Keberlanjutan: Perbedaan antara revisi

1 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
Keberlanjutan juga merupakan tantangan sosial yang melibatkan [[hukum internasional]] dan nasional, [[perencanaan kota]] dan [[transportasi]], [[gaya hidup]] lokal dan individual, serta [[konsumerisme etis]]. Cara hidup yang lestari dapat dilakukan dengan menata ulang kondisi kehidupan (misalnya, dengan adanya perkampungan dan kotamadya hijau, serta kota berkelanjutan); mengkaji ulang sektor ekonomi ([[permakultur]], [[bangunan hijau]], [[pertanian berkelanjutan]]); atau praktik kerja ([[arsitektur berkelanjutan]]), yang menggunakan sains untuk mengembangkan teknologi baru (seperti [[teknologi hijau]], [[energi terbarukan]], serta daya [[fisi]] dan [[fusi]] yang berkelanjutan); atau merancang sistem dengan cara yang fleksibel dan reversibel,<ref name="tandfonline.com">{{cite journal|last1=Fawcett|first1=William|last2=Hughes|first2=Martin|last3=Krieg|first3=Hannes|last4=Albrecht|first4=Stefan|last5=Vennström|first5=Anders|date=2012|title=Flexible strategies for long-term sustainability under uncertainty|url=http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09613218.2012.702565|journal=Building Research|volume=40|issue=5|pages=545–557|doi=10.1080/09613218.2012.702565}}</ref><ref name="Zhang 2012">{{Cite journal|last=Zhang|first=S.X.|last2=V. Babovic|date=2012|title=A real options approach to the design and architecture of water supply systems using innovative water technologies under uncertainty|url=https://www.researchgate.net/profile/Vladan_Babovic/publication/269694158_HYDRO-D-09-00078/links/54925b6a0cf2484a3f3e0c41.pdf|journal=Journal of Hydroinformatics}}</ref> dan menyesuaikan [[gaya hidup]] individu dengan melestarikan sumber daya alam.<ref>{{Cite journal|last=Black|first=Iain R.|last2=Cherrier|first2=Helene|year=2010|title=Anti-consumption as part of living a sustainable lifestyle: Daily practices, contextual motivations and subjective values|url=https://www.researchgate.net/profile/Iain_Black/publication/48381222_Anti-consumption_as_part_of_living_a_sustainable_lifestyle_Daily_practices_contextual_motivations_and_subjective_values/links/02e7e5295f6f10c824000000.pdf|journal=Journal of Consumer Behaviour|volume=9|issue=6|pages=437|doi=10.1002/cb.337}}</ref>
 
"Istilah 'keberlanjutan' harus dipandang sebagai sasaran manusia menuju keseimbangan ekosistem manusia itu sendiri (''homeostasis''), sementara 'pembangunan berkelanjutan' mengacu pada pendekatan holistik dan proses sementara yang membawa kita pada titik akhir keberlanjutan." (305).<ref>{{Cite journal|last=Shaker|first=R.R.|year=2015|title=The spatial distribution of development in Europe and its underlying sustainability correlations|journal=Applied Geography|volume=63|pages=304–314|doi=10.1016/j.apgeog.2015.07.009}}</ref> Terlepas dari meningkatnya penggunaan istilah 'keberlanjutan', kemungkinan besar masyarakat akan mencapai kelestarian lingkungan, yang terus berlanjut, dalam kaitannya dengan [[degradasi lingkungan]], [[perubahan iklim]], konsumsi berlebih, [[pertumbuhan penduduk]] dan [[pertumbuhan ekonomi|ekonomi]] yang tak terbatas dalam [[sistem tertutup]].<ref>[http://blogs.worldwatch.org/sustainabilitypossible/ State of the World 2013: Is Sustainability Still Possible?] worldwatch.org</ref><ref>[http://degrowth.org/wp-content/uploads/2011/05/Lorek_Sustainable-consumption.pdf Strong sustainable consumption governance&nbsp;— precondition for a degrowth path?] degrowth.org</ref>
 
== Catatan kaki ==
4.882

suntingan