Buka menu utama

Perubahan

5 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
| penduduk=150.650<ref>[https://bulungankab.bps.go.id/Publikasi/view/id/120/"Kabupaten Bulungan Dalam Angka 2017"], diakses tanggal 22 Agustus 2017</ref>
| penduduktahun= (2016)
|agama=[[Islam]] 70.60%<br /> [[Kristen Protestan]] 22.65%<br /> [[Katolik]] 6.18%<br /> [[Budha]] 0.50%<br /> [[Hindu]] 0.07%<br /> [[Konghucu]] 5 Jiwa<ref>[https://bulungankab.bps.go.id/Publikasi/view/id/120/"Kabupaten Bulungan Dalam Angka 2017"], diakses tanggal 22 Agustus 2017</ref>
| kepadatan=10,81 jiwa/km²
| kecamatan=10
 
[[Berkas:Waterfall Idaman A.JPG|thumb|right|200px|[[Air terjun Idaman]], salah satu objek wisata favorit di [[Bulungan]] yang dapat ditempuh sekitar 45 menit dari kota [[Tanjung Selor]].]]
'''Kabupaten Bulungan''' (dahulu bernama '''''Kabupaten Bulongan''''') adalah salah satu [[kabupaten]] di [[Kalimantan Utara|Provinsi Kalimantan Utara]], [[Indonesia]]. Ibu kota kabupaten ini terletak di [[Tanjung Selor (kota)|Tanjung Selor.]].
 
== Sejarah ==
== Ibukota ==
 
[[Tanjung Selor (kota)|Tanjung Selor]] sebagai ibukota Kabupaten sendiri adalah sebuah kota pedalaman yang tenang dan nyaman. Hari berdirinya tercatat tanggal [[12 Oktober]] [[1790]], sebelum sebagai ibukota Kabupaten sampai tanggal [[11 Oktober]] [[1960]] merupakan ibukota Kerajaan [[Bulungan]]<ref name="Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana" />. Hanya 20 ribu penduduk tinggal di kota ini, sebagian besar berprofesi sebagai [[Pegawai Negeri Sipil]] dan pedagang. Kehidupan di kota ini sungguh menyenangkan.
 
Untuk menuju ke [[Tanjung Selor, Bulungan|Tanjung Selor]] pada umumnya kebanyakan orang menuju [[Kota Tarakan]] dengan pesawat udara. Lantas disambung dengan ''Speed boat'' selama satu jam perjalanan atau pesawat udara yang berjadwal selama 15 menit. Tetapi bisa juga langsung terbang dari [[Balikpapan]] atau [[Samarinda]] menuju [[Tanjung Selor, Bulungan|Tanjung Selor]], karena kota ini telah memiliki Bandar Udara perintis (Bandar Udara Tanjung Harapan) dengan jadwal penerbangan reguler dari [[Samarinda]], ibukota Provinsi [[Kalimantan Timur]].
* '''''Sungai Giram'''''
 
Sungai Giram terletak di Kecamatan Peso. Tiba di sungai Giram inilah tempat yang pas bagi Anda yang tertarik dengan olahraga arung jeram. Sungai dengan panjang 2&nbsp;km dan lebar 50 &nbsp;m siap menantang nyali Anda.
 
* '''''Sumber Air Panas Sajau'''''
Bulungan sekarang dipimpin oleh Bupati [[Budiman Arifin|Drs. Budiman Arifin]] dan Wakil Bupati Drs. Liet Ingai yang terpilih dalam sebuah Pemilihan umum Kepala Daerah yang berlangsung pada tahun 2005 dan 2010.
 
Pada Pilkada Bulungan tahun [[2010]], ada lima pasangan calon, antara lain:<ref>[http://www.kaltimpost.co.id/?mib=berita.detail&id=63413 Kaltim Post - Budiman-Liet Unggul]</ref>
 
# Alwan Saputra berpasangan dengan Haris Fadhillah
# Ahmad Yani berpasangan dengan Syaiful Bachry
 
Jumlah DPT Pilkada Bulungan 2010 sebanyak 74.255 orang. Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal [[16 Juni]] [[2010]].
 
Budiman Arifin dan Liet Ingai (yang maju kembali sebagai calon bupati dan wakil bupati Bulungan untuk periode 2010-20152010–2015) memperoleh suara tertinggi sekitar 20.898 suara (38,38 persen), meski berselisih suara tipis dengan pasangan Anang-Datu Syukur yang menempati urutan kedua dengan memperoleh 20.578 suara (38,24 persen).
 
Budiman Arifin dan Liet Ingai dilantik oleh gubernur [[Awang Faroek Ishak]] pada tanggal [[1 September]] [[2010]] di Gedung Tamaddun, [[Tanjung Selor]].<ref>[http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/65750 Tribun Kaltim - Budiman Arifin-Liet Ingai Resmi Pimpin Bulungan]. Diakses 1 September 2010</ref>
== Potensi Ekonomi ==
Berbagai potensi ekonomi yang terdapat di wilayah Kabupaten Bulungan yang dapat dipertimbangkan guna memberdayakan ekonomi rakyat, yaitu di antaranya menyangkut berbagai sektor dan sub sektor :
* '''1. Pertanian'''
Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan tahun [[2000]] belum mencapai hasil yang optimal. Penggunana lahan sawah mengalami penurunan sampai 51,36 % yang disebabkan pemekaran Kabupaten Bulungan menjadi 3 kabupaten dan juga untuk pertanian tanaman sayur yang menurun dari 64.922 ha pada tahun [[1999]] menjadi 9.359 ha pada tahun [[2000]] yang juga dikarenakan pemekaran Kabupaten Bulungan. Sehingga ini menunjukan bahwa potensi lahan untuk Pertanian masih sangat terbuka luas.<ref name="Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana">{{cite book|last= Moeis Hassan|first=Abdul|authorlink= Abdul Moeis Hassan|editor= Hasanuddin Rahman Daeng Naja|date= 2004|title= Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana|publisher= Yayasan Bina Ruhui Rahayu|location= Jakarta|language= Indonesia|isbn= 9799222885|page= 27}}</ref>
* '''2. Perkebunan'''
Jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan antara lain kelapa, kopi, kakao, lada, cengkeh, jambu mete dan lainnya yang merupakan budidaya campuran dari beberapa jenis perkebunan. Luas areal perkebunan yang disediakan di Kabupaten Bulungan adalah seluas 152.007 ha, sedangkan lahan yang dimanfaatkan baru sebesar 5,1% atau seluas 7.884 ha dengan produksi sebesar 2.113,57 ton. Dengan demikian potensi pengembangan perkebunan didaerah ini masih sangat besar<ref name="Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana" />.
* '''3. Peternakan'''
Di [[sektor]] peternakan, perkembangan produksinya secara kuantitatif menurun, mengingat berbagai faktor seperti iklim, bibit, teknologi dan pakan. Sampai tahun [[1999]] populasi ternak yang terbesar adalah [[ternak]] [[sapi]] potong yaitu sebanyak 3.526 ekor atau 37.99% dari total ternak yang terdiri dari [[sapi]] potong, [[kerbau]], [[kambing]] dan [[babi]]. Kondisi merupakan peluang untuk mengembangkan ternak sebagai komoditi dagangan untuk mensuplai Kota [[Tarakan]] dan [[Kabupaten Nunukan]]<ref name="Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana" />.
* '''4. Perikanan'''
Potensi perikanan yang terdapat di Kabupaten Bulungan seperti budidaya laut dengan Luas potensi 242.260 hektar yang sebagian besar belum tergarap, untuk budidaya air payau dengan luas potensi lahan tambak 150.000 hektar, yang telah tergarap 100.000 hektar dan budidaya air tawar dengan luas potensi lahan 2.701,575 hektar, yang baru tergarap 50 hektar. Kegiatan usaha pengolahan hasil perikanan yang ada di Kabupaten Bulungan pada umumnya masih berkisar dalam bentuk usaha rumah tangga (''Home Industry'') seperti Pengeringan / Pengasinan ikan Teri, Putih dan berbagai ikan non ekonomis (''rucah''), sehingga hal tersebut menjadi potensi yang harus terus dikembangkan untuk kemajuan perekonomian daerah<ref>{{cite web|url = http://diskanlut.kabbulungan.com/kinerja|title = KOMUDITAS UNGGUL|publisher = Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bulungan|location = Kabupaten Bulungan|language = Indonesia|accessdate = 28 April 2015}}</ref>.
{{Kalimantan Utara}}
 
[[KategoriCategory:Kabupaten di Kalimantan Utara|Bulungan]]
[[KategoriCategory:Kabupaten di Indonesia|Bulungan]]
[[KategoriCategory:Kabupaten Bulungan| ]]