]] dan tentara Sachsennya.<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=236}}</ref> Ekspedisi ini mengakibatkan peberontakan dan penangkapan [[Milan]],<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=238}}</ref> [[Parlemen Roncaglia]] yang menyaksikan pembentukan pejabat-pejabat kekaisaran dan reformasi gerejawi di kota-kota Italia utara,<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=240}}</ref> dan awal perjuangan panjang dengan [[Paus Aleksander III]].
 
=== Tahun-tahun kemudian ===
[[Berkas:Friedrich-barbarossa-und-soehne-welfenchronik 1-1000x1540.jpg|thumbjmpl|Friedrich Barbarossa, di tengah, yang diapit oleh kedua putranya, Raja Heinrich VI (kiri) dan Adipati Friedrich VI (kanan). Dari ''[[Historia Welforum]]''.]]
Meningkatnya sentimen anti-Jerman yang menyapu Langobardi, memuncak pada pemulihan Milan pada tahun 1169.<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=253}}</ref> Pada tahun 1174 Friedrich melaksanakan ekspedisinya yang kelima ke Italia. (Diduga pada saat itulah ''[[Tafelgüterverzeichnis]]'' yang terkenal, sebuah catatan mengenai wilayah-wilayah kerajaan dibuat.<ref>{{harvp|Leyser|1988|p=157}}</ref>) Ia ditentang oleh pro-kepausan [[Liga Langobardi]] (yang sekarang merupakan gabungan dari [[Venesia]], Sisilia, dan [[Konstantinopel]]), yang sebelumnya telah dibentuk untuk melawannya.<ref name="Kampers 6252b">Kampers, Franz. [http://www.newadvent.org/cathen/06252b.htm "Frederick I (Barbarossa)"]. ''The Catholic Encyclopedia''. Vol. 6. New York: Robert Appleton Company, 1909. 21 May 2009.</ref> Kota-kota di Italia utara menjadi sangat kaya melalui perdagangan, yang mewakili titik balik yang nyata di dalam transisi feodalisme abad pertengahan. Sementara benua feodalisme tetap kuat secara sosial dan ekonomi, yang sangat menurunkan politik di masa Friedrich Barbarossa. Ketika kota Italia utara menyebabkan Friedrich kalah di [[Alessandria]] pada tahun 1175, dunia Eropa terkejut.<ref>{{harvp|Le Goff|2000|p=104}}</ref><ref>Reprint of B. Arthaud. ''La civilization de l'Occident medieval'', Paris, 1964.</ref> Dengan penolakan [[Heinrich der Löwe]] untuk membantu di Italia, kampanye tersebut gagal total. Friedrich menderita kekalahan berat di [[Pertempuran Legnano]] di dekat Milan pada tanggal 29 Mei 1176, dimana ia terluka dan selama beberapa waktu diduga tewas.<ref>{{harvp|Comyn|1851|p=257}}</ref> Pertempuran ini menandai titik balik di dalam tuntutan Friedrich kepada kerajaan.<ref>{{harvp|Davis|1957|pp=332 et seq.}}</ref> Ia tidak punya pilihan lain selain memulai negosiasi damai dengan Aleksander III dan Liga Langobardi. Di dalam Perjanjian Anagni pada tahun 1176, Friedrich mengakui Aleksander III sebagai paus, dan di dalam [[Traktat Venesia]] pada tahun 1177, Friedrich dan Aleksander III secara resmi berdamai.<ref>{{harvp|Brown|1972|pp=164–165}}</ref>
 
 
=== Perang Salib Ketiga dan Kematian ===
[[Berkas:Emporer Frederic I death.jpg|thumbjmpl|uprightlurus|Barbarossa yang terbenam di [[Göksu]]. Dari naskah Gotha ''[[Sächsische Weltchronik]]'']]
Paus Urbanus III meninggal tak lama setelah itu, dan digantikan oleh Gregorius VIII, yang lebih peduli dengan laporan yang mengkhawatirkan dari Tanah Suci daripada memperebutkan kekuasaan dengan Barbarossa. Setelah berdamai dengan paus yang baru, Friedrich bersumpah untuk mengambil salib di [[Parlemen Mainz]] pada tahun 1188.<ref name="Kampers 6252b" /> Friedrich memulai [[Perang Salib Ketiga]] (1189–92), sebuah ekspedisi besar yang berhubungan dengan Perancis, yang dipimpin oleh Raja [[Philippe II dari Perancis]], dan Inggris dipimpin oleh [[Richard I dari Inggris|Raja Richard sang Hati Singa]]. Friedrich mengatur pasukan besar sejumlah 100,000 orang (termasuk 20,000 ksatria) dan berangkat melalui jalan darat ke Tanah Suci;<ref name="Phillips66">J. Phillips, ''The Fourth Crusade and the Sack of Constantinople'', 66</ref> Beberapa sejarahwan menduga jumlah ini berlebihan, dan bahwa jumlah yang benar hampir 15,000 orang, termasuk 3,000 ksatria.<ref name="army">Konstam, ''Historical Atlas of the Crusades'', 162</ref>
[[Berkas:051 Göksu.07.2006 resize.JPG|thumbjmpl|rightka|uprightlurus|Sungai Saleph, yang sekarang dikenal sebagai [[Göksu]]]]
 
Para tentara perang salib melewati [[Kerajaan Hongaria|Hongaria]], [[Keharyapatihan Serbia|Serbia]], dan [[Kekaisaran Bulgaria Kedua|Bulgaria]] sebelum memasuki wilayah Bizantium dan tiba di Konstantinopel pada musim gugur tahun 1189. Masalah menjadi rumit oleh aliansi rahasia di antara Kaisar Konstantinopel dan Saladin, yang diperingatkan oleh sebuah catatan yang diberikan dari [[Sibylle, Ratu Yerusalem|Sibylle]], mantan ratu Yerusalem.<ref>[http://www.fordham.edu/halsall/source/1189barbarossa-lets.html The Crusade of Frederick Barbarossa: Letters], Fordham University.</ref> Ketika berada di Hongaria, Barbarossa secara pribadi meminta [[Géza (1151–1210)|Pangeran Géza]], saudara Raja [[Béla III dari Hongaria]], untuk bergabung di Perang Salib. Raja setuju dan pasukan Hongaria sebesar 2,000 orang yang dipimpin oleh Géza mengawal pasukan kaisar Jerman. Pasukan-pasukan tersebut datang dari Eropa barat yang didorong melalui [[Anatolia]], dimana mereka menang di dalam mengambil [[Akşehir]] dan mengalahkan bangsa Turki di [[Pertempuran Konya (1190)|Pertempuran Ikonium]], dan memasuki [[Kerajaan Armenia Kilikia]]. Pendekatan pasukan Jerman sangat memprihatinkan [[Salahuddin Ayyubi]] dan para pemimpin Muslim lainnya, yang mulai mengerahkan pasukan mereka sendiri untuk menghadapi pasukan Barbarossa.<ref name="Canduci, pg. 263"/>