Buka menu utama

Perubahan

k
Bot: Perubahan kosmetika
[[Berkas:soi.svg|thumbjmpl|Grafik ''timeseries'' untuk ''Southern Oscillation Index'' (SOI) tahun 1876–2012.]]
{{Ilmu atmosfer}}
 
== Sirkulasi Walker ==
{{Main article|Sirkulasi Walker}}
[[Berkas:LaNina.png|thumbjmpl|Diagram fase [[La Niña]]. Sirkulasi Walker dapat dilihat di bagian permukaan yaitu berupa angin pasat yang bersirkulasi searah jarum jam. Air laut dan udara yang hangat di wilayah timur Samudra Pasifik dialirkan ke arah barat. Wilayah khatulistiwa Samudra Pasifik bagian '''barat''' dicirikan oleh suhu airnya yang hangat, atmosfer yang basah, dan tekanan udara yang rendah. Kelembaban yang terakumulasi menimbulkan [[taifun]] dan [[badai petir]]. Samudra Pasifik pun lebih tinggi sekitar {{convert|60|cm|in}} di bagian barat akibat dari pergerakan ini. Ketika air dan udara kemudian dikembalikan ke timur oleh sirkulasi, keduanya sudah lebih dingin dan lebih kering. Periode El Niño dicirikan oleh adanya gangguan pada siklus ini yang menyebabkan air laut yang hangat dan udara yang lembab di bagian '''timur''' Pasifik.]]
 
Sirkulasi Walker disebabkan oleh [[gaya gradien tekanan]] yang berasal dari satu [[area tekanan udara tinggi]] di wilayah timur Samudra Pasifik dan satu [[area tekanan udara rendah]] di wilayah Arkipelago [[Indonesia]]. Selama periode musim panas belahan Bumi utara, Sirkulasi Walker di wilayah tropis [[Samudra Hindia]] menyebabkan berhembusnya angin barat di permukaan sementara di Samudra Pasifik dan [[Samudra Atlantik|Atlantik]] berhembus angin timur. Suhu dari ketiga samudra tersebut pun menjadi tidak simetris. Wilayah khatulistiwa dari Samudra Pasifik dan Atlantik pun memiliki suhu permukaan yang dingin di bagian timur sementara di Samudra Hindia, air yang lebih dingin berada di bagian barat.<ref>{{cite web|url=http://www.bom.gov.au/watl/about-weather-and-climate/australian-climate-influences.shtml?bookmark=walkercirculation|title=The Walker Circulation|publisher=Commonwealth of Australia|author=Bureau of Meteorology|accessdate=2014-07-01}}</ref> Perubaan suhu permukaan tersebut terjadi juga bersamaan dengan perubahan dari posisi kedalaman [[termoklin]].<ref>{{cite journal|url=http://journals.ametsoc.org/doi/pdf/10.1175/2523.1|title=Relationship Between Sea Surface Temperature and Thermocline Depth in the Eastern Equatorial Pacific|author=Zelle, H., Appledoorn, G., Burgers, G., & van Oldenborgh, G. J.|journal=Journal of Physical Oceanography|volume=34|issue=3|pages=643–655|doi=10.1175/2523.1}}</ref>