Penyelesaian masalah: Perbedaan revisi

1.430 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Karya eksperimental awal Gestaltists di Jerman menempatkan awal pemecahan masalah penelitian ( misalnya , Karl Duncker pada tahun 1935 dengan bukunya Psikologi berpikir produktif [ 6 ] ) . Kemudian karya eksperimental ini terus berlanjut sampai tahun 1960-an dan awal 1970-an dengan penelitian yang dilakukan pada tugas-tugas laboratorium yang relatif sederhana (tapi baru untuk peserta ) pemecahan masalah . [ 7 ] [ 8 ] Memilih tugas-tugas baru yang sederhana didasarkan pada solusi optimal yang jelas dan pendek waktu untuk menyelesaikan , yang dimungkinkan bagi para peneliti untuk melacak langkah-langkah peserta dalam proses pemecahan masalah . Peneliti ' asumsi yang mendasari adalah bahwa tugas-tugas sederhana seperti Tower of Hanoi sesuai dengan sifat-sifat utama dari " dunia nyata " masalah dan dengan demikian proses kognitif karakteristik dalam peserta upaya untuk memecahkan masalah sederhana yang sama untuk " dunia nyata " masalah juga ; masalah sederhana yang digunakan untuk alasan kenyamanan dan dengan harapan bahwa berpikir generalisasi untuk masalah yang lebih kompleks akan menjadi mungkin . Mungkin contoh yang paling terkenal dan paling mengesankan dari baris ini penelitian adalah pekerjaan oleh Allen Newell dan Herbert A. Simon . [ 9 ] ahli lain menunjukkan bahwa prinsip dekomposisi meningkatkan kemampuan pemecah masalah untuk membuat penilaian yang baik . [ 10 ]
 
'''Faktor terjadinya masalah''' adalah sebagai berikut
 
1. Faktor Ekonomi
 
Masalah sosial dalam masalah ekonomi yang biasanya berupa masalah pengangguran, kemiskinan dan yang lainnya. Di dalam masalah ini pada biasanya yang harus bertanggung jawab ialah pemerintah, dikarenakan pemerintah kurang di dalam menyediakan  sebuah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
 
2. Faktor Budaya
 
Dalam faktor kali ini mempunyai maksud ialah kebudayaan yang semakin berkembang pada sebuah masyarakat yang memiliki sebuah peran yang bisa memicu timbulnya sebuah masalah sosial. Misalkan seperti pernikahan pada usia dini, kawin cerai, dan masih banyak yang lainnya.
 
3. Faktor Biologis
 
Faktor ini bisa menyebabkan timbulnya sebuah masalah sosial misalnya seperti kurang gizi, penyakit menular dan lain sebagainya. Hal ini dapat terjadi dikarenakan kurangnya sebuah fasilitas-fasilitas kesehatan yang layak dan juga bisa terjadi juga karena sebuah kondisi ekonomi atau juga pendidikan masyarakat yang tidak mencukupi.
 
4. Faktor Psikologis
 
Masalah seperti ini bisa muncul apa bila psikologis sebuah masyarakat sangat lemah. Faktor psikologis juga bisa muncul apa bila beban hidup yang sangat berat yang juga dirasakan oleh masyarakat yang khususnya ada pada daerah perkotaan, pekerjaan yang menumpuk yang menimbulkan stress dan kemudian bisa menimbulkan sebuah luapan emosi yang nantinya mampu memicu sebuah konflik di antara anggota masyarakat.
[[Kategori:Penyelesaian masalah]]
[[Kategori:Kognisi]]
Pengguna anonim